Apa Itu Domscrolling Media Sosial dan Cara Menghindarinya
- Pernahkah Anda merasa terjebak dalam lingkaran tidak berujung saat menggulirkan media sosial, mengonsumsi berita buruk atau konten yang memicu kecemasan? Saat peristiwa besar atau krisis terjadi, kita sering kali tidak bisa berhenti mencari tahu lebih banyak, meskipun itu membuat perasaan semakin gelisah.
Fenomena ini sering kali terjadi tanpa disadari, di mana waktu berjam-jam dihabiskan hanya untuk membaca informasi yang memperburuk suasana hati. Semakin sering kita terjebak dalam kebiasaan ini, semakin besar dampaknya pada kesehatan mental kita.
Emosi negatif, seperti kecemasan, ketakutan, dan stres, bisa meningkat seiring dengan intensitas kita mengonsumsi berita buruk secara terus-menerus. Fenomena ini biasa disebut dengan domscrolling media sosial.
Lantas apa yang dimaksud dengan domscrolling media sosial? Selengkapnya berikut ini uraian penjelasannya.
Baca juga: Dampak Silicon Valley Bank Kolaps pada Keberlangsungan Startup Teknologi
Apa itu Doomscrolling media sosial?
Dilansir dari Later, Doomscrolling adalah kebiasaan di mana seseorang terus-menerus mengonsumsi dan membagikan informasi, meskipun hal itu membuatnya merasa lelah secara emosional atau berdampak buruk pada kesehatan mental.
Kebiasaan ini sering terjadi pada masa-masa krisis atau ketidakpastian, seperti saat pandemi global atau gejolak politik. Aliran berita yang terus-menerus bisa terasa sangat membebani, menyebabkan perasaan cemas, stres, dan tak berdaya.
Meskipun penting untuk tetap mengetahui isu-isu penting, doomscrolling bisa berbahaya bagi kesehatan mental. Disarankan untuk membatasi waktu yang dihabiskan mengonsumsi konten negatif dan mengambil jeda dari media sosial serta sumber berita untuk fokus pada perawatan diri dan kesehatan mental.
Dampak Doomscrolling terhadap kesehatan mental
Penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini berkaitan dengan kecemasan, keputusasaan, dan distorsi persepsi realitas. Misalnya, sebuah studi menemukan bahwa paparan berita negatif secara terus-menerus dapat memicu kecemasan eksistensial dan ketidakpercayaan, serta berdampak buruk pada kesejahteraan mental, terutama pada Generasi Z.
Pola perilaku dan strategi pengendalian
Doomscrolling sering kali bersifat kompulsif, membuat pengguna terus menggulirkan konten negatif tanpa sadar. Faktor seperti FOMO (takut ketinggalan) juga berperan dalam mendorong perilaku ini.
Untuk mengatasinya, para ahli merekomendasikan kesadaran terhadap respons emosional saat mengonsumsi berita, menetapkan waktu khusus untuk mengecek media sosial, serta merevisi cara konsumsi berita agar lebih sehat.
Cara menghindari Domscrolling media sosial
Tetapkan batas waktu penggunaan media sosial
Cara paling efektif untuk menghindari doomscrolling adalah dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial. Anda bisa menggunakan fitur bawaan di ponsel, seperti pengaturan batas waktu aplikasi atau screen time, untuk membatasi durasi harian Anda dalam mengakses platform media sosial.
Dengan menetapkan batas waktu, Anda lebih mudah mengatur kebiasaan mengonsumsi konten negatif dan mencegah terjebak dalam lingkaran informasi yang berlebihan. Membatasi waktu penggunaan juga dapat membantu Anda fokus pada aktivitas lain yang lebih positif dan produktif.
Kurasi feed media sosial
Mengikuti akun yang sering memposting berita negatif dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental Anda. Untuk mengurangi dampak negatif ini, cobalah untuk mengkurasi feed media sosial Anda dengan hanya mengikuti akun-akun yang memberikan konten positif, informatif, atau inspiratif.
Anda juga bisa memanfaatkan fitur "mute" atau "unfollow" untuk sementara menghentikan konten dari akun-akun yang memicu kecemasan. Dengan begitu, feed Anda akan menjadi lebih sehat dan membantu Anda merasa lebih tenang saat menggunakannya.
Ambil istirahat secara teratur
Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, terutama saat situasi sedang penuh dengan berita buruk, dapat membuat stres menumpuk. Oleh karena itu, penting untuk menjadwalkan waktu istirahat secara teratur dari media sosial, terutama saat Anda merasa kewalahan.
Terkini Lainnya
- Pengguna di Indonesia Bisa Ngobrol dengan Teknisi WhatsApp
- Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50 Persen di Aplikasi PLN Mobile
- Beredar Bocoran Benchmark Samsung S25 Ultra, Pakai Chipset yang "Di-overclock"
- Harga Spotify, Capcut Pro, dkk Sudah Kena PPN 12 Persen di Google Play Store
- Apa Itu Fitur End-to-End Encryption di WhatsApp? Kenapa Penting?
- Bos Perusahaan Teknologi Dunia Makin Sugih Sepanjang 2024, Elon Musk Terkaya
- Cara Beli Token Listrik Diskon 50 Persen via Tokopedia dengan Mudah
- Bukan Pakai "SE" Lagi, Inikah Nama iPhone Murah Berikutnya?
- Last Seen WhatsApp Tidak Berubah, Begini Penyebabnya
- "Genshin Impact" 5.3 Meluncur, Ada Karakter "Mavuika" dengan Skill Naik Motor
- Cara Beli Token Listrik Diskon 50 Persen via PLN Mobile, Mudah dan Cepat
- Mobil Listrik Tesla Cybertruck Meledak, Kembang Api Diduga Jadi Penyebab
- Apa Itu Adware dan Cara Menghindarinya?
- Google Play Store Indonesia Tetap Kenakan PPN 12 Persen
- Bukti Kehadiran Smartphone Lipat Murah Samsung Makin Dekat
- Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50 Persen di Aplikasi PLN Mobile
- 7 Cara Mengatasi FaceTime Tidak Berfungsi di iPhone
- Harga dan Spesifikasi Tecno Spark 30C di Indonesia, Mulai Rp 1 Jutaan
- WhatsApp Rilis Fitur Filter dan Background untuk Video Call WA, Mirip Zoom
- Chatbot Microsoft Copilot Hadir di WhatsApp, Bisa Tanya pada AI via Japri
- Windows 11 24H2 Diumumkan, Ini Peningkatan yang Dibawa