Kenapa Google Maps Bisa Bikin Kesasar? Begini Penjelasannya
- Google Maps sering membuat kesasar sepertinya sudah menjadi cerita yang cukup populer. Baru-baru ini, terdapat pula kisah mengenai Google Maps yang diduga telah membuat pengguna tersasar, hingga berujung meregang nyawa.
Seorang pengguna asal California, Amerika Serikat, bernama Philip Paxson diberitakan telah mengalami kecelakaan dan meninggal dunia karena diduga Google Maps yang dipakainya memberikan petunjuk arah yang salah dan tak aman.
Baca juga: Cek Alamat Ini “51 Jefferson Ave Toronto M6K 1Y3 Canada” di Google Maps, Muncul Kata Unik
Akibat kesalahan Google Maps, keluarga mendiang Paxson pun akhirnya menggugat Google. Kisahnya bisa dibaca lebih lanjut di artikel ini “Google Digugat Gara-gara Maps Bikin Orang Kesasar dan Meninggal”.
Selain kisah di atas, masih banyak lagi kisah lain soal Google Maps yang membuat pengguna jadi tersasar. Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalaminya juga, yang mana Google Maps menunjukkan arah tetapi tidak sesuai rute ke lokasi tujuan yang sebenarnya.
Lantas, sebenarnya kenapa sering membuat kesasar? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah penjelasan mengenai penyebab Google Maps sering membuat kesasar.
Penyebab Google Maps sering membuat kesasar
Google Maps bisa menyajikan informasi lokasi dan penunjuk arah pada pengguna dalam satu aplikasi, berdasar kumpulan data geospasial atau objek yang ada di atas permukaan bumi (jalan, gedung, rumah, dan sebagainya) dari tiap wilayah.
Untuk diketahui, data geospasial itu berfungsi untuk memperjelas atau melengkapi informasi dari citra pada suatu tempat yang dikirimkan satelit ke aplikasi Google Maps di gadget pengguna.
Dengan begitu, Google Maps bisa dianalogikan seperti "perpustakaan" yang berisi koleksi data geospasial. Pengguna bisa dengan mudah mencari informasi lokasi dari perpustakaan yang terdapat di Google Maps.
Layaknya perpustakaan, tentu Google Maps harus memiliki banyak koleksi data geospasial agar informasi yang didapat pengguna bisa disajikan secara akurat. Dalam mengumpulkan data tersebut, Google Maps tidaklah bekerja sendirian.
Data geospasial dari seluruh belahan bumi tidak mungkin bisa dikumpulkan oleh Google saja. Untuk informasi pada peta dasar, Google Maps mengandalkan data yang bersumber dari institusi resmi atau kredibel yang berwenang soal pengelolaan lokasi di wilayah setempat.
Data tersebut berisi informasi tentang semua jalur yang dilintasi pengguna, dari jalan raya hingga gang kecil. Google Maps menggabungkan semua data tersebut jadi satu gambar komprehensif yang bisa terpampang di aplikasi.
Baca juga: Ramai Muncul Nama Aneh di Sekitar Gedung DPR RI pada Google Maps, Bagaimana Bisa?
Sedangkan pada peta street view atau peta yang bisa menunjukkan gambar dari suatu lokasi, Google Maps mengandalkan dokumentasi yang diambil dari kendaraan dengan menggunakan kamera 360 derajat.
Proses dokumentasi itu juga tidak dilakukan oleh Google Maps sendiri, melainkan melibatkan kerja sama dengan perusahaan atau organisasi lain sebagai pihak ketiga.
Intinya, kumpulan citra satelit dan data geospasial yang bisa tampil di Google Maps bukanlah pekerjaan tunggal. Dari cara kerja Google Maps tersebut, bisa diketahui bahwa penunjuk arah di aplikasi ini bertumpu pada kumpulan data, sebagaimana dilansir Forbes.
Sementara itu, mengumpulkan data dari berbagai wilayah di seluruh negara adalah pekerjaan yang panjang. Tidak menutup kemungkinan juga ada beberapa wilayah yang belum terkumpulkan datanya.
Terkini Lainnya
- Cara Bikin Garis Kop Surat di Word, Pakai Tanda Pagar dan Fitur Shapes
- Apa Itu Router? Definisi, Fungsi, dan Jenis, dan Bedanya dengan Modem
- Antarmuka HP Samsung OneUI 7 Beta Berbasis Android 15 Dirilis, Ini Fitur Barunya
- Penerapan Paradigma minMAX dalam Pengembangan AI untuk Indonesia
- YouTube Rilis Daftar 10 Topik, Lagu, dan Kreator Paling Populer di Indonesia 2024
- Di Balik Rencana Tecno Bawa Teknologi AI ke Indonesia
- AWS Siapkan Rp 1,5 Triliun demi AI dan Cloud Computing
- Layanan ChatGPT Pro Dirilis, Harga 10 Kali Lebih Mahal tapi Lebih Pintar dan Bernalar
- 1 Jam, Pabrik Tecno di Chongqing Bisa Produksi 450 Unit HP
- 10 HP Flagship Android Terkencang November 2024 Versi Antutu
- Rekor Baru, Harga Bitcoin Tembus Rp 1,5 Miliar Per Keping
- Tablet Tecno Megapad 11 Meluncur dengan Chip Helio G99
- Menperin Sebut Apple Akan Bikin Pabrik di Indonesia, Investasi Rp 15 Triliun
- Cara Mengubah Format Waktu yang Salah Menjadi Benar di Microsoft Excel
- Induk Facebook Lirik Nuklir untuk Sumber Tenaga Data Center AI
- Punya USB C, Bolehkah iPhone 15 Di-charge dengan Kabel Android?
- Xiaomi Smart Band 8 Meluncur Global, Layar 60 Hz, Baterai 16 Hari, dan Strap Praktis
- Unity Ubah Skema Tarif Pemakaian Engine Setelah Diprotes Developer
- Cara Beli dan Menggunakan E-meterai di Dokumen Pendaftaran CPNS dan PPPK 2023
- Riset: Netflix dan Apple Punya Konsumen Paling Setia