iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi

- Tanggal 3 April 2025 lalu menjadi hari ulang tahun ke-15 dari iPad, tablet bikinan Apple, yang debut sejak 3 April 2010. Kemuncullan tablet ini sempat menuai kritik, mendapat respons skeptis, tetapi saat ini iPad justru berhasil mendominasi pasar tablet secara global,
iPad pada saat debutnya, kerap dikritik oleh komunitas teknologi, analis bisnis, dan para kompetitornya. Mulai dari keterbatasannya yang tidak memiliki fitur umum di laptop ataupun smartphone, ukurannya yang terlalu besar dibanding iPod, harganya tinggi, dan minim fungsi.
Tidak sedikit kompetitor yang menemukan celah tersebut dan berupaya menghadirkan teknologi serupa. Misalnya, menghadirkan integrasi ekosistem serupa, mematok harga jual yang lebih terjangkau, dan sebagainya.
Baca juga: iPad 2025 (Gen 11) Resmi, Bawa Chip Baru dan Memori Lebih Luas
Menurut sejumlah laporan, meski banyak pesaing dan opsi tablet yang kini lebih beragam di pasaran, para kompetitor masih belum mampu memiliki ekosistem seperti Apple dan mendominasi pasar.
Apple juga ditemukan berupaya mempertahankan keunggulannya dan eksklusivitas ekosistemnya sebagai nilai jual.
Sebagaimana dikutip KompasTekno dari WCCF Tech, Jumat (4/4/2025), upaya tersebut bisa dikatakan berhasil menjadikan Apple sebagai tablet terlaris sepanjang masa secara global.
Dalam laporan riset pasar Canalys pada kuartal IV-2024, misalnya, riset menunjukkan iPad memimpin pertumbuhan pasar. Canalys mencatat bahwa total pengiriman tablet di seluruh dunia mencapai 39,9 juta unit, tumbuh 5,6 persen secara year-over-year pada kuartal IV-2024.
Sementara itu, di kuartal yang sama, Apple diestimasikan mengirimkan sekitar 16,863 juta unit iPad secara global dengan market share sebesar 42,3 persen. Dengan ini, total pengiriman iPad di seluruh dunia pada 2024 mencapai 56,919 juta unit dan menjadikan iPad sebagai tablet nomor satu paling banyak dikirim secara global.
Baca juga: Pasar Tablet Naik Dua Digit, Apple Teratas
Posisi kedua pun disusul oleh Samsung (17,8 persen), Lenovo (7,1 persen), Huawei (6,6 persen), Xiaomi (6,4 persen), dan lainnya (19,8 persen).
Sempat diberi nama iSlate
Konon, sebelum Apple memberi nama pada tabletnya menjadi iPad, sejumlah pihak sempat berspekulasi bahwa nama tablet tersebut adalah iSlate. Ada yang menyebut bahwa iPad adalah versi iPhone dengan ukuran layar yang lebih besar, dan sebagainya.

Namun, saat pertama kali diperkenalkan dalam acara Apple Event 2010, mendiang Steve Jobs yang kala itu menjabat sebagai CEO Apple memperkenalkan iPad dengan cara yang cukup ciamik.
Baca juga: Selamat Tinggal Storage 64 GB di iPhone dan iPad!
Steve Jobs memulai presentasinya dengan membangun kebutuhan akan perangkat antara smartphone dan laptop/PC. iPad diposisikan dan diklaim sebagai perangkat satu-satunya yang bisa mengisi gap kepada pengguna yang ingin memiliki layar lebih besar dari ponsel, tetapi bisa menjalankan sejumlah tugas layaknya laptop.
Dalam presentasi peluncuran iPad selama 90 menit, gagasan mengenai tablet Apple ini mampu melahirkan fitur-fitur yang inovatif bagi pernagkat tablet.
Ditambah, menurut Wccftech, perangkat iPad tidak hanya dikurasi dengan baik, tetapi memiliki usia pemakaian lebih awet daripada pesaing sehingga tidak ada “kewajiban” untuk rutin ganti tablet.
Selain itu, iPad juga memiliki ekosistem yang sudah terintegrasi dengan sangat baik. Apple juga berupaya menghadirkan desain dan fitur yang lebih beragam dan terjangkau untuk konsumennya.
Kendati kritik mengenai iPad kerap dilontarkan sampai saat ini, data ataupun laporan riset kerao menunjukkan bahwa iPad memimpin dan mendominasi pasar tablet.
Sampai saat ini, Apple sudah merilis setidaknya lebih dari 30 model, mulai dari iPad generasi ke-11 di 2025, iPad Air M3 (2025), iPad Mini 7 (2024), hingga iPad Pro (2024)
Terkini Lainnya
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- 3 Alasan Kita Sering Menonton IG Stories Sendiri Berulang-ulang
- Kenapa Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Penyebabnya
- Cara Download WhatsApp Business di HP Android buat Jualan Online
- 8 Cara Mengatasi Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul, Mudah dan Praktis
- AI Gambar Midjourney V7 Dirilis, Bawa Fitur Voice Prompting dan Draft Mode
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- TikTok Uji Coba Fitur Khusus Artis, Termasuk di Indonesia
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Begini Desain Pesawat Masa Depan Menurut Airbus
- Film "Adolescence" Ungkap Sisi Gelap Media Sosial bagi Remaja
- Microsoft Rilis Copilot Search, Mesin Pencari Berbasis AI
- Microsoft Dikabarkan Tunda Proyek Data Center, Begini Nasib Cloud Region di Indonesia
- Saham Apple Anjlok gara-gara "Tarif Impor Trump", Terparah dalam Lima Tahun
- 5 Perusahaan AS yang Minat Beli TikTok Jelang Deadline Pemblokiran 5 April
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump