Platform Bursa Kripto "Bybit" Diretas, Triliunan Rupiah Raib

– Platform pertukaran kripto (crypto exchange) populer, Bybit mengalami peretasan besar-besaran yang mengakibatkan hilangnya aset digital senilai lebih dari 1,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 22 triliun.
Insiden ini disebut menjadi kasus pencurian kripto terbesar sepanjang sejarah.
Bybit yang berbasis di Dubai, mengonfirmasi peretasan ini pada Minggu (23/2/2024). Hacker (peretas) dilaporkan menjarah aset kripto setara Rp 22 triliun dengan membobol cold wallet Bybit, yaitu dompet penyimpanan offline yang seharusnya lebih aman dari serangan siber.
Baca juga: Investor Kripto Ramai-ramai Jual Aset, Efek Domino AI DeepSeek?
Menurut laporan CoinDesk, aset kripto yang dicuri meliputi:
- 401.347 ETH (Ether)
- 90.376 stETH (staked ETH)
- 15.000 cmETH (liquid staked ETH dari CoinMetrics)
- 8.000 mETH (kemungkinan bentuk lain dari staked ETH)
Total nilai aset yang dicuri lebih dari 1,4 miliar dollar AS.
Peretas dilaporkan mengirimkan semua dana curian ke satu dompet utama terlebih dahulu. Setelah itu, dana tersebut dibagi ke 40 dompet lain dan dengan cepat dijual.
Baca juga: Korea Utara Dituding Jadi Dalang Pencurian Kripto Rp 10 Triliun
Ini kemungkinan dilakukan untuk menghindari pelacakan dan menyulitkan pihak berwenang dalam membekukan aset curian.
Strategi ini sering digunakan oleh peretas untuk mencuci uang di dunia kripto, agar lebih sulit bagi otoritas dan analis blockchain untuk melacak dan memulihkan dana yang telah dicuri.
Perusahaan analisis blockchain, Elliptic menyebutan, peretasan terhadap Bybit ini adalah yang terbesar dalam sejarah industri kripto.
Sebagai perbandingan, peretasan besar lainnya di dunia kripto sebelumnya termasuk:
- 611 juta dollar AS dari Poly Network pada 2021
- 570 juta dollar AS dari Binance (BNB token) pada 2022
Baca juga: Rusia Larang Aktivitas Penambangan Kripto hingga 2031, Ini Alasannya
Dengan total lebih dari 1,4 miliar dollar AS yang dicuri, peretasan Bybit jauh melampaui kasus-kasus sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa serangan terhadap Bybit adalah peretasan terbesar dalam sejarah kripto, dengan metode pencucian dana yang cepat dan kompleks untuk menghindari pelacakan.
Bos Bybit: dana pelanggan aman

“Semua penarikan dana oleh pengguna tetap berjalan normal. Kami memastikan bahwa semua aset pelanggan didukung 1:1,” kata Zhou dalam pernyataan resmi di platform X (Twitter).
"Dukungan 1:1" dalam konteks ini berarti bahwa setiap aset pelanggan yang disimpan di Bybit memiliki cadangan penuh dalam jumlah yang sama.
Terkini Lainnya
- AI Gemini 2.5 Pro Kini Gratis, Bisa Dipakai Tanpa Langganan
- Cara Mematikan Status Online Instagram dengan Mudah dan Praktis
- 5 Game Seru untuk "Mabar" dengan Keluarga dan Saudara saat Lebaran
- 10 Manfaat Internet di Bidang Pendidikan yang Perlu Diketahui
- 3 Cara Beli Tiket Wisata Online Tanpa Antre Saat Lebaran
- MediaTek Genio 720 dan 520 Meluncur, Chip untuk Perangkat IoT dengan AI Generatif
- Perjalanan Bisnis Apple, Pernah Hampir Bangkrut dan Diselamatkan Microsoft
- Cara Menghapus Riwayat Pencarian di Google Maps Mudah dan Praktis
- Makin Kuat, Layar HP Gorilla Glass Kini Tahan Aspal
- Unik, Smartphone Ini Didesain Khusus untuk Hewan Peliharaan
- 11 HP Baru Harga Rp 1 Juta - Rp 3 Jutaan untuk Lebaran 2025
- SurpriseDeal Telkomsel hingga 3 April, Kuota Internet 80 GB Cuma RP 100.000
- Bocoran Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra, Bawa Fitur Lama dan Telefoto Lebih Panjang
- 70 Link Download Twibbon Idul Fitri 1446 H Keren untuk Dibagikan ke Medsos
- 150 Ucapan Idul Fitri 2025 dan Gambar Selamat Lebaran 1446 H buat Dikirim ke Medsos
- Link dan Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov Jateng 2025 via Bus, Dibuka Hari Ini
- Tencent Cloud Bakal Tambah Data Center di Indonesia, Investasi Capai Rp 7,8 Triliun
- Merger XL-Smartfren: Komdigi Pertimbangkan Pengembalian Spektrum Frekuensi ke Negara
- Trump Bikin "Danantara" Versi AS untuk Akuisisi TikTok
- Beda Budaya Bisa Gagalkan Merger