Apple Bayar Denda Rp 1,5 Triliun Gara-gara Siri

- Apple menyatakan siap membayar 95 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 1,5 triliun) sebagai biaya penyelesaian dari salah satu kasus hukum yang menjerat perusahaan.
Raksasa teknologi ini menghadapi gugatan perwakilan kelompok (class action) yang sudah diajukan sejak tahun 2019.
Gugatan itu menuduh Apple secara ilegal menyadap percakapan pengguna lewat asisten virtual Siri. Beberapa percakapan kemudian dibagikan ke pengiklan, sehingga mereka dapat menawarkan produknya ke konsumen yang kemungkinan besar tertarik.
Baca juga: Apple Rilis iOS 18.2, Ada Genmoji Baru dan ChatGPT di Siri
Fumiko Lopez, penggugat utama dalam kasus ini menuduh bahwa perangkat Apple secara ilegal merekam putrinya yang masih di bawah umur.
Anak Lopez itu menyebutkan merek seperti Olive Garden hingga Air Jordan. Apple kemudian menampilkan iklan dari merek tersebut di peramban Safari.
Penggugat lain menuduh perangkat Apple yang mendukung Siri, merekam percakapan privat mereka. Misalnya soal percakapan dengan dokter, pembelian obat-obatan hingga perkara intim.
Padahal Siri tidak dipanggil menggunakan panggilan "Hei Siri", melainkan menyala sendiri ketika mendengar kata yang mirip dengan panggilannya, sehingga merekam percakapan.
Data percakapan itu diduga dibagikan ke petugas yang bertanggungjawab mengulas respons Siri. Menurut seorang whistleblower (pelapor/pengungkap) kepada outlet media The Guardian, petugas terkait merupakan pihak ketiga yang disewa Apple untuk mengulas Siri.
Sementara itu, Apple mengeklaim bahwa Siri hanya akan aktif bila dipanggil "Hei Siri" saja.
Menurut para penggugat, pelanggaran privasi ini cukup serius karena Apple sesumbar perangkatnya ramah privasi. Papan reklame Apple dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019 juga menyatakan bahwa "Apa yang terjadi di iPhone Anda, akan tetap ada di iPhone Anda".
Baca juga: Apple Setop Jualan iPhone 14 Series dan iPhone SE 2022 di Uni Eropa
Adapun gugatan yang diajukan ke pengadilan federal California ini mencakup pemilik perangkat yang mendukung Siri (iPhone dll) dan komunikasi pribadinya terekam tanpa sengaja oleh Siri sejak 17 September 2014 - 31 Desember 2024.
Bila biaya penyelesaian itu disetujui hakim, maka pemilik iPhone dan perangkat Apple lainnya yang tercakup dalam kasus ini dapat mengajukan klaim kompensasi. Adapun keputusannya akan ditetapkan dalam sidang yang usulkan pada 14 Februari 2025 mendatang.
Selain sepakat soal biaya penyelesaian, Apple juga setuju dan menyatakan telah menghapus rekaman Siri sebelum Oktober 2019, secara permanen.
Sejak tahun 2019, Apple juga menyatakan akan meneruskan tugas pengulas Siri dari karyawan Apple, bukan lagi pihak ketiga.
Petugas terkait juga akan diberikan transkrip percakapan yang dibuat komputer, bukan dari rekaman audio langsung, dihimpun KompasTekno dari Gizmodo, Jumat (3/1/2025).
Terkini Lainnya
- Netflix Buka Restoran, Bawa Konsep Serial dan Film Populer
- 2 Cara Menghentikan SMS Spam Iklan Pinjol yang Mengganggu
- Cara Blokir SMS Spam dan Promosi di HP Samsung
- MSI "Pede" Jual Konsol PC Handheld Lebih Mahal dari Asus dan Lenovo
- 4 Cara Bikin Kartu Ucapan Lebaran 2025 untuk Hampers, Cepat dan Bisa Cetak Sendiri
- Unboxing Moto G45 5G, HP Pertama Motorola "Comeback" ke RI
- Tablet "Flagship" Huawei MatePad Pro13.2 Meluncur, Bawa Fitur Olah Dokumen Level PC
- Motorola Resmi Kembali ke Indonesia, Bawa HP Moto G45 5G
- Ponsel Lipat Huawei Mate X6 Meluncur, Harga Rp 31 Jutaan
- Huawei Mate XT Ultimate Resmi Rilis Global, Smartphone Lipat Tiga Harga Rp 60 Juta
- Cara Menghapus Cache di HP Xiaomi dengan Mudah dan Praktis
- iPhone SE Tidak Ada Lagi, Ini Gantinya?
- Begini Kemampuan AI di PC Gaming Handheld MSI Claw 8 AI Plus
- Bocoran 4 Saudara Kembar Oppo Find X9
- 2 Cara Beli Tiket Kapal Feri Online untuk Mudik Lebaran 2025, Mudah dan Praktis
- Nasib iPhone 16 di Indonesia Ditentukan 7 Januari?
- Minggu Depan, Ketok Palu Nasib iPhone 16 di Indonesia?
- Xiaomi Redmi Turbo 4 Meluncur, Pakai Chip Dimensity 8400 "Ultra"
- Uni Eropa Mulai Wajibkan Semua Gadget Gunakan USB-C, Laptop Berlaku 2026
- Cara Mendapatkan Diskon Listrik 50 Persen di Aplikasi PLN Mobile