Hindari Aplikasi Android Seperti Ini Kalau Tak Mau Dompet Terkuras

- Toko aplikasi Android Google Play Store sering kali disusupi aplikasi yang memuat prgram berbahaya. Jenisnya pun tidak hanya terbatas pada malware saja, ada juga software yang memeras dompet pengguna dengan biaya langganan kelewat tinggi.
Sophos belakangan mengungkap keberadaan aplikasi macam ini di Play Store. Firma sekuriti itu menyebutnya sebagai "fleeceware".
Dalam situs resminya, Sophos menerangkan bahwa istilah baru bernama fleeceware digunakan karena aplikasi-aplikasi ini sebenarnya tidak memuat malware atau virus berbahaya. Mereka juga bukan kategori aplikasi tidak diminati (potentially unwanted app/PUA).
Namun, aplikasi-aplikasi yang bersangkutan memaksa pengguna membayar langganan untuk menggunakan fungsi tertentu. Harga yang dipatok di luar batas kewajaran.
Baca juga: Awas Virus Joker, Segera Hapus 24 Aplikasi Ini dari Ponsel Android Anda
Untuk menarik pengguna, pengembang aplikasi ini menawarkan free trial atau masa cboba lebih dulu dalam periode tertentu yang biasanya berlangung dalam waktu sangat singkat, yakni tiga hari saja.
Setelah masa gratisan habis, pengguna akan dipaksa membayar sejumlah uang. Bahkan di beberapa kasus, penagihan muncul sebelum masa coba berakhir. Biayanya pun mahal, bisa mencapai 200-an dollar AS (Rp 3 jutaan) per aplikasi.
"Dalam kasus aplikasi pemindai QR, pengembang menagih 104,99 euro (Rp 1,6 jutaan) setelah 72 jam. Sementara pengembang aplikasi bernama Professional GIF Maker menagih 214,99 euro (Rp 3,3 jutaan) setelah masa coba berakhir," tulis Sophos dalam situsnya.
Baca juga: Google Hapus 7 Aplikasi Penguntit dari Play Store
Celakanya lagi, aplikasi akan otomatis melakukan langganan dan menagih biaya apabila pengguna tidak membatalkan pemakaian setelah periode trial berakhir, misalnya karena lupa.
Penghapusan aplikasi pun tak serta merta menghentikan penagihan biaya karena pengguna mesti menghentikan langganan terlebih dahulu.
Memang, pada akhirnya korban tersadar dan berhenti langganan sebelum berlangsung terlalu lama. Namun, jumlah biaya langganan yang sudah kadung terbayar tak bisa dikembalikan.

Beberapa aplikasi Android fleeceware yang telah ditemukan oleh Sophos di Play Store di antaranya QR Code Master, Camera Search By, Compass Pro: GPS, Pic Collage-Collage, Gif Maker free & gif, Hide Photos&Video, HiddenMe-Face Age, dan Old Me.
Kebanyakan aplikasi tersebut dikembangan oleh developer bernama SOULV Dev Android dan Colorfulnight. Sophos memperkirakan aplikasi-aplikasi penguras dompet ini telah mengumpulkan angka download gabungan sebesar lebih dari 20 juta.
Cara menghindari aplikasi "Fleeceware"
Melihat angka unduhannya, bisa diduga bahwa jutaan pengguna Android telah tertipu mengunduh aplikasi fleeceware. Mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang sempat diperas, namun angka kumulatifnya bisa jadi tetap sangat besar.
Baca juga: Software Ilegal Bikin Indonesia Target Favorit Malware
Bagaimana cara mengindari aplikasi penguras dompet macam ini? Sophos mengatakan para korban aplikasi fleeceware sering kali mengeluh di kolom review dan menjelaskan apa masalahnya.
Dalam contoh di bawah, seorang pengguna marah-marah karena tetap ditagih 200 dollar AS meski sudah menghapus aplikasi. Nah, waspadalah kalau menjumpai review macam begini. Sebaiknya jangan unduh aplikasi kalau tak mau mengalami nasib serupa.

Apabila terlanjut mengunduh, jangan lupa lakukan unsubscribe atau cancel langganan terlebih dahulu sebelum menghapusnya.
Sophos telah melaporkan temuan fleeceware ke Google. Sang empunya Play Store itu kemudian menindaklanjuti dengan menghapus sebanyak 14 dari 15 fleeceware yang dilaporkan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Senin (30/9/2019).
Terkini Lainnya
- Oppo A3i Plus Resmi, HP Rp 3 Jutaan dengan RAM 12 GB
- Broadcom dan TSMC Ingin Pecah Intel Jadi 2 Perusahaan
- WhatsApp Sebar Fitur Tema Chat, Indonesia Sudah Kebagian
- Bocoran Harga Xiaomi 15 Ultra yang Meluncur Sebentar Lagi
- 2,5 Miliar Akun Gmail Terancam AI Hack
- Arti “Fortis Fortuna Adiuvat” yang Sering Muncul di Bio TikTok dan Instagram
- Ditunjuk Jadi "Staff Khusus", Berapa Gaji Elon Musk?
- Meta Bikin Mesin "Pembaca Pikiran" Bertenaga AI, Begini Bentuknya
- Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA Terblokir Tanpa Harus ke Bank
- 7 Game PS5 Menarik di Sony State of Play 2025, Ada Game Mirip GTA V
- Samsung Pinjamkan 160 Unit Galaxy S25 di Acara Galaxy Festival 2025
- 15 Masalah yang Sering Ditemui Pengguna HP Android
- Samsung Gelar Galaxy Festival 2025, Unjuk Kebolehan Galaxy S25 Series lewat Konser dan Pameran
- Apa Beda Login dan Sign Up di Media Sosial? Ini Penjelasannya
- Kenapa Kursor Laptop Tidak Bergerak? Begini Penyebab dan Cara Mengatasinya