Aspek yang Dipertimbangkan Samsung Saat Mendesain Ponsel Lipat

SEOUL, - Sehari setelah peluncuran Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 di Korea Selatan, Samsung mengundang sejumlah awak media ke Samsung Seoul R&D Campus pada Kamis (27/6/2023), untuk mengenal lebih dalam desain duo ponsel lipat anyarnya.
Menurut Head of Foldable Smartphone Design, Tae Joong Kim, pendekatan dan faktor yang dipertimbangkan saat mendesain ponsel lipat bukan hanya terdiri dari satu aspek saja, melainkan beberapa aspek.
“Saat ini, ponsel lipat mungkin terlihat sebagai model yang mainstream, tetapi kami berupaya untuk membuat ponsel ini berbeda di masa mendatang,” jelas Tae Joong kepada jurnalis KompasTekno, Caroline Saskia Tanoto, yang ikut dalam tur tersebut.
Baca juga: Cerita Desainer Samsung Rancang Galaxy Z Flip 5/Fold 5 dan Perubahannya
“Yang menjadi pertimbangan saya adalah, aspek apa yang harus dipertimbangkan agar tingkat kepuasan pelanggan secara umum bisa meningkat, saat menggunakan produk kami,” tambah Tae Joong.

Tae Joong juga menekankan bahwa Samsung memperhatikan tiga aspek dalam merancang ponsel lipatnya. Ketiga aspek itu adalah usability (kegunaan), foldability (lipatan/bodi ponsel), dan durability (ketahanan).
“Pada dasarnya, ada tiga faktor yang kami pertimbangkan saat mendesain perangkat. Ketiga faktor itu adalah kegunaan perangkat, bodi dan ukuran perangkat, dan ketahanan perangkat,” tambah Tae Joong.
Dalam hal kegunaan perangkat yang dimaksud adalah kegunaan layar pada ponsel lipat. Kedua adalah ukuran bodi, desain, ketebalan, kenyamanan perangkat saat digenggam.
Baca juga: Desainer Galaxy Z Fold/Flip 5 Ternyata Jebolan Mercedes-Benz, Ceritakan Bedanya Rancang Mobil dan HP
Sementara itu, poin yang terakhir masalah ketahanan, aspek yang kerap dipertimbangan konsumen secara umum. Untuk meningkatkan aspek ketahanan tersebut, Samsung memastikan bahwa ketiga faktor di atas bisa saling mendukung dan memengaruhi satu dan yang lainnya.

Selain mengadopsi ketiga aspek di atas, Samsung juga melakukan inovasi baru namun tetap menjaga desain warisan Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip generasi terbaru.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah mengadopsi konstruksi engsel baru sehingga perangkat bisa terlipat dengan rata, tanpa menyisakan rongga di dekat engsel/lipatan.
Menurut Tae Joong, adopsi konstruksi engsel baru diupayakan agar tidak memotong ukuran bodi, mencoba mengulik rasio layar agar tetap presisi presisi, dan sebagainya.
“Galaxy Z Fold 5 melahirkan inovasi baru yang diadopsi dari desain warisan. Kami meningkatkan pengalaman pengguna tanpa memotong ukuran, mencari rasio layar yang presisi, kemudiaan mengubah struktur dalam perangkat," jelasnya.
Baca juga: 6 Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 5 Dibanding Z Flip 4, Salah Satunya Lebih Rapat
Sementara itu, untuk layar sekunder Galaxy Z Flip 5 yang kini hadir lebih besar, Tae Joong menambahkan perubahan itu dilakukan untuk menjawab masukan dari para konsumen.
“Pengguna berekspektasi untuk mendapatkan informasi dan mengakses lebih banyak aplikasi di layar sekunder. Untuk mewujudkan hal tersebut, kamu menjawabnya dengan kebaruan desain,” tutup Tae Joong.
Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 sudah bisa dipesan di Indonesia. Harga masing-masing perangkat dimulai dari Rp 25 juta untuk varian 12/256 GB dan Rp 16 juta untuk varian 8/256 GB. Keran pemesanan (pre-order) sudah dibuka dari 26 Juli—17 Agustus 2023.
Bila tertarik, Anda bisa langsung mengunjungi laman Samsung Indonesia melalui tautan berikut ini.
Terkini Lainnya
- Intel Menyerah dari Pasar GPU "High-End", Tumbang dari Nvidia dkk?
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Game "Ratchet and Clank: Rift Apart" Juga Butuh SSD di PC
- 6 Cara Cek Nomor Indosat Sendiri, Bisa via Kode UMB dan Aplikasi
- Smartphone di Eropa Wajib Pakai Baterai Lepas-Pasang, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
- Cerita Desainer Samsung Rancang Galaxy Z Flip 5-Fold 5 dan Perubahannya
- Cara Ganti Background Foto Merah Online dengan Mudah dan Cepat