Spotify Manjakan Podcaster dengan Sejumlah Fitur Baru

- Platform musik alir, Spotify memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk pembuat konten podcast (podcaster).
Fitur tersebut antara lain kemampuan penyesuaian tampilan podcast di dalam platform, hasil analitik dari postingan podcast baru, alat mengedit ringkasan podcast, dan masih banyak lagi.
“Di minggu Podcast Movement ini, kami mengumumkan sejumlah pembaruan produk kepada pendengar Spotify dan meningkatkan pengalaman kreatif, memberi podcaster lebih banyak kesempatan untuk ditemui (pendengar), bertumbuh, dan dimonetisasi,” jelas Spotify di laman resminya, Rabu (23/8/2023).
Terdapat tiga aspek dari update tersebut. Pertama, podcaster dapat mengelola kehadirannya di Spotify untuk menyesuaikan tampilan kanal, memilih klip preview (pratinjau) saat konten podcast direkomendasikan kepada pengguna baru.
Baca juga: Spotify Dikabarkan PHK Karyawan Divisi Podcast
Kedua, podcaster dimungkinkan melihat hasil analitik tayangan, laporan yang eksklusif terkait kanal podcast di Spotify bisa ditemukan oleh pendengar. Ketiga, podcaster dimungkinkan mengeksplorasi cara baru untuk memonetasi konten.

Untuk membantu podcaster mewujudkan ketiga aspek di atas, Spotify bakal melakukan beberapa penyesuaian yang baru lewat perombakan tampilan kanal Podcast. Kini, podcaster dapat mengatur sendiri menu “About” (menu baru) di kanal Spotify mereka.
Podcaster dimungkinkan mencatutkan tautan (link) akun media sosial (Instagram, YouTube, dkk) di bio Spotify, atau bahkan tautan Linktree. Supaya para pengikut atau pendengar baru bisa tetap terlibat dengan podcaster favorit mereka di media sosial/platform yang berbeda.
Di menu yang sama, menu About, podcaster juga dapat mengarahkan pendengar baru ke episode podcast terbaik. Sistem akan menampilkan satu kolom episode terbaik, berukuran lebih besar, disertai tulisan “Best place to start”.
Baca juga: Ramai TikTok Music Pesaing Spotify, Begini Tampilan dan Cara Download-nya
Di satu sisi, Spotify juga menambahkan fitur baru di menu “More like This. Podcaster dapat memanfaatkan ini untuk mempromosikan konten lain dengan tulisan “Host recommendations”.
Rekomendasi yang diberikan bisa selain podcast, seperti musik album, kumpulan playlist, hingga audiobook.
Hasil analitik lebih rinci

Ketika kreator dimungkinkan menjangkau audiens yang baru, Spotify juga menghadirkan fitur baru lain untuk membantu podcaster melihat hasil analitik yang lebih lengkap. Agar kreator dapat memahami sejauh mana konten mereka ditemui atau didengar di platform Spotify.
Bagian menu dasbor “Spotify for Podcasters” (menu khusus untuk kreator yang mengunggah podcast), kreator dapat melihat total impresi tiap episode yang dirilis, memantau pertumbuhan konten selama 30 hari ke depan, laporan mengapa konten bisa menjadi tren, dan di mana saja tayangan tersebut dimunculkan.
Selain itu, Spotify juga menawarkan analitik monetisasi konten yang baru. Kebaruan ini ingin membantu podcaster meraup lebih banyak keuntungan, mengukur efektivitas kinerja dan iklan langganan yang ditayangkan.
Sebagaimana dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Kamis (24/8/2023), alat dan laporan analitik ini akan diluncurkan sekitar September—Desember 2023. Fitur ini akan dihadirkan untuk kreator yang di-hosting ataupun tidak di-hosting di Spotify.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Realme 11x 5G Meluncur, Mirip Realme 11 "Reguler" Beda di Kamera
- WhatsApp iPhone Sudah Bisa Kirim Foto HD, Begini Caranya
- Sony Umumkan PlayStation Portal, Perangkat Genggam untuk Streaming Game PS5
- [POPULER TEKNO] - Realme 11 4G Resmi di Indonesia | Remaja di AS Sebut HP Android Cuma buat Orang Tua
- Realme 11 4G Pakai Chipset yang Sama dengan Realme 10, Ini Alasannya