Beda Arti Warna Lingkaran Hijau, Tosca, dan Biru Saat Mengecas HP Samsung

- Pengguna smartphone Samsung Galaxy pasti sering melihat animasi lingkaran warna hijau, tosca, dan biru saat mengisi daya ponselnya.
Animasi lingkaran ini biasanya juga menampilkan ikon petir, baik yang berjumlah satu maupun dua. Pengguna ponsel Samsung kerap menanyakan arti dari warna animasi lingkaran dan jumlah ikon petir di laman komunitas Samsung.
Animasi lingkaran dan ikon petir itu didesain sebagai indikator charging untuk menunjukkan kecepatan pengisian daya yang berbeda.
Menurut penulusuran KompasTekno, indikator charging ini mulai diterapkan Samsung untuk smartphone yang menjalankan sistem antarmuka (user interface/UI) OneUI 5.0 atau yang lebih baru.
Baca juga: Samsung Galaxy F05 Meluncur, HP Murah dengan Kamera 50 MP
Saat ini, Samsung menyediakan tiga kecepatan pengisian daya yang berbeda di lini ponsel Samsung Galaxy, yakni 15 watt, 25 watt, dan 45 watt. Nah, warna animasi lingkaran itu menjadi indikator untuk ketiga kecepatan pengisian daya itu.
Berikut arti warna Lingkaran Hijau, Tosca, dan Biru saat mengecas HP Samsung Galaxy berdasarkan laman komunitas Samsung dan berbagai sumber:
- Lingkaran hijau dan satu logo petir: Fast Charging (15 watt)
Ini menandakan ponsel sedang diisi daya dengan kecepatan 15 watt. Ponsel dengan baterai 5.000 mAh diestimasikan butuh waktu sekitar 2 jam 30 menit untuk terisi penuh 0-100 persen. - Lingkaran tosca dan dua logo petir: Super Fast Charging (25 watt)
Baterai 5.000 mAh yang mendukung pengisian daya 25 watt dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 80-100 menit. - Lingkaran biru dan dua logo petir: Super Fast Charging 2.0 (45 watt)
Baterai 5.000 mAh yang mendukung pengisian daya 45 watt dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 50-60 menit.
Kecepatan charging ini bergantung dengan jenis model ponsel, serta adapter dan kabel yang dipakai untuk mengecas.
View this post on InstagramA post shared by Kompas Tekno (@teknokompas)
Kebanyakan ponsel entry-level dan mid-range Samsung sudah mendukung pengisian cepat (fast charging) 25 watt.
Sementara Super Fast Charging 2.0 (45 watt) hanya tersedia untuk ponsel flagship seperti Samsung Galaxy S24 Ultra, Samsung S23 Ultra, dan lainnya.

Pertama, pengguna tidak menggunakan adapter (kepala) dan kabel charger yang mendukung pengisian cepat 25 watt atau 45 watt.
Dalam kasus ini, kecepatan pengisian daya biasanya akan diturunkan ke versi standar, yaitu 15 watt. Dengan ini, pengguna akan melihat animasi lingkaran hijau dan satu logo petir ketika ngecas.
Namun, jika pengguna memiliki ponsel Samsung S24 Ultra (45 watt) tapi mengecas dengan adapter 25 watt, maka kecepatan pengisian dayanya akan mentok di 25 watt. Dengan ini, pengguna hanya akan melihat animasi lingkaran tosca dengan dua logo petir.
Baca juga: Samsung Bundling Galaxy A55 5G dengan Headphone Gaming dan Skin MLBB Gratis
Kedua, pengguna mematikan fitur Fast Charging di ponsel.
Secara bawaan, Samsung sudah mengaktifkan fitur pengisian cepat alias fast charging di smartphone bikinannya. Namun, fitur ini memang opsional dan bisa dinonaktifkan lewat pengaturan.
Jadi, pengguna bisa mengecek ulang di pengaturan, apakah fitur fast charging di ponselnya sudah aktif atau belum.
Berikut caranya: menu Setting > Battery > Charging Settings > Fast charging (on).
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Game "Final Fantasy XVI" Meluncur di PC, Ini Harganya di Indonesia
- Office LTSC 2024 Resmi, Tanpa Internet dan Tak Perlu Berlangganan
- Temui Menkominfo, Bigo Live Nyatakan Komitmen Keamanan Konten dan Investasi di Indonesia
- iPhone 16 Enggak Selaku iPhone 15?
- Instagram Rilis Akun Khusus Remaja, Interaksi Bisa Lebih Privat dan Aman