Induk Facebook PHK 3.600 Karyawan yang Kurang Kompeten

- Meta, induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengumumkan akan melakukan pemutusan kerja (PHK) alias layoff terhadap sekitar 3.600 karyawannya di seluruh negara.
Hal ini disampaikan CEO Meta, Mark Zuckerberg (Zuck) dalam sebuah memo internal yang didapat Bloomberg belum lama ini.
Dalam memo tersebut, Zuck mengatakan ribuan karyawan yang di-PHK tersebut adalah mereka yang dikategorikan sebagai karyawan yang kurang kompeten atau mereka yang tak memenuhi ekspektasi perusahaan.
"Pengurangan karyawan berdasarkan performa sebenarnya sering kami lakukan di Meta sepanjang tahun," kata Zuck dalam memo internal.
"Tetapi sekarang, kami akan lebih teliti menilai performa karyawan berdasarkan kinerja dan kontribusinya kepada perusahaan," imbuh Zuck.
Baca juga: Warga AS Berbondong-bondong Ingin Hapus Akun Facebook dan Instagram akibat Kebijakan Baru Meta
Zuck tak menyebut karyawan dari divisi dan negara mana saja yang terdampak PHK. Namun yang jelas, PHK ini nantinya akan berdampak pada sekitar 5 persen dari total karyawan Meta yang per September 2024 lalu, diperkirakan berjumlah 72.400 orang.
Khusus untuk karyawan Meta di Amerika Serikat (AS), Zuck mengatakan perusahaan akan memberikan informasi PHK pada 10 Februari mendatang. Untuk karyawan Meta di luar AS akan menyusul.
Adapun karyawan yang terkena PHK diklaim Zuck akan mendapatkan benefit yang sesuai dengan aturan yang berlaku di negaranya masing-masing.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TimesOfIndia, Rabu (15/1/2025), layoff Meta di awal tahun 2025 ini diumumkan di tengah upaya Meta yang getol mengubah kebijakan konten di Facebook, Instagram, dan Threads.
Baca juga: Meta Setop Program Cek Fakta di Facebook dan Instagram
Beberapa pekan lalu, Zuck mengumumkan mereka akan menghilangkan tim cek fakta (fact checking) yang sebelumnya menggunakan pihak ketiga, serta mengizinkan lebih banyak konten dengan topik bervariasi, termasuk politik di semua platformnya.
Hal ini, menurut Zuck, dilakukan demi membuat Meta sebagai wadah yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat (free speech).
Berkali-kali layoff
Terkait layoff, ini bukan pertama kalinya Meta mengumumkan langkah serupa. Sebelumnya, Meta pernah mengumumkan PHK terhadap sekitar 11.000 karyawannya pada November 2022 lalu.
Kemudian pada Maret 2023, Meta berencana melakukan PHK terhadap 10.000 karyawan dan menghilangkan sekitar 5.000 posisi kerja yang ada di Meta. Hal ini bertujuan untuk efisiensi perusahaan.
Pada April 2023 lalu, Meta juga mengumumkan pihaknya akan mem-PHK sejumlah karyawan yang bekerja di bidang teknis. Jumlah yang terkena layoff tidak diketahui.
Lalu pada Oktober 2024 lalu, Meta juga melakukan layoff terhadap beberapa tim yang ada di Instagram, WhatsApp, dan Reality Labs. Langkah ini dilakukan demi mengalokasikan sumber daya manusia (SDM) Meta ke bidang lain.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Bos Instagram Bocorkan Jenis Konten yang Bakal Sering Dimunculkan di IG Tahun Ini
- Honkai Star Rail 3.0 Meluncur, Ada 7 Update Karakter, Area, dan Mekanisme Game
- Pemerintah Berencana Batasi Usia Bermedsos bagi Anak
- DJI Flip Meluncur, "Drone" Mungil Mirip Sepeda Lipat yang Mudah Diterbangkan
- Kemenperin Puji Samsung Patuhi TKDN, Sindir Apple?