Hati-hati, Ransomware Baru Mulai Menyerang MacOS

- Masih ingat dengan WannaCry? Ransomware ini sempat menghebohkan dunia maya pada 2017 lalu. Perangkat lunak jahat ini dapat mengunci data-data milik pengguna.
Kini serangan virus penyandera data ini kembali ditemukan. Serangan ini secara spesifik menargetkan perangkat Apple berbasis sistem operasi MacOS.
Ransomware baru bernama EvilQuest, tersebut dapat mengenkripsi file dan menyebabkan beberapa masalah pada sistem operasi.
Menurut laporan dari perusahaan antivirus Malwarebytes, EvilQuest dibawa oleh sebuah aplikasi MacOS bajakan. Sebuah kode berbahaya ditemukan di aplikasi salinan "Little Snitch" yang kemungkinan telah dimodifikasi sebelumnya.
Salinan aplikasi ini, diunduh melalui tautan torrent yang ditemukan di sebuah forum berbahasa Rusia. Sebenarnya, aplikasi Little Snitch yang aman memang tersedia secara legal.
Aplikasi tersebut hanya berjalan di perangkat MacOS. Namun, aplikasi Little Snitch bajakan turut membawa file berupa PKG installer yang biasa digunakan untuk menginstal sebuah program software.
Baca juga: Pembuat Ransomware Petya Minta Tebusan Rp 3 Miliar
Setelah menganalisis file PKG ini, Malwarebytes menemukan bahwa aplikasi tersebut memiliki "postintal script", yang biasanya digunakan untuk membersihkan pemasangan setelah proses instalasi dilakukan.
Dalam kasus ini, skrip tersebut menempelkan malware di MacOS. File skrip ini disalin dan disembunyikan ke sebuah folder bernama "CrashReporter" yang terhubung ke aplikasi Little Snitch. Lokasi tepatnya adalah di /Library/LittleSnitchd/CrashReporter.
Dengan demikian, pengguna tidak akan mudah mengetahui bahwa aplikasi tersebut ada di Acitivity Monitor, sebab MacOS juga memiliki aplikasi dengan nama serupa.
Menurut Malwarebytes, ransomware ini baru akan memulai aksinya setelah beberapa waktu terinstal di perangkat.
Sehingga pengguna tidak lekas menyadari bahwa masalah yang terjadi disebabkan oleh aplikasi Little Snitch bajakan.
Setelah kode berbahaya tadi aktif, kode tersebut akan memodifikasi sistem dan file pengguna dengan enkripsi yang tidak diketahui.
Enkripsi ini membuat fitur Finder di Mac tidak bekerja dengan baik dan sistem akan sering mengalami crash.
Bahkan sistem Keychain juga ikut dirusak, menyebabkan pengguna tidak bisa mengakses password dan sertifikat yang disimpan di dalam Mac.
Baca juga: Serangan Ransomware Teranyar Ternyata dari Jenis Baru
Dalam sebuah pesan yang muncul di layar, peretas meminta tebusan sebesar 50 dollar AS (sekitar Rp 724.000) jika ingin mendapatkan file mereka kembali. Apabila tidak dipenuhi, peretas mengancam akan menghapus seluruh file dalam tiga hari.
Dirangkum KompasTekno dari 9to5mac, Jumat (3/7/2020), hingga saat ini belum ada cara yang bisa dilakukan untuk menghapus malware tersebut.
Hanya ada satu cara yang kemungkinan berhasil, yakni memformat seluruh disk. Ada baiknya pengguna melakukan backup (pencadangan) file yang ada di Mac.
"Simpan setidaknya dua salinan data penting dan salah satunya, tidak boleh disimpan di dalam Mac setiap saat," tulis Malwarebytes dalam situsnya.
Sebab, ransomware masih berpeluang untuk mengenkripsi atau merusak file cadangan yang terhubung ke drive.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Inilah 5 Game PS Plus yang Paling Banyak Diunduh Satu Dekade Terakhir
- Singapura Bagikan Gadget Pelacak Covid-19 Alternatif Smartphone
- Facebook Tutup Lasso, Aplikasi Serupa TikTok
- Honor 30 Lite dan Honor X10 Max Resmi Meluncur, Ini Harganya
- Google Photos Tak Lagi "Backup" Foto dari Medsos Secara Otomatis