Diserang Ransomware, Garmin Setop Sementara Layanan GPS

- Produsen arloji pintar (smartwatch) dan fitness tracker asal Amerika Serikat, Garmin, telah menutup seluruh layanan terkait pelacakan menggunakan GPS, terhitung sejak 23 Juli lalu.
Penghentian tersebut diduga dilakukan akibat adanya serangan ransomware baru bernama "WastedLocker", yang telah melumpuhkan seluruh sistem Garmin, termasuk layanan fitness tracker, flyGarmin, dan aplikasi Garmin Pilot.
Ransomware merupakan program berbahaya (malware) yang dapat mengenkripsi file dan mengunci data-data milik pengguna. Untuk membuka enkripsi, pelaku biasanya meminta tebusan lebih dahulu.
WastedLocker diklaim sebagai salah satu jenis ransomware yang cerdas, lantaran disebut mampu mengelabui aneka program perlindungan terhadap malware (anti-malware) yang diterobosnya.
Baca juga: Layanan GPS Garmin Tumbang Belasan Jam hingga Kini
Untuk bisa terbebas dari program berbahaya tersebut, sang peretas meminta uang tebusan berkisar 500.000 dollar AS (Rp 7,3 miliar) hingga 1 juta dollar AS (Rp 14,6 miliar) kepada pihak Garmin.
Saat ini, Garmin masih menutup seluruh layanan pelacakan GPS-nya, dan tengah melakukan pemeliharaan sistem (maintenance) hingga beberapa hari ke depan. Hal ini guna mengatasi serangan malware tersebut.
Sejalan dengan penutupan layanan, Garmin telah menon-aktifkan sementara situs web resminya, diikuti dengan penutupan sinkronisasi data pada pengguna layanan Garmin Connect.
Akibatnya, para pengguna tidak dapat membagikan aktivitas olahraga mereka, misalnya berlari atau bersepeda, ke rekan-rekan mereka lewat sejumlah platform terkait, seperti Strava.
Strava sendiri merupakan aplikasi Android dan iOS yang bisa disinkronkan dengan beragam perangkat smartwatch, salah satunya aneka produk buatan Garmin.
Baca juga: Gadget-gagdet Garmin yang Bisa Dibeli di Gerai Erajaya
Perusahaan bahkan turut menutup layanan database penerbangan (flyGarmin) serta sejumlah lini produksinya yang tersebar di wilayah Asia.
Melalui akun Twitter resminya, Garmin menyatakan bahwa penutupan layanan turut memblokir akses panggilan telepon, e-mail, dan obrolan yang dikirim secara online oleh para pengguna.
Tak hanya memengaruhi pengguna smartwatch secara khusus, para pilot yang juga tidak dapat mengakses layanan flyGarmin dan aplikasi Garmin Pilot.
Dirangkum KompasTekno dari ZDNet, Sabtu (25/7/2020), flyGarmin adalah salah satu layanan web Garmin yang mendukung peralatan navigasi penerbangan.
Terkini Lainnya
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- Vivo X50 Series Bisa Dibeli di Indonesia Mulai Hari Ini, Pre-order Kedua Dibuka
- Soal Pembobolan Rekening Pakai Setruk ATM dan Data KPU, Ini Saran Pengamat Siber
- Dimas Siswa SMP yang Tak Bisa Belajar Online Dapat Bantuan Ponsel
- Layanan GPS Garmin Tumbang Belasan Jam hingga Kini
- Meow Attack, Hacker Hapus Ribuan Data Sisakan Kata "Meong"