Memo Internal dari CEO Ungkap Google Akan PHK Karyawan Lagi

- Badai PHK masih menghantui industri teknologi awal tahun 2024 ini. Pada 10 Januari lalu, Google dikabarkan memangkas sekitar 1.000 karyawan mereka dari berbagai divisi.
Dalam sebuah memo internal perusahaan, terungkap bahwa Google masih akan melakukan PHK karyawan pada 2024. Memo tersebut ditulis langsung oleh CEO Google Sundar Pichai kepada karyawan.
Bocoran memo internal itu didapatkan oleh media teknologi The Verge. Di dalamnya, Pichai mengatakan bahwa Google harus membuat keputusan yang sulit untuk mencapai tujuan ambisiusnya.
"Kami memiliki tujuan ambisius dan akan berinvestasi dalam prioritas besar kami tahun ini. Kenyataannya kami harus membuat keputusan yang sulit untuk membuat investasi dengan kapasitas seperti ini," tulis Pichai dalam memo internal kepada para karyawan Google, dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (19/1/2024).
Adapun beberapa keputusan sulit yang dimaksud Pichai mencakup pemecatan karyawan di tim Google Hardware, tim periklanan Google, tim bisnis di platform berbagi video YouTube, dan masih banyak lagi. Perampingan tenaga kerja itu dilakukan dalam dua minggu terakhir ini.
Menurut Pichai, jumlah karyawan yang akan di-layoff tahun ini tidak sebesar PHK tahun lalu, ketika Google telah memecat 12.000 karyawan atau sekitar enam persen dari tenaga kerjanya. Kendati demikian, Pichai tidak mengumbar jumlah karyawan yang di-layoff secara rinci tahun ini.
Fokus utamanya, PHK karyawan ini agar bisa menyederhanakan pelaksanaan pekerjaan dan menghasilkan efisiensi di berbagai tim Google.
Baca juga: Google PHK Karyawan Lagi, Kali Ini dari Divisi Iklan

"Banyak dari perubahan (perampingan) ini telah diumumkan. Sejujurnya, beberapa tim nantinya akan membuat keputusan alokasi sumber daya tertentu sepanjang tahun jika diperlukan, dan beberapa pekerjaan mungkin akan terkena dampaknya," lanjut pichai.
Pichai memastikan bahwa Google berkomitmen untuk membantu karyawan yang terdampak gelombang PHK. Perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat itu bakal membantu karyawan mencari pekerjaan di Google atau di perusahaan lainnya.
Juru bicara Google mengonfirmasi kepada CNN mengenai adanya memo Pichai ini.
PHK 1.000 karyawan
Google sebelumnya telah melakukan PHK terhadap 1.000 karyawan pada awal 2024. PHK Google berimbas pada lintas divisi, seperti tim Google Hardware yang mengerjakan produk Pixel, Nest, dan Fitbit, tim teknik di Google Assistant, serta tim teknik inti Google.
Juru bicara Google, Courtenay Mencini mengatakan bahwa perampingan tenaga kerja ini dilakukan agar perusahaan lebih efisien dan lebih baik.
Baca juga: Google Pecat 1.000-an Karyawan, Termasuk Tim Pixel
"Sejumlah tim kami melakukan perubahan agar lebih efisien dan lebih baik. Beberapa tim terus melakukan perubahan organisasi semacam ini, mencakup beberapa penghapusan peran secara global," ungkap Mencini.
Kemudian pada 18 Januari 2024 kemarin, Google melakukan PHK 100 tenaga kerja di tim bisnis YouTube. Hal ini juga dilakukan agar tim YouTube makin efisien dengan sumber daya yang ada.
Karyawan yang terdampak PHK bakal dibantu untuk mencari pekerjaan di YouTube walaupun mereka tidak dijamin mendapat pekerjaan itu.
Karyawan juga akan mendapatkan pesangon, sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (19/11/2024).
Terkini Lainnya
- Samsung Rilis Vacuum Cleaner yang Bisa Tampilkan Notifikasi Telepon dan Chat
- Akun Non-aktif X/Twitter Akan Dijual mulai Rp 160 Juta
- 3 Cara Menggunakan Chatbot Grok AI di X dan Aplikasi HP dengan Mudah
- Poco M7 Pro 5G Resmi di Indonesia, Harga Rp 2,8 Juta
- Siap-siap, Harga iPhone Bakal Semakin Mahal gara-gara Tarif Trump
- Grok Jadi Aplikasi Terpisah, Bisa Diunduh di HP dan Desktop
- Meta Rilis 2 Model AI Llama 4 Baru: Maverick dan Scout
- Kisah Kejatuhan HP BlackBerry: Dibunuh oleh Layar Sentuh
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- Smartwatch Garmin Vivoactive 6 Meluncur, Pertama dengan Fitur Alarm Pintar
- Vimeo Rilis Fitur Streaming ala Netflix, Kreator Indonesia Gigit Jari
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Trump Tunda Pemblokiran TikTok di AS, Beri Waktu 75 Hari Lagi
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- Jadi Saksi Lahirnya Samsung Galaxy S24 yang Tidak Biasa, Tak Fokus Bahas Spesifikasi
- Riset: Bos-bos Perusahaan di Dunia Khawatir soal Risiko AI
- Youtuber Bikin PS5 Jadi Konsol Portabel Mirip Tablet
- WhatsApp Channel Punya Fitur Baru, Bisa Bikin Polling dan Voice Note
- Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S24 Plus di Indonesia, mulai Rp 17 Jutaan