Tambang Bitcoin Bertumbangan di China, GPU Turun Harga

- Upaya pemerintah China meredam aktivitas penambangan mata uang kripto berdampak ke berbagai hal, seperti harga Bitcoin yang terus anjlok, hingga performa hashrate mata uang kripto tersebut yang kian turun.
Tambang-tambang Bitcoin di China bertumbangan karena ditutup oleh otoritas setempat. Diperkirakan 90 persen kapasitas mining Bitcoin di sana sudah lenyap karena hal tersebut.
Tekanan dari pemerintah Negeri Tirai Bambu ini tampaknya bakal memiliki dampak positif bagi konsumen, khususnya gamer, yaitu menurunnya harga GPU, alias kartu pengolah grafis mumpuni yang biasanya digunakan untuk kegiatan penambangan.
Berdasarkan laporan TomsHardware, harga sejumlah GPU di China untuk bulan Juni 2021 mengalami penurunan tajam hingga 45 persen dibanding harga bulan Mei lalu.
Baca juga: Harga Bitcoin dkk Anjlok Lagi, Apa Penyebabnya Kali Ini?
GPU Asus TUF Gaming GeForce RTX 3060 OC Edition, misalnya, kini dibanderol 835 dolar AS (sekitar Rp 12 juta), lebih murah dari harga sebelumnya di angka 1.531 dolar AS (sekitar Rp 22 juta).
Ada pula MSI GeForce RTX 3070 Gaming X Trio yang kini dibanderol 1.247 dolar AS (sekitar Rp 12 juta), turun 24 persen dari 1.624 dolar AS (sekitar Rp 23,4 juta).
Penurunan harga ini sendiri kemungkinan bervariasi antar vendor perakit GPU. Misalnya, GPU keluaran Colorful bakal memiliki harga berbeda dengan keluaran MSI, Asus, Zotac, dan lain sebagainya.
Harga GPU juga turun di Eropa dan AS
Selain di China, harga GPU di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk bulan Juni ini juga dilaporkan mengalami penurunan dibanding harga bulan Mei lalu.
Di kawasan Eropa, penurunan harga GPU budget macam Nvidia GeForce RTX 3060 dan AMD Radeon RX 6700 XT berkisar di angka 50 persen, sedangkan penurunan harga GPU high-end macam RTX 3080 dan RX 6800 XT berkisar 10-15 persen.
Baca juga: Kemendag: 6,5 Juta Orang Indonesia Jual Beli Kripto, Total Transaksi Capai Rp 370 Triliun
Adapun harga GPU di AS untuk bulan ini disebut lebih murah sekitar 20 persen dibanding harga bulan Mei lalu, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TomsHardware, Kamis (24/6/2021).

Meski belum bisa dipastikan apakah harga GPU global juga bakal ikut turun, penurunan ini agaknya menggambarkan bahwa pembatasan aktivitas mining di China tampaknya memang memengaruhi harga jual GPU di sejumlah wilayah.
Namun , harga GPU juga dipengaruhi oleh ketersediaan stok komponen tersebut di pasar dan pengaruh kelangkaan komponen semikonduktor yang tengah melanda dunia.
China meredam Bitcoin dkk
Meskipun pemerintah China melarang Bitcoin dkk digunakan dalam transaksi dan layanan finansial apapun, negara tersebut adalah pusaaktivitas penambangan kripto.
China berkontribusi terhadap 65 persen total kinerja penambangan (hashrate) Bitcoin seluruh dunia, berdasarkan data Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index April 2020 lalu.
Kegiatan mining ini menyedot listrik dalam jumlah besar sehingga bertentangan dengan visi pemerintah China mengurangi emisi karbon pada 2030 dan menjadi negara netral karbon pada 2060 mendatang.
Baca juga: China Sediakan Pos Pengaduan Aktivitas Penambangan Bitcoin dkk
Otoritas China pun bergerak dan menutup tambang-tambang kripto di sejumlah wilayah, termasuk Xinjiang dan Sichuan yang menjadi pusat aktivitas mining di negara tersebut.
Pemerintah China turut memerintahkan perusahaan listrik dan bank-bank besar untuk menyelidiki apabila ada pelanggannya yang melakukan kegiatan terkait mata uang kripto.
Untuk listrik, penyedia bisa melaporkan pemakaian daya yang "tidak wajar", sedangkan bank bisa memblokir rekening nasabah apabila mereka ketahuan melakukan perdagangan cryptocurrency.
Terkini Lainnya
- Netflix Buka Restoran, Bawa Konsep Serial dan Film Populer
- 2 Cara Menghentikan SMS Spam Iklan Pinjol yang Mengganggu
- Cara Blokir SMS Spam dan Promosi di HP Samsung
- MSI "Pede" Jual Konsol PC Handheld Lebih Mahal dari Asus dan Lenovo
- 4 Cara Bikin Kartu Ucapan Lebaran 2025 untuk Hampers, Cepat dan Bisa Cetak Sendiri
- Unboxing Moto G45 5G, HP Pertama Motorola "Comeback" ke RI
- Tablet "Flagship" Huawei MatePad Pro13.2 Meluncur, Bawa Fitur Olah Dokumen Level PC
- Motorola Resmi Kembali ke Indonesia, Bawa HP Moto G45 5G
- Ponsel Lipat Huawei Mate X6 Meluncur, Harga Rp 31 Jutaan
- Huawei Mate XT Ultimate Resmi Rilis Global, Smartphone Lipat Tiga Harga Rp 60 Juta
- Cara Menghapus Cache di HP Xiaomi dengan Mudah dan Praktis
- iPhone SE Tidak Ada Lagi, Ini Gantinya?
- Begini Kemampuan AI di PC Gaming Handheld MSI Claw 8 AI Plus
- Bocoran 4 Saudara Kembar Oppo Find X9
- 2 Cara Beli Tiket Kapal Feri Online untuk Mudik Lebaran 2025, Mudah dan Praktis
- "Tambang" di China Ditutup, Bitcoin Makin Sulit Didapatkan
- Kisah John McAfee, Jutawan Eksentrik Penuh Kontroversi yang Hidupnya Berakhir di Bui
- Samsung Diam-diam Jual Galaxy S20 FE Versi Snapdragon 865 di Indonesia
- Bocoran Wujud Asli iPhone 13, iPhone 13 Mini, Pro, dan Pro Max
- Google Perbaiki Masalah "Google Terus Berhenti" di Android