AS Bakal Tarik Pajak dari YouTuber di Seluruh Dunia, Ini Detailnya

- Akhir tahun lalu, YouTuber Indonesia diingatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tidak lupa membayar pajak. Agaknya, beban pajak YouTuber Indonesia akan bertambah jika memiliki cukup banyak basis penonton di Amerika Serikat (AS).
Pasalnya, YouTube akan memotong penghasilan dari iklan untuk pajak bagi YouTuber. Aturan itu berlaku untuk YouTuber di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pemberitahuan itu mulai diedarkan ke semua YouTuber di luar AS melalui e-mail pada Rabu (10/3/2021).
"Kami menghubungi karena Google akan mewajibkan pemotongan pajak dari pembayaran para kreator di luar AS tahun ini (paling cepat bulan Juni 2021)," tulis YouTube dalam e-mail.
Baca juga: Ada Aturan Pajak Baru, Pulsa Telepon dan Kartu SIM Perdana Naik Harga?
"Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan meminta Anda untuk mengirim informasi pajak dalam AdSense untuk menentukan jumlah yang benar dari pemotongan pajak, jika ada," lanjut isi e-mail YouTube.
Informasi tersebut harus dikirimkan paling lambat pada 31 Mei 2021. Jika pada tempo tersebut informasi pajak tidak dikirim oleh YouTuber maka total penghasilan YouTuber dari seluruh dunia akan dipotong hingga 24 persen.
Penarikan pajak ini didasarkan pada aturan US Internal Revenue Code Chapter 3 yang mengatur tentang pajak domestik dari undang-undang pajak federal di AS.
Skenario besaran pajak
Google, sebagai induk YouTube yang menyediakan platform bagi para kreator atau YouTuber, berkewajiban mengumpulkan informasi pajak dari kreator yang menghasilkan uang di luar AS, dan memotong pajak jika pendapatan diperoleh dari penonton di AS.
Dengan kata lain, bukan seluruh pendapatan akan dikenai pajak untuk AS, melainkan penghasilan dari penonton di AS saja. Di laman dukungannya, Google mencontohkan beberapa skenario.
Baca juga: YouTube Ungkap Nilai Penghasilan YouTuber, Tembus Ratusan Triliun Rupiah
Misalnya, seorang YouTuber asal India berpenghasilan 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 14 juta (kurs Rp 14.000) dari YouTube bulan lalu. Dari total pendapatan 1.000 dollar AS tersebut, sebanyak 100 dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta) ternyata disumbangkan oleh penonton asal AS.
Maka, skenario yang berlaku jika kreator tidak mengirimkan informasi pajak adalah, penghasilannya akan dipotong 240 dollar AS/Rp 3,4 juta (24 persen dari 1.000 dollar AS).
YouTube akan memotong penghasilan hingga 24 persen dari total penghasilan di seluruh dunia (bukan hanya dari AS), hingga YouTuber bersedia melengkapi informasi pajak.
Skenario berikutnya, jika YouTuber mengirimkan informasi pajak dan mengeklaim manfaat perjanjian maka tarif pajak yang ditetapkan adalah 15 persen.
Angka itu diperoleh karena India dan AS memiliki perjanjian pajak yang mengurangi tarif pajak hingga 15 persen dari penghasilan penonton di AS (bukan dari penonton seluruh dunia).
Baca juga: Punya 1 Juta Subscriber, Berapa Pendapatan YouTuber Bayu Skak?
Skenario terakhir, jika YouTuber mengirimkan informasi pajak tapi tidak mengeklaim manfaat perjanjian maka tarif pajak yang ditetapkan adalah 30 persen dari penonton di AS, sesuai tarif pajak tanpa perjanjian pajak yang berlaku.
Penjelasan lebih lengkap terkait perubahan aturan penarikan pajak oleh AS bagi YouTuber di luar Amerika bisa dilihat di video berikut.
Terkini Lainnya
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- 3 Alasan Kita Sering Menonton IG Stories Sendiri Berulang-ulang
- Kenapa Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Penyebabnya
- Cara Download WhatsApp Business di HP Android buat Jualan Online
- 8 Cara Mengatasi Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul, Mudah dan Praktis
- AI Gambar Midjourney V7 Dirilis, Bawa Fitur Voice Prompting dan Draft Mode
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Instagram Lite Meluncur di 170 Negara
- Penemu Kaset Analog, Louis Ottens Meninggal Dunia
- 5 Fitur Tersembunyi di Google Search
- Menanti Merger Tokopedia dan Gojek
- Asus ROG Phone 5, ROG Phone 5 Pro, dan ROG Phone 5 Ultimate Resmi Meluncur