Ini Bocoran Emoji Baru yang Akan Rilis Tahun Depan

- Unicode alias Unicode Consortium, organisasi nirlaba yang mengelola standar emoji dunia, merilis deretan emoji baru yang kemungkinan akan meluncur tahun 2025. Setidaknya, ada 164 emoji baru yang akan ditambahkan.
Semua emoji tersebut diajukan oleh Unicode Emoji Subcommitee atau yang dikenal juga sebagai Emoji Standard & Research Working Group, kepada Unicode Technical Committee (UTC) pada awal November.
Nah, di dalam dokumen proposal tersebut, Emoji Subcommitte juga menyertakan contoh konsep desain dari sembilan emoji yang masuk dalam daftar. Berikut daftarnya:

- Wajah terdistorsi, menunjukkan ekspresi kaget dan desainnya diambil dari contoh yang sudah ada di fitur “Emoji Kitchen”. Emoji Kitchen merupakan platform yang memungkinkan pengguna untuk menggabungkan dua emoji menjadi satu emotikon baru.
- Fight Cloud, menggambarkan gumpalan awan dengan garis melengkung dan elemen bintang serta petir. Desain ini kerap muncul untuk menggambarkan perkelahian di kartun atau komik.
- Penari balet, digambarkan sedang melakukan gerakan arabesque atau berdiri dengan satu kaki.
- Bigfoot, terinspirasi dari makhluk mitologi.
- Apple Core, menggambarkan bagian tengah buah apel yang sudah digigit.
- Trombon, alat musik tiup klasik.
- Landslide, simbol alam yang mempresentasikan bebatuan longsor.
- Orca, dikenal sebagai “paus membunuh” yang mempresentasikan hewan laut.
- Peti harta karun, digambarkan peti yang penuh dengan emas dan harta berlimpah.
Baca juga: Arti Emoji Kepala Batu yang Sering Digunakan dalam Percakapan Media Sosial
Emoji penari balet nantinya akan memiliki lima opsi warna kulit standar, yang terdiri dari light skin tone (paling cerah), medium-light skin tone (agak sedikit cerah), medium skin tone (cokelat terang), medium-dark skin tone (cokelat pekat), dan dark skin tone (hitam/gelap). Tidak ada opsi gender untuk emoji ini.
Selain sembila emoji tadi, ada pula 150 emoji lainnya yang masuk dalam proposal dan diajukan untuk pembaruan Emoji 17.0.
Pembaruan ini mencakup variasi warna kulit untuk beberapa emoji yang sudah ada, seperti "People with Bunny Ears" (karakter manusia dengan telinga kelinci) dan "People Wrestling" (orang bergulat).
Nah, untuk emoji-emoji ini, opsi warna kulit baru yang ditambahkan nanti berupa warna kulit tunggal, yakni semua karakter memiliki warna kulit senada. Lalu ada multiple skin tone, atau dukungan warna kulit yang berbeda-beda untuk setiap karakter.
Meskipun baru diajukan, beberapa vendor platform yang mengadopsi emoji, tampaknya telah mengimplementasikan variasi warna kulit ini.
Misalnya saja Samsung, Facebook, dan WhatsApp, saat ini sudah mendukung warna kulit tunggal untuk beberapa emoji serupa.
Kemudian, Microsoft dan X (dulu Twitter), sebelumnya juga sempat mendukung subset warna kulit tunggal untuk beberapa emoji, namun kemudian menghapusnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Emojipedia, Kamis (28/11/2024).
Jadwal perilisan
Saat ini, 164 emoji yang diusulkan masih dalam tahap draf dan bisa saja mengalami perubahan sebelum mendapatkan persetujuan akhir.
Proposal untuk Emoji 17.0 dijadwalkan rilis pada September 2025. Namun, kemungkinan emoji-emoji baru ini baru bisa digunakan di perangkat pengguna pada akhir 2025 atau bahkan tahun 2026.
Baca juga: WhatsApp Siapkan Cara Baru Kirim Reaksi Emoji di Percakapan
Jika semua emoji ini disetujui, pembaruan Emoji 17.0 akan membawa total 3.954 emoji.
Namun, angka ini hanya mencakup emoji yang diatur dalam standar Unicode dan belum mencerminkan seluruh ekosistem emoji yang ada.
Setelah mendapatkan persetujuan, platform seperti Apple, Google, dan Samsung akan mendesain emoji sesuai dengan gaya mereka sendiri.
Proses implementasi emoji baru ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, meskipun sudah disetujui oleh Unicode. Setiap platform perlu mengembangkan desain emoji mereka sendiri berdasarkan rekomendasi Unicode.
Sebagai gambaran, rekomendasi Emoji 16.0 yang disetujui pada bulan September tahun ini pun hingga kini belum sepenuhnya tersedia di perangkat pengguna.
Proses adopsi emoji baru membutuhkan waktu karena desain tersebut harus disesuaikan dengan berbagai platform dan perangkat.
Terkini Lainnya
- Apple Rilis iOS 18.4, Bawa Segudang Fitur Baru
- 3 Alasan Kita Sering Menonton IG Stories Sendiri Berulang-ulang
- HP Vivo Y300 Pro Plus dan Y300t Meluncur, Bawa Baterai Jumbo
- AI Gemini 2.5 Pro Kini Gratis, Bisa Dipakai Tanpa Langganan
- Keyboard Unik di Dunia Punya 1.020 Tombol, Tidak Pakai Simbol Huruf
- Cara Mematikan Status Online Instagram dengan Mudah dan Praktis
- 5 Game Seru untuk "Mabar" dengan Keluarga dan Saudara saat Lebaran
- 10 Manfaat Internet di Bidang Pendidikan yang Perlu Diketahui
- 3 Cara Beli Tiket Wisata Online Tanpa Antre Saat Lebaran
- MediaTek Genio 720 dan 520 Meluncur, Chip untuk Perangkat IoT dengan AI Generatif
- Perjalanan Bisnis Apple, Pernah Hampir Bangkrut dan Diselamatkan Microsoft
- Cara Menghapus Riwayat Pencarian di Google Maps Mudah dan Praktis
- Makin Kuat, Layar HP Gorilla Glass Kini Tahan Aspal
- Unik, Smartphone Ini Didesain Khusus untuk Hewan Peliharaan
- 11 HP Baru Harga Rp 1 Juta - Rp 3 Jutaan untuk Lebaran 2025
- Perusahaan Pionir Ponsel Lipat Pertama di Dunia Dinyatakan Bangkrut
- Operator Seluler Tagih Janji Komdigi
- Bocoran iPhone 17 Air, Bodi Tipis Tanpa Kamera Ikonik?
- X/Twitter "Sensor" Unggahan dengan Link Artikel, Elon Musk Mengakui
- Jadwal dan Format Kompetisi MLBB M6 World Championship, Pertama dengan Swiss System