Mantan Bos Google Ungkap Keterampilan yang Paling Dicari dari Pelamar Kerja
- Google menjadi salah satu perusahaan teknologi raksasa yang menjadi impian bagi sebagian orang untuk berkarier.
Tentu, hanya orang-orang terpilih yang bisa ikut wawancara kerja, bahkan, diterima bekerja menjadi "Googlers" (sebutan untuk karyawan Google).
Belum lama ini, mantan VP Google, Claire Hughes Johnson, buka-bukaan soal keterampilan nomor satu yang paling dicari perusahaan dari pelamar kerja. Keterampilan kunci tersebut adalah "kesadaran diri" alias self-awareness.
Menurut mantan petinggi yang bekerja selama 10 tahun di Google itu, kesadaran diri adalah sifat atau karakter yang cukup langka ditemukan dari diri pelamar kerja.
Baca juga: Kisah Mantan CEO YouTube Susan Wojcicki, Pernah Sewakan Garasi untuk Kantor Pertama Google
Menurut Johnson, penelitian menunjukkan bahwa hanya 10-15 persen orang saja yang benar-benar memiliki self-awareness, meskipun 95 persen percaya bahwa mereka memiliki sifat tersebut.
Johnson pun memberikan sedikit penjelasan soal alasan self-awareness menjadi keterampilan nomor satu yang ia cari dari kandidat pegawai baru.
Menurut Johnson, seseorang dengan self-awareness lebih termotivasi untuk belajar karena mereka tulus atau "sadar diri" tentang apa yang perlu mereka kerjakan.
Sifat ini membantu mereka berhubungan lebih baik dengan rekan kerja dan manajer.
Untuk melihat sifat self-awareness, mantan bos di Google itu memperhatikan penggunaan kata "saya" dan "kami" ketika kandidat diwawancara.
Selain itu, Johnson juga memperhatikan kejujuran karyawan tentang peran mereka dalam situasi yang diceritakan.
Ia juga akan bertanya, bagaimana rekan kerja mendeskripsi diri si pelamar kerja dan bagaimana sang pelamar bila mendapatkan masukan yang membangun.
Baca juga: Siswa SMK di Semarang Temukan Bug di Sistem Google, Dapat Hadiah Rp 76 Juta
Johnson juga memberikan beberapa tanda bagi mereka yang ingin mengetahui apakah dirinya memiliki sifat self-awareness atau tidak.
Menurut dia, orang yang seringkali tak setuju/menerima masukan dari orang lain, mungkin tidak dikaruniai sifat sadar diri tersebut.
Tanda lainnya, orang yang tidak dapat mendeskripsikan pekerjaan yang mereka sukai dan merasa lelah setelah kerja seharian tanpa tahu alasannya, kata Johnson, mungkin tidak punya self-awareness.
Johnson menyarankan, bila ingin memupuk rasa self-awareness, orang itu perlu memahami nilai-nilai pribadi, mengidentifikasi pola gaya kerja, dan menganalisis keterampilan dan kemampuannya sendiri.
Mantan bos di Google itu juga menyarankan untuk menyisihkan 15 menit di penghujung hari untuk bertanya pada dirinya sendiri soal apa yang dia lakukan dengan baik, kesalahan apa yang dia buat, dan bagaimana dia dapat memperbaikinya di hari berikutnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BusinessToday, Selasa (14/3/2023).
Terkini Lainnya
- Ada Tonjolan Kecil di Tombol F dan J Keyboard, Apa Fungsinya?
- Cara Kerja VPN untuk Membuat Jaringan Privat yang Perlu Diketahui
- Konsol Handheld Windows 11 Acer Nitro Blaze 8 dan Nitro Blaze 11 Resmi, Ini Harganya
- X/Twitter Akan Labeli Akun Parodi
- Deretan Laptop Baru Asus di CES 2025, dari Seri Zenbook hingga ROG Strix
- 5 Penyebab Tidak Bisa Lihat Profil Kontak WA Orang Lain
- Cara Logout Akun Google Photos dari Perangkat Lain
- Reaksi TikTok soal Rumor Bakal Dijual ke Elon Musk
- RedNote, Medsos China Mirip TikTok Jadi Aplikasi No. 1 di AS
- Pasar Ponsel Dunia Akhirnya Membaik, Naik 4 Persen Tahun Lalu
- 10 Jenis Cookies di Internet dan Fungsinya
- Fitur Baru ChatGPT Bisa Ngobrol ala Gen Z
- Sah, AS Perketat Ekspor Chip AI ke Pasar Global
- Cara Edit Foto Background Merah untuk Daftar SIPSS 2025, Mudah dan Praktis
- AI Grok Jadi Aplikasi Terpisah, Sudah Ada di iPhone
- Cara Kerja VPN untuk Membuat Jaringan Privat yang Perlu Diketahui
- Mengapa Tak Semua HP Lag atau Hang saat Putar Video WhatsApp yang Lagi Viral?
- Silicon Valley Bank Kolaps, Bos-bos Startup Teknologi Ketar-ketir
- Apa Itu Virtex yang Kerap Dikaitkan dengan Video Viral Bikin HP Lag Belakangan?
- Viral Video WhatsApp Bikin HP Hang atau Lag gara-gara Virus Virtex, Benarkah Demikian?
- Kreator Konten Tak Dapat Bonus Uang Lagi dari Instagram Reels