Terungkap, iPhone 15 Series Kalah Laris Dibanding HP Android Ini

- Huawei memperkenalkan duo ponsel flagship Android terbarunya, Mate 60 dan Mate 60 Pro, pada akhir Agustus lalu. Smartphone high-end ini ternyata diminati konsumen sehingga dilaporkan laris manis di pasar domestik Huawei di China.
Menurut lembaga riset pasar Counterpoint, Huawei berhasil menjual 1,6 juta unit ponsel Mate 60 dalam waktu hanya enam pekan.
Sebanyak 400.000 unit dari angka tersebut terjual dalam dua pekan terakhir, atau berbarengan dengan debut seri ponsel iPhone 15 dari Apple di Negeri Tirai Bambu.
Baca juga: 8 Masalah iPhone 15 yang Banyak Dikeluhkan, Tak Cuma Overheat dan Layar Burn-in
Namun, iPhone 15 berbeda nasib karena justru lebih sepi peminat dibandingkan pendahulunya. Penjualan iPhone 15 di China dalam 17 hari pertama di China, menurut Counterpoint, turun sebesar 4,5 persen dibandingkan seri iPhone 14.
Saking lakunya seri Huawei Mate 60, Counterpoint menyebutkan bahwa kiriman unit ponsel tersebut segera ludes begitu sampai di peritel sehingga terkesan selalu tidak ada stoknya.
Countepoint tak merinci lebih lanjut mengenai berapa penjualan yang dicatat masing-masing model dari seri Huawei Mate 60, ataupun angka penjualan dari seri iPhone 15 di luar angka persentase yang dilaporkan turun.
Baca juga: Kesan Pertama Hands-on Huawei Mate 60 Pro Plus, HP China yang Bikin Geger Amerika
Yang jelas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (23/10/2023), lembaga riset tersebut beberapa waktu lalu melaporkan bahwa pasaran smartphone global mengalami penurunan 8 persen secara YoY di kuartal-III 2023.
Menurut laporan Counterpoint, pangsa pasar Apple di kuartal-III 2023 menurun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, pangsa pasar Huawei mengalami pertumbuhan karena didorong penjualan seri ponsel Mate 60 di China.
Peluncuran Huawei Mate 60 membuat Amerika Serikat kebakaran jenggot karena seri ponsel tersebut dibekali chip Kirin 9000S yang dibuat dengan proses fabrikasi 7nm.
Baca juga: Terungkap, Teknologi Rahasia Chip Huawei Mate 60 Pro yang Bikin Amerika Meradang
Padahal, China seharusnya tidak bisa membuat prosesor dengan proses fabrikasi canggih tersebut karena fasilitas manufakturnya sengaja dibatasi oleh AS lewat pembatasan ekspor produk teknologi.
Terkini Lainnya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Radeon RX 7900M Resmi, GPU Laptop Terkencang dari AMD
- Sennheiser Accentum Dipastikan Masuk Indonesia, Headphone Wireless Mewah Harga Murah
- Sennheiser Conversation Clear Plus Segera Masuk Indonesia, TWS untuk Bantu Pendengaran
- 4 Game Gratis di Epic Games Store, Ada "The Evil Within 2"
- Layar Depan Oppo Find N3 Flip Bisa Tampilkan Animasi Hewan Peliharaan 3D