Trafik Data Tri Terdongkrak 25 Persen Selama Pandemi

- Operator seluler Hutchison 3 (Tri) Indonesia mencatat kenaikan lalu lintas penggunaan internet selama pandemi Covid-19. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang sudah serba digital.
Berbagai kegiatan mulai dari bekerja, belajar, berbelanja hingga menikmati hiburan melalui streaming content dan gaming dilakukan secara online. Alhasil Tri mengalami kenaikan lalu lintas data internet sebanyak 25 persen lebih tinggi dibanding sebelum masa pandemi.
Baca juga: Tri Perkenalkan H3RO, Platform Digital Khusus Penggemar Game Mobile
Saat berbicara dalam acara peluncuran ekosistem gaming Tri yang disiarkan secara online, Selasa (29/9/2020), Vice President Hutchison 3 Indonesia M. Danny Buldansyah mengatakan pihaknya melihat peningkatan trafik data yang signigikan sejak Maret 2020.
"Lalu lintas ini memuncak di bulan Mei 2020, pada saat lebaran, dengan peningkatan 25 persen dibandingkan bulan Februari 2020 lalu," kata M. Danny Buldansyah, Vice President Hutchison 3 Indonesia.
Saat ini, Tri memiliki jumlah pelanggan mencapai 36 juta orang. Menurut Danny, 95 persen dari jumlah tersebut didominasi oleh pengguna kalangan muda dan pengguna smartphone.
Tri berkomitmen untuk terus meningkatkan layanannya dengan membangun lebih dari 5.000 BTS baru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas dari ribuan BTS tersebut.
Baca juga: Cara Cek Kuota Belajar Kemendikbud untuk Nomor Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri
Demi mendorong pertumbuhan jaringan internet yang lebih maksimal, Tri juga turut merapkan berbagai infrastruktur baru termasuk Dynamic Spectrum Sharing dan Narrow Beam Antenna.
Teknologi Dynamic Spectrum Sharing sendiri diklaim dapat mengelola spektrum secara lebih efisien efisien guna memenuhi kebutuhan pelanggan data. Lebih lanjut, dikatakan teknologi ini dapat mempermudah transisi dari jaringan 3G ke 4G.
Sementara teknologi Narrow Beam Antenna diklaim mampu menyediakan kekuatan sinyal yang kuat, sehingga mampu memperluas jaringan hingga ke gedung tinggi yang memiliki lantai bertingkat.
Terkini Lainnya
- iPhone 16e Meluncur, iPhone 14 dan SE 2022 Pensiun
- HP Xiaomi Ini Dapat Update 6 Tahun, Dijual di Indonesia
- 50 Istilah Asing Teknologi dalam Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui, Ada Galat dan Diska Lepas
- Smartwatch Oppo Watch X2 Meluncur dengan Dual GPS dan Fitur Kesehatan Canggih
- Tanggal Penjualan dan Harga iPhone 16e di Singapura dan Malaysia, Apple: Indonesia Segera
- 543 Pinjol Ilegal yang Tidak Diakui OJK Februari 2025
- Unboxing dan Hands-on Oppo Find N5, Ponsel Lipat yang Mewah dan Praktis
- Smartphone Lipat Oppo Find N5 Meluncur Global, Ini Harganya
- Menggenggam Nubia V70 Series, HP Rp 1 Jutaan dengan Desain Premium
- Perbandingan Spesifikasi iPhone 16e Vs iPhone SE 2022
- Selisih Rp 200.000, Ini 4 Perbedaan Nubia V70 dan Nubia V70 Design
- Daftar Promo Samsung Galaxy S25, Ada Diskon Bank dan Trade-in
- Harga iPhone 16e di Singapura dan Malaysia, Indonesia Masih Menunggu Kepastian
- Apple C1 Resmi, Chip 5G Buatan Sendiri dan Debut di iPhone 16e
- Smartphone ZTE Nubia V70 dan V70 Design Resmi di Indonesia, Harga Rp 1 Jutaan
- Vivo V20 Punya Kamera Depan 44 MP, Ada Fitur Apa Saja?
- Tri Perkenalkan H3RO, Platform Digital Khusus Penggemar Game Mobile
- Muncul Lagi, Rencana Pakai Balon Internet Google di Indonesia
- Layanan Pelacak Penerbangan Flightradar24 Tumbang Diserang Hacker
- "Umur" Microsoft Office 2010 Tinggal Menghitung Hari