2 WNA China Pelaku SMS Penipuan Modus "Fake BTS" Ditangkap

- Bareskrim Polri pekan ini meringkus dua warga negara asing (WNA) asal China yang diduga terlibat dalam kasus SMS phishing (penipuan) dengan menggunakan perangkat base transceiver station (BTS) palsu atau "Fake BTS".
Dua orang WNA asal China itu berinisial XY dan YCX, dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (24/3/2025).
Penangkapan keduanya berawal ketika Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menerima laporan dari 259 nasabah. Total kerugian yang tercatat telah mencapai Rp473 juta dari 12 orang korban.
Baca juga: Komdigi Gandeng Polri, Gelar Operasi Bersama Tangani Kasus Fake BTS
XY ditangkap pada 18 Maret saat mengemudikan mobil Toyota Avanza dengan plat nomor B 2146 UYT yang dilengkapi dengan perangkat elektronik BTS palsu di sekitar kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Sementara YCX ditangkap selang dua hari setelah XY, juga saat mengendarai mobil dengan BTS palsu di kawasan SCBD.
Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada menjelaskan bahwa modus kedua pelaku adalah memanfaatkan pengiriman SMS ke alat komunikasi atau ponsel yang ada di sekitarnya.
"Mereka melakukan pencegatan transmisi dari BTS ke ponsel-ponsel. Sebelum sampai ke ponsel, dicegat dan diubah dari 4G menjadi 2G, kemudian digunakan untuk mengirimkan SMS blasting ke ponsel yang ada di sekitarnya," ucapnya, dikutip KompasTekno dari Antara, Rabu (26/3/2025).
Modus BTS palsu
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Wayan Toni Supriyanto menjelaskan jenis BTS yang dipakai oleh para pelaku.
Wayan mengatakan perangkat BTS ilegal yang digunakan para pelaku mampu memancarkan sinyal di frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz.
Baca juga: Kominfo: Indonesia Masih Butuh BTS meski Sudah Ada Starlink
Teknologi ini kemudian disalahgunakan untuk mengelabui sistem jaringan seluler dan mengirimkan pesan massal (SMS blast) berisi penipuan.
Boleh jadi, SMS palsu ini berisi tautan (link) berbahaya, kode one time password (OTP), dan sejenisnya yang seakan berasal dari perusahaan asli.
Jika link atau isi dari SMS palsu di atas diikuti, maka pengguna akan jatuh ke dalam jebakan para penipu atau pelaku Fake BTS ini.
“Kasus seperti ini menggambarkan bahwa sebenarnya SMS itu masih ideal digunakan untuk OTP dan lain sebagainya. SMS ini resmi layanan yang diberikan oleh penyelenggara seluler,” kata Wayan dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Selasa (25/3/2025).
Wayan melanjutkan bahwa modus penipuan via Fake BTS ini merupakan upaya para pelaku untuk mendulang keuntungan menjelang momen Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran 2025.
"Sebab, perputaran uang dan transaksi masyarakat pada momen hari raya biasanya memang meningkat secara signifikan,” jelas Wayan.
Baca juga: Komdigi Buru Pemancar Sinyal Palsu Penyebar SMS Penipuan
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- XL Siap Kembalikan Spektrum 7,5 MHz ke Negara, Sebut Lebih Efisien
- Daftar Direksi dan Komisaris XLSmart, Ada Retno Marsudi hingga Arsjad Rasjid
- XLSmart Resmi, Arsjad Rasjid Jadi Komut, Retno Marsudi Komisaris
- Xiaomi Rilis Mijia Smart Audio Glasses 2, Kacamata Pintar yang Ramping
- Bos Samsung Meninggal Dunia karena Serangan Jantung