Pengamat: UU PDP Absen, Kebocoran Data di Indonesia Lebih Parah

- Pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) tidak kunjung rampung. Sehingga, Indonesia sampai saat ini masih belum memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Absennya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia disebut turut memperparah iklim keamanan siber Tanah Air. Sehingga, meningkatkan potensi terjadinya insiden kebocoran data masyarakat.
Setidaknya begitulah menurut Chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) Pratama Persadha.
Kebocoran data dan absennya UU PDP di Indonesia
Kasus dugaan kebocoran data yang paling baru datang secara bertubi-tubi, dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pekan lalu, kasus pertama adalah adanya dugaan kebocoran data 17 juta lebih pelanggan PLN. Kemudian disusul dugaan kebocoran 26 juta data riwayat penelusuran pengguna IndiHome.
Baca juga: Orang Indonesia Hanya Bisa Pasrah kalau Ada Kebocoran Data
Pratama mengatakan, sebenarnya tren kebocoran data makin marak terjadi di Indonesia sejak pandemi Covid-19, tepatnya pada 2021.
Indikasinya, Indonesia mengalami lebih dari 1,6 miliar atau tepatnya 1.637.973.022 anomali trafik atau serangan siber (cyber attack) sepanjang tahun 2021. Angka itu naik dua kali lipat dari data tahun 2020, di mana anomali trafik yang tercatat hanya sebanyak 800-an.
Hasil ini diungkap dalam laporan tahunan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang bertajuk "Monitoring Keamanan Siber 2021" yang dipublikasi April 2022.
"Anomaly traffic yang dimaksud disini bisa diartikan sebagai serangan dan lalu lintas data yang tidak biasa, misalnya dengan serangan DDoS," kata Pratama.
Selama pandemi, tren kerja dari rumah (work from home/WFH) juga meningkatkan risiko kebocoran data. Pasalnya, masyarakat banyak mengakses sistem kantor, baik lembaga negara atau swasta dari rumah, kafe, atau lokasi lainnya.
Menurut Pratama, kondisi tersebut secara langsung meningkatkan resiko kebocoran data, terutama bila pegawai melakukan akses sistem kantor lewat jaringan yang tidak aman seperti di kafe atau dengan wifi gratisan di lokasi terbuka.
"Kondisi di Indonesia diperparah dengan belum adanya UU Perlindungan Data Pribadi," kata Pratama.
Absennya UU PDP di Indonesia, lanjut Pratama, membuat negara seperti tidak berusaha memaksa Penyelenggara Sistem Elekntronik (PSE), baik privat maupun publik, untuk bisa mengamankan data dan sistem yang mereka kelola dengan maksimal atau dengan standar tertentu.
"Akibatnya, banyak terjadi kebocoran data, namun tidak ada yang bertanggung jawab. (Ketika kebocoran data terjadi), semua merasa menjadi korban," kata Pratama.
Padahal, ancaman kebocoran data ini, menurut Pratama, seharusnya sudah diketahui secara luas oleh perusahaan, instansi/lembaga negara yang memiliki dan menyimpan data masyarakat lewat sistem berbasis internet.
Terkini Lainnya
- Bocoran Spesifikasi HP Xiaomi 15 Ultra, Bawa Kamera Periskop 200 MP
- Ketika Google Mencibir, OpenAI Justru Meniru DeepSeek
- Harga ChatGPT Plus dan Cara Berlangganannya
- Ponsel Lipat Tiga Huawei Mate XT Ultimate Hiasi Bandara Kuala Lumpur Malaysia
- 9 Cara Mengatasi WhatsApp Tidak Ada Notifikasi kalau Tidak Buka Aplikasi
- Fenomena Unik Pakai Apple Watch di Pergelangan Kaki, Ini Alasannya
- 3 Cara Beli Tiket Bus Online buat Mudik Lebaran 2025, Mudah dan Praktis
- Instagram Uji Tombol "Dislike", Muncul di Kolom Komentar
- Video: Hasil Foto Konser Seventeen di Bangkok, Thailand, dan Tips Rekam Antiburik
- ZTE Blade V70 Max Dirilis, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Dynamic Island ala iPhone
- 4 HP Android Murah Terbaru 2025, Harga Rp 2 juta-Rp 3 jutaan
- Cara Cek Numerologi di ChatGPT yang Lagi Ramai buat Baca Karakter Berdasar Angka
- 61 HP Samsung yang Kebagian One UI 7
- AMD dan Nvidia Kompak Umumkan Tanggal Rilis GPU Terbarunya
- 15 Masalah yang Sering Ditemui Pengguna HP Android
- RRQ Hoshi Nomor Satu, Ini Daftar Lengkap Peringkat Tim Mobile Legends Dunia
- Google Siapkan Cara Baru untuk Berangus Konten "Clickbait"
- Ponsel Lawas Samsung Galaxy J7 Dapat Update Sistem Setelah Empat Tahun
- Kode Redeem PUBG Mobile Terbaru, Ada Skin Seragam Sekolah Murid Jepang
- RRQ Hoshi Asal Indonesia Jadi Tim Mobile Legends Peringkat Satu Dunia