cpu-data.info

Google Berantas Jaringan Penipu di Maps, 10.000 Profil Palsu Dimusnahkan

Ilustrasi tampilan Google Maps.
Lihat Foto

- Raksasa teknologi Google mengumumkan, menghapus lebih dari 10.000 profil bisnis palsu di layanan aplikasi Google Maps.

Ini dilakukan setelah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menemukan jaringan penipuan yang membuat serta menjual daftar bisnis palsu kepada konsumen.

Kasus ini bermula dari laporan sebuah bisnis di Texas, Amerika Serikat, yang mengeluhkan adanya tukang kunci tidak berlisensi yang menyamar di Google Maps.

Dari laporan tersebut, Google kemudian melakukan investigasi lebih lanjut dan menemukan  jaringan penipuan yang lebih luas dengan praktik serupa, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CBSNEWS, Senin (24/3/2025).

"Begitu kami mengetahui adanya penipuan ini, kami berupaya sekuat tenaga untuk mengidentifikasi daftar penipuan serupa," ujar General Counsel Google, Halimah DeLaine Pradom.

Baca juga: Tol Cipularang Km 92 Ditandai sebagai Lokasi Rawan Kecelakaan di Google Maps

Google juga mengatakan, perusahaan telah melayangkan gugatan kepada orang yang diduga pelaku di balik penipuan tersebut.

Dalam gugatan itu, Google mengatakan bahwa pria tersebut beroperasi dalam jaringan penipuan yang lebih luas. Pelaku dituduh bertugas membuat dan menjual profil bisnis palsu di Google Maps.

Modus penipuan

Dalam investigasinya, Google menemukan bahwa mayoritas penipuan ini terjadi di sektor layanan darurat atau yang disebut sebagai duress verticals, seperti jasa derek, tukang kunci, dan layanan perbaikan rumah.

Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari pencatutan nama bisnis legal hingga peretasan akun bisnis asli yang sudah ada. DeLaine menyebut, modus penipuan ini menjadi semakin canggih.

Investigasi tersebut juga mengungkap bahwa para penipu ini tidak bekerja sendiri. Mereka memiliki jaringan di dunia dan memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan jangkauan mereka.

Salah satu contoh dalam gugatan tersebut menunjukkan seorang penipu yang beraksi lewat   beberapa grup Facebook. Dalam unggahannya, ia mengiklankan "ulasan bintang 5" di profil bisnis palsu yang mereka buat.

DeLaine membeberkan teknik lain yang dilakukan para penipu, yang disebut "the bait and switch". Teknik ini menargetkan pengguna yang mencari layanan (jasa) tertentu di Google Maps, tetapi justru diarahkan ke bisnis palsu.

Dalam beberapa kasus, nomor telepon yang tertera pada profil bisnis juga disadap dan mengarahkan panggilan ke nomor milik penipu.

Ketika konsumen terhubung dan memutuskan menggunakan jasa dari bisnis palsu tersebut, mereka sering kali dikenakan biaya yang jauh lebih tinggi dari yang dijanjikan sebelumnya.

Google mengatakan penipuan itu menargetkan orang-orang yang berada dalam situasi darurat (duress verticals), sehingga mudah dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan ini.

Baca juga: 2,5 Miliar Akun Gmail Terancam AI Hack

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat