Data Sumbang 80 Persen Total Pendapatan XL Axiata

- Perusahaan operator seluluer XL Axiata membukukan capaian positif. Pendapatan XL Axiata tumbuh 0,4 persen dibanding tahun lalu. Kontribusi utama pendapatan XL berasal dari konsumsi layanan data yang meningkat 13 persen secara year-on-year.
Dengan peningkatan tersebut, layanan data semakin memperbesar kontribusinya sebanyak 80 persen, dari sebelumnya 69 persen terhadap total pendapatan XL Axiata. Capaian ini mengukuhkan posisi XL Axiata sebagai oeprator terbesar nomor dua di Indonesia.
Menurut CEO & Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, tahun 2018 menjadi tahun yang tidak mudah bagi perusahaannya maupun peresuhaaan operator seluler lain.
"Sepanjang 2018 merupakan periode yang berat bagi industri telekomunikasi Indonesia. Kami harus menghadapi penerapan registrasi kartu SIM prabayar dan persaingan harga yang ketat," jelas Dian dalma keterangan remsi yang diterima KompasTekno, Jumat (15/2/2019).
Di tengah persaingan harga, monetisasi layanan data XL ternyata menuai hasil yang signifikan dan dikatakan akan terus berlanjut ke depannya. Pendapatan dari sektor layanan data ini juga membantu XL menutup kerugian dari penurunan pendapatan layanan SMS dan telepon.
Dian menyebut strategi yang dilakukan perusahaannya adalah melalui dual-brand yang diiringi dengan ekspansi jaringan data. Pada tahun 2018 merek XL dan Axiata sama-sama mencapai rekor net promoter score (NPS) yang diklaim cukup tinggi. serta mendapat sambutan yang positif.
Pertumbuhan juga diraih dari layanan pascabayar XL Prioritas yang dikembangkan melalui produk bundling smartphone. Cara ini disebut mampu menarik pelanggan di segmennya. Saat ini XL Axiata mengklaim memiliki total 54,9 juta pelanggan, di mana 43,9 juta atau 80% di antaranya adalah yang sudah menggunakan smartphone.
Jumlah pengguna smartphone ini meningkat 15% dari periode yang sama di tahun lalu. Sementara itu, pelanggan yang aktif menggunakan layanan data saat ini mencapai 82% dari total pelanggan.
Total lalu lintas di seluruh jaringan XL Axiata telah mengalami peningkatan 76% year-on-year di 2018, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. XL Axiata mencatat kenaikan pada pendapatan kotor sebesar 3% pada periode kuartal keempat 2018 dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ).
Kenaikan ini melanjutkan kenaikan yang telah diraih secara berturut-turut pada tiga kuartal sebelumnya yang didorong oleh pendapatan layanan yang meningkat 6% QoQ. Kenaikan data sendiri tercatat mencapai 9% QoQ sebagai hasil dari penjualan dan juga monetisasi data.
XL Axiata mencatat kerugian sebesar Rp 3,3 triliun yang disebabkan beban biaya penyusutan yang dieprcepat. Setelah dinormalisasi pada akhir tahun 2018, rugi bersih XL Axiata mencapai Rp 9 miliar. Beban penyusutan diakibatkan oleh pengurangan jaringan 2G yang telah dimatikan, dibongkar, dan usang atau tidak lagi digunakan.
Terkini Lainnya
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- 3 Alasan Kita Sering Menonton IG Stories Sendiri Berulang-ulang
- Kenapa Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi? Begini Penyebabnya
- Cara Download WhatsApp Business di HP Android buat Jualan Online
- 8 Cara Mengatasi Kode Verifikasi WhatsApp Tidak Muncul, Mudah dan Praktis
- AI Gambar Midjourney V7 Dirilis, Bawa Fitur Voice Prompting dan Draft Mode
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- TikTok Uji Coba Fitur Khusus Artis, Termasuk di Indonesia