Pengertian Algoritma Pencarian dan Jenis-jenisnya

- Sebagian pengguna internet mungkin saja pernah menelusuri suatu hal di internet dan berulang kali memasukkan kata kunci, namun tidak menemukan apa yang dicari. Hal tersebut menunjukkan bahwa kata kunci yang dimasukkan kurang tepat, sehingga apa yang disajikan oleh mesin pencari tidak akurat.
Kemungkinan lainnya yang bisa terjadi adalah konten yang Anda cari tidak memiliki kata kunci spesifik, sehingga algoritma pencarian juga tidak dapat menyajikan data yang relevan.
Algoritma pencarian inilah yang menentukan penting tidaknya suatu halaman web dan kontennya. Lantas apa yang dimaksud dengan algoritma pencarian? Berikut KompasTekno telah merangkum pengertian algoritma pencarian beserta jenis-jenisnya.
Baca juga: Algoritma Diubah, Aplikasi Apple Bakal Jarang Muncul di App Store
Pengertian algoritma pencarian
Algoritma pencarian adalah formula unik yang digunakan mesin pencari untuk mengambil informasi spesifik yang disimpan dalam struktur data. Algoritma pencarian inilah yang menentukan penting tidaknya suatu halaman web dan kontennya.
Dalam ilmu komputer, tingkat kecepatan sebuah aplikasi terletak pada ketepatan penggunaan algoritma pencarian. Algoritma pencarian yang terdapat dalam mesin pencari menggunakan kata kunci untuk menangkap semua data yang ada.
Efisiensi algoritma pencarian diukur dengan sebanyak apa perbandingan kunci pencarian dilakukan. Notasi yang digunakan dalam algoritma pencarian adalah O(n), dimana n adalah jumlah perbandingan yang dilakukan.
Jenis-jenis algoritma pencarian
Terdapat beberapa jenis algoritma pencarian yang paling banyak digunakan saat ini diantaranya adalah sebagai berikut.
Jenis algoritma ini bekerja dengan menemukan elemen dalam daftar dengan memeriksa secara berurutan setiap elemen daftar hingga menemukan kecocokan atau menyelesaikan pencarian di seluruh daftar.
Algoritma pencarian linear dinilai tidak praktis, karena tingkat kecepatannya yang lambat.
Akan tetapi, ini bisa menjadi pilihan yang baik jika diterapkan dalam kumpulan data yang kecil.
Hal ini dikarenakan sekelompok data yang kecil tidak memerlukan penyortiran data terlebih dahulu. Jika Anda memiliki sekelompok data yang cukup besar, penggunaan algoritma dan skema pencarian biner jauh lebih cepat dibandingkan dengan algoritma pencarian linear.
Algoritma pencarian biner
Jenis algoritma ini sangat berguna untuk menemukan posisi nilai tertentu dalam larik yang diurutkan. Algoritma pencarian biner dianggap sebagai salah satu algoritma pencarian paling efisien, karena memiliki tingkat kecepatan kerja yang tinggi.
Algoritma pencarian biner bekerja dengan mulai mencari di tengah array, kemudian turun ke bagian bawah atau atas dari urutan yang diberikan. Apabila nilai median lebih rendah dari nilai target, pencarian akan lebih tinggi. Jika sebaliknya, algoritma akan melihat ke bagian yang menurun dari larik.
Dengan cara kerja yang dimulai dari tengah daftar yang diurutkan, algoritma dapat mengurangi ruang pencarian hingga setengahnya. Oleh karena itu, jenis algoritma pencarian ini dianggap sebagai metode yang cepat dan efisien untuk menemukan nilai target tertentu dari sekumpulan item yang dipesan.
Algoritma pencarian lompat
Algoritma pencarian lompat juga dikenal dengan pencarian blok. Jenis algoritma ini cocok untuk susunan data yang diurutkan.
Algoritma ini bekerja untuk memeriksa lebih sedikit elemen daripada pencarian linier dengan melompat ke depan menggunakan langkah-langkah tetap atau melewatkan beberapa elemen alih-alih mencari semuanya.
Baca juga: Cara Kerja Search Engine dalam Menentukan Hasil Pencarian
Terkini Lainnya
- Bocoran Spesifikasi HP Xiaomi 15 Ultra, Bawa Kamera Periskop 200 MP
- Ketika Google Mencibir, OpenAI Justru Meniru DeepSeek
- Harga ChatGPT Plus dan Cara Berlangganannya
- Ponsel Lipat Tiga Huawei Mate XT Ultimate Hiasi Bandara Kuala Lumpur Malaysia
- 9 Cara Mengatasi WhatsApp Tidak Ada Notifikasi kalau Tidak Buka Aplikasi
- Fenomena Unik Pakai Apple Watch di Pergelangan Kaki, Ini Alasannya
- 3 Cara Beli Tiket Bus Online buat Mudik Lebaran 2025, Mudah dan Praktis
- Instagram Uji Tombol "Dislike", Muncul di Kolom Komentar
- Video: Hasil Foto Konser Seventeen di Bangkok, Thailand, dan Tips Rekam Antiburik
- ZTE Blade V70 Max Dirilis, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Dynamic Island ala iPhone
- 4 HP Android Murah Terbaru 2025, Harga Rp 2 juta-Rp 3 jutaan
- Cara Cek Numerologi di ChatGPT yang Lagi Ramai buat Baca Karakter Berdasar Angka
- 61 HP Samsung yang Kebagian One UI 7
- AMD dan Nvidia Kompak Umumkan Tanggal Rilis GPU Terbarunya
- 15 Masalah yang Sering Ditemui Pengguna HP Android
- Pengertian Stack dan Queue serta Contoh Penerapannya
- Jenis-jenis Komputer Berdasarkan Ukuran dan Fungsinya
- Informatika: Pengertian, Dampak, dan Manfaat
- DTO Kemenkes Buka Lowongan Kerja untuk 24 Posisi IT dan Digital, Begini Cara Daftarnya
- [POPULER TEKNO] Bos Baru WhatsApp Indonesia | Maraknya iPhone "No Service" | Poster Festival Musik Instafest Spotify yang Viral di Medsos