Layanan Cloud Amazon Bisa Kenali Identitas Orang lewat Suara

- Layanan cloud Amazon Web Services (AWS) memperkenalkan tools baru yang dapat digunakan oleh pengguna layanannya. Tools bernama Amazon Connect Voice ID itu bisa mengenali identitas seseorang hanya dari suara.
Amazon Connect Voice ID menggunakan kemampuan machine learning untuk dapat mengenali identitas orang yang berbicara. Menurut Head of Solutions Architect ASEAN, Paul Chen, kemampuan ini akan dapat diimplementasikan di layanan customer service.
Biasanya, ketika mendapat telepon dari pelanggan, layanan customer service harus melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui identitas mereka.
Misalnya dengan menanyakan tanggal lahir, nomor identitas, atau data pribadi lainnya. Proses ini tentu memakan waktu yang lebih lama.
Amazon Connect Voice ID dapat mengidentifikasi identitas penelpon secara real-time. Dengan bantuan machine learning, alat ini dapat memverifikasi identitas dengan menganalisis karakteristik unik suara penelepon.
Baca juga: Facebook Luncurkan Layanan Cloud Gaming untuk Desktop dan Android
Apabila terdapat panggilan masuk dari pelanggan, Amazon Connect Voice ID akan secara otomatis merekam percakapan di telepon. Rekaman suara tersebut kemudian akan dipecah menjadi metadata dan diproses oleh machine learning untuk kemudian dikenali identitasnya.
Amazon Connect Voice ID diklaim dapat melakukan verifikasi identitas dengan tingkat akurasi mencapai 80 hingga 95 persen.
"Dengan Amazon Connect Voice ID, maka tidak perlu lagi mengajukan pertanyaan terkait identitas pribadi kustomer secara berulang-ulang," kata Chen dalam acara Re:Invent 2020, Kamis (3/12/2020).
Meski demikian, Chen belum bisa memastikan kapan layanan Amazon Connect Voice ID akan tersedia dalam pilihan Bahasa Indonesia.
Namun, ia mengaku bahwa AWS sejatinya sudah memiliki kemampuan untuk melakukan proses trankrip dan menerjemahkan kalimat dalam bahasa Indonesia.
Saat ini kendala utama yang dialami oleh AWS adalah kemampuan untuk mengenali kosa kata bahasa Indonesia yang umumnya digunakan sehari-hari.
Baca juga: Google Resmi Buka Cloud Region Jakarta, Pertama di Indonesia
Terlepas dari hal tersebut, Chen mengatakan AWS sedang berusaha untuk mengoptimalkan Amazon Connect Voice ID sehingga dapat digunakan oleh seluruh pengguna layanannya yang tersebar di berbagai negara.
Adapun alat ini merupakan salah satu dari lima layanan untuk membantu transformasi layanan Customer Care menjadi serba digital yang disiapkan Amazon Web Services.
Adapun layanan yang dimaksud terdiri dari Amazon Connect Wisdom, Amazon Connect Customer Profiles, Real-Time Contact Lens, Amazon Connect Tasks, dan Amazon Connect Voice ID.
Munculnya kelima layanan ini dilatar belakangi oleh kebijakan work from home (WFH) yang telah diterapkan di berbagai negara. Karena tidak dapat langsung bertatap muka, maka hal tersebut semakin mempersulit proses komunikasi antar pengguna.
Baca juga: AWS Buka Data Center Baru di Indonesia 2021
Terkini Lainnya
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut Walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Intel Menyerah dari Pasar GPU "High-End", Tumbang dari Nvidia dkk?
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- TikTok Uji Coba Video Berdurasi 3 Menit
- Vivo Y51 Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Harganya
- Merger Gojek dan Grab Dikabarkan Makin Mendekati Kenyataan
- Diem, Nama Baru Uang Virtual Facebook
- Dua Bulan Dirilis, "Genshin Impact" Raup Pendapatan Rp 5,5 Triliun