Jadwal Penyaluran Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021, Mulai September hingga November

- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melanjutkan program penyaluran kuota internet gratis untuk siswa, mahasiswa, guru, serta dosen.
Penyaluran kuota internet ini akan dilakukan selama tiga bulan ke depan, mulai September, Oktober, hingga November 2021.
Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, bantuan kuota yang disalurkan kali ini sebesar Rp 2,3 triliun untuk 25,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.
Menurut Nadiem, meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai diizinkan, jumlahnya masih dibatasi 50 persen sehingga bantuan kuota ini masih dibutuhkan.
“Jadi walaupun kita sudah membuka sekolah, ini akan menjadi transisinya, di mana kalau PTM terbatas 50 persen dari waktunya itu di rumah sehingga bantuan ini masih relevan bahkan dalam PTM terbatas di masa transisi,” jelas Nadiem, dihimpun dari situs resmi Kemendikbud Ristek, Kamis (2/9/2021).
Baca juga: Cara Cek Kuota Internet Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren
Jadwal penyaluran kuota Kemendikbud Ristek
Adapun jadwal penyaluran kuota internet gratis Kemendikbud Ristek akan dilakukan secara berkala tiap bulannya, yakni:
- Tanggal 11-15 September
- Tanggal 11-15 Oktober
- Tanggal 11-15 November
Kuota bantuan ini akan berlaku selama 30 hari sejak diterima.
Besaran kuota Kemendikbud Ristek
Sementara besaran kuota yang diberikan untuk siswa dan pendidik menurut jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:
- Siswa PAUD: 7 GB/ bulan
- Siswa SD, SMP, SMA: 10 GB/ bulan
- Pendidik PAUD, SD, SMP, SMA: 12 GB/ bulan
- Mahasiswa dan dosen: 15 GB/ bulan
Setiap nomor ponsel penerima bantuan bisa menerima paling banyak tiga bantuan paket kuota data internet dengan ID penerima bantuan yang berbeda.
Laman yang bisa diakses
Seperti bantuan kuota periode sebelumnya, bantuan kuota internet Kemendikbud Ristek kali ini merupakan kuota umum.
Artinya, siswa, guru, mahasiswa, dan dosen bisa menggunakan kuota untuk mengakses seluruh situs web dan aplikasi.
Akan tetapi, ada beberapa laman yang tidak bisa diakses dengan kuota Kemendikbud Ristek, yakni:
- situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika
- media sosial seperti Instagram, Facebook, Snapchat, Tinder, dll
- game seperti Candy Crush, Clash of Clans, Garena Free Fire, dll
- Aplikasi video seperti Netflix, TikTok, Viu, dll
Daftar lengkap situs yang tidak bisa diakses dengan kuota internet Kemendikbud Ristek bisa dilihat di laman berikut.
Baca juga: Orang Indonesia Rata-rata Menghabiskan Kuota Internet Sebesar Ini Tiap Bulan
Cara cek kuota belajar Kemendikbud Ristek
Telkomsel
- USSD *888# > pilih "Cek Pulsa & Kuota" > pilih "Cek Kuota". Informasi sisa kuota akan dikirim via SMS
- Aplikasi myTelkomsel: beranda > internet
Indosat Ooredoo
- USSD *123*075# > Status & Cek Kuota. Informasi sisa kuota akan dikirim via SMS
- Aplikasi myIM3 > beranda > data
Tri
- USSD *123*10*3#, lalu informasi kuota akan dikirim via SMS.
- SMS: ketik "INFO KUOTA" kirim ke 234
- Aplikasi Bima+, informasi akan muncul di beranda
XL Axiata & Axis
- USSD *123*7*1# > "Cek Kuota"
- Informasi akan dikirim via SMS
- Aplikasi myXL (XL)
- Aplikasi AxisNet (Axis)
Smartfren
- USSD *995#, lalu informasi akan dikirim via SMS
- SMS dengan format "Cek", kirim ke 995
- Aplikasi MySmartfren, lalu buka menu "Paket Saya"
Terkini Lainnya
- Cara Cek Numerologi di ChatGPT yang Lagi Ramai buat Baca Karakter Berdasar Angka
- 61 HP Samsung yang Kebagian One UI 7
- AMD dan Nvidia Kompak Umumkan Tanggal Rilis GPU Terbarunya
- 15 Masalah yang Sering Ditemui Pengguna HP Android
- Sempat Keluar dari Indonesia, 4 Merek Smartphone Ini Comeback ke Tanah Air
- Keracunan Data, Modus Baru Menyasar Pelatihan AI
- Oppo A3i Plus Resmi, HP Rp 3 Jutaan dengan RAM 12 GB
- Broadcom dan TSMC Ingin Pecah Intel Jadi 2 Perusahaan
- WhatsApp Sebar Fitur Tema Chat, Indonesia Sudah Kebagian
- Bocoran Harga Xiaomi 15 Ultra yang Meluncur Sebentar Lagi
- 2,5 Miliar Akun Gmail Terancam AI Hack
- Arti “Fortis Fortuna Adiuvat” yang Sering Muncul di Bio TikTok dan Instagram
- Ditunjuk Jadi "Staff Khusus", Berapa Gaji Elon Musk?
- Meta Bikin Mesin "Pembaca Pikiran" Bertenaga AI, Begini Bentuknya
- Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA Terblokir Tanpa Harus ke Bank
- Samsung Pamerkan Ponsel Layar Lipat Tiga
- Aplikasi E-HAC Kemenkes Hilang dari Google Play Store
- Pengamat: UU PDP Absen, Swasta dan Lembaga Negara Sulit Dituntut Jika Data Bocor
- Tokyo Game Show 2021 Digelar Online, Pengunjung Bisa Hadir Virtual Pakai VR
- Jumlah Pengguna Ponsel di Dunia Tembus 5 Miliar