Canalys: Pasar Smartphone Global Tumbuh 2 Digit, Samsung Teratas

- Setelah 2,5 tahun terakhir lesu, pasar smartphone global akhirnya menunjukkan pertumbuhan terbaiknya pada kuartal I-2024, dengan angka pertumbuhan hingga dua digit.
Pada periode ini, Samsung berhasil merajai pasar HP global, mengungguli Apple, Xiaomi, Transsion (induk iTel, Infinix, Tecno), Oppo, dan vendor lainnya. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru firma riset pasar Canalys.
Laporan Canalys menunjukkan, pasar ponsel global tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Adapun volume pengiriman (shipment) ponsel selama tiga bulan pertama 2024 ini mencapai 296,2 juta.
Pertumbuhan dua digit ini, kata Canalys, merupakan yang terbaik dalam 10 kuartal (2,5 tahun) terakhir. Pasar smartphone global terakhiri kali tercatat menorehkan pertumbuhan positif dua digit sebesar 11 persen, yaitu pada kuartal II-2021 atau tepat sebelum pandemi Covid-19 merebak di dunia.
Baca juga: IDC: Pasar Smartphone Global Naik 7,8 Persen, iPhone Turun Terparah sejak Covid-19
Semenjak itu, pasar HP dunia anjlok dan cenderung mengalami penurunan pertumbuhan hingga paling besar 18 persen (kuartal IV-2022).

Nah, baru pada kuartal I-2024 ini, pasar HP dunia kembali mencetak pertumbuhan dua digit. Kinerja pasar HP global yang baik ini, kata Canalys, dipicu oleh penyegaran portofolio HP dari vendor dan stabilisasi makroekonomi di beberapa pasar negara berkembang.
Samsung nomor satu berkat Samsung S24

Kinerja Samsung yang baik ini didukung oleh peluncuran ponsel Galaxy A-series baru dan perilisan ponsel premium Galaxy S-series yang lebih awal.
Trio Samsung S24, S24 Plus, dan S24 Ultra hadir sebulan lebih awal dibandingkan Galaxy S23 series.
Baca juga: IDC: Pasar Smartphone Global Naik 7,8 Persen, iPhone Turun Terparah sejak Covid-19
Menurut Analis Senior Canalys Sanyam Chaurasia, Samsung berhasil memasarkan 13,5 juta unit Galaxy S24 series pada kuartal I-2024 ini. Penjualan Galaxy S24 series ini tumbuh 13,5 persen dibandingkan penjualan Galaxy S23 series di kuartal I-2023.
Selain dirilis lebih dulu, kinerja yang baik ini juga didorong dengan hadirnya Galaxy AI dan strategi marketing yang lebih baik.

Ini merupakan penurunan terbesar dibandingkan dengan empat vendor lain yang ada dalam daftar Canalys.
Menurut Canalys, penurunan ini disebabkan adanya tantangan di pasar intinya. Tak disebutkan secara rinci, tapi pasar inti Apple meliputi Amerika Serikat (termasuk Amerika Utara dan Selatan), serta Eropa, dan China.
Beberapa firma riset baru-baru ini menyebutkan bahwa Apple tengah terpuruk di pasar China, ditengah vendor HP lokal yang terus berkembang.
Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dengan shipment 40,7 juta unit dan pangsa pasar 14 persen. Transsion dan Oppo secara berurutan melengkapi daftar lima besar dengan shipment masing-masing 28,6 juta dan 25 juta unit.
Baca juga: Pangsa Pasar iPhone Meredup di China, Takluk dari Pemain Lokal
Dengan volumen shipment tersebut, Transsion mengamankan 10 persen pangsa pasar, sedangkan Oppo dengan 8 persen pangsa pasar.
Vendor seperti Xiaomi dan Transsion mengalami pertumbuhan yang kuat dari tahun ke tahun masing-masing sebesar 33 persen dan 86 persen. Hal ini didorong oleh kuatnya pengiriman model terbaru mereka ke pasar Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
Selain stabilisasi yang sedang berlangsung di pasar negara berkembang, kata Canalys, merek-merek ini juga meningkatkan produksi dan menimbun bahan mentah untuk mengantisipasi kenaikan biaya produksi alias Bill of Materials (BoM) lebih lanjut.
Selengkapnya, berikut daftar 5 besar vendor smartphone dunia dengan shipment terbanyak pada kuartal pertama (Q1) 2024, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman Canalys Newsroom, Kamis (2/5/2024).
5 besar vendor smartphone dunia | Shipment Q1 2024 | Market share Q1 | Shipment Q1 2023 | Market share Q1 2023 | Pertumbuhan YoY |
Samsung | 60 juta unit | 20 persen | 60,3 juta unit | 22 persen | -1 persen |
Apple | 48,7 juta unit | 16 persen | 58 juta unit | 21 persen | -16 persen |
Xiaomi | 40,7 juta unit | 14 persen | 30,5 juta unit | 11 persen | 33 persen |
Transsion | 28,6 juta unit | 10 persen | 15,4 juta unit | 6 persen | 86 persen |
Oppo | 25 juta unit | 8 persen | 26,6 juta unit | 10 persen | -6 persen |
Lainnya | 93,3 juta unit | 31 persen | 78,9 juta unit | 29 persen | 18 persen |
Total | 296,2 juta unit | 100 persen | 269,8 juta unit | 100 persen | 10 persen |
Canalys biasanya menggunakan jumlah sell-in untuk menghitung angka dalam riset ini. Sell-in merupakan istilah untuk pengiriman atau penjualan ponsel dari produsen (vendor) ke distributor/toko ritel, bukan ke konsumen akhir.
Dalam laporannya, Canalys juga memberikan catatan kaki bahwa total shipment menyertakan sub-merek Poco, Oppo menyertakan OnePlus, dan TRANSSION mencakup Tecno, Infinix dan iTel.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Pemikiran CTO Amazon Werner Vogels tentang AI, Budaya, dan Etika
- Honor dan Huawei Kuasai Pasar HP China, Apple Terpuruk
- Gaji Mark Zuckerberg Cuma Rp 16.000, tapi Tunjangan Ratusan Miliar Rupiah
- Cara Mengaktifkan Subtitle Otomatis di Video TikTok
- Cara Keluar Grup Keluarga dari Google Family Plan