Tidak Ada Game Roblox di PlayStation, Ini Alasan Sony
- Selama ini, game "Roblox" tidak pernah menyambangi konsol besutan Sony, yakni PlayStation 4 (PS4) dan PS5. Padahal, game yang digandrungi anak-anak tersebut tersedia di berbagai platform seperti komputer (PC), Mac, iOS, Android, bahkan konsol Xbox One.
Sony ternyata memang sengaja memblokir "Roblox" dari konsol mereka. Hal ini terungkap dalam sebuah dokumen sidang antara Komisi Perdagangan Federal AS (Federal Trade Commission) dan Microsoft.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa pada 2022 lalu, President PlayStation, Jim Ryan, pernah mengungkapkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang dibawa game Roblox kepada anak-anak.
Pasalnya menurut Ryan, PlayStation banyak dimainkan oleh anak-anak. Sementara Roblox memperbolehkan pemainnya untuk membuat aneka konten di dalam game. Hal inilah yang dikhawatirkan akan berbahaya untuk anak.
Baca juga: Roblox Makin Ketat, Pengguna Remaja Wajib Selfie dengan SIM
"Secara historis, karena banyaknya anak-anak yang bermain PlayStation, kami sangat berhati-hati supaya mereka tidak terpapar konten apa pun yang berpotensi mengeksploitasi mereka," kata presiden PlayStation, Jim Ryan.
Ryan tidak secara eksplisit menyebutkan konten apa yang berpotensi membahayakan atau mengeksploitasi anak-anak.
Meski demikian, Sony sendiri tampaknya mulai mempertimbangkan untuk menghadirkan platform game Roblox tersebut di konsol besutannya.
"Selama beberapa tahun terakhir, kami telah meninjau kebijakan (seputar "Roblox") dan sedikit melonggarkannya. Kami sudah terlalu lama bersikap konservatif, dan sekarang kami sedang berkomunikasi dengan tim Roblox," ungkap Ryan.
"Kami berharap situasinya akan berubah," imbuh Ryan.
Sebuah laporan juga mengatakan bahwa "Roblox" memang memiliki potensi tersebut. Pada tahun 2021, sebuah kanal YouTube bernama People Make Games mengeklaim bahwa "Roblox" mengambil lebih dari 75 persen keuntungan dari game buatan pengguna.
Sebagai perbandingan, platform distribusi game Steam hanya mengambil keuntungan 30 persen dari permainan yang dijual di tokonya, sementara Epic Games dan Microsoft Store mengambil sekitar 12 persen saja.
Para developer yang didominasi anak muda ini juga berisiko dieksploitasi dari platform pihak ketiga.
Platform ini diduga mendorong anak-anak untuk menggunakan situs perdagangan tidak resmi untuk mendapatkan barang (item) dalam game yang berharga.
Tidak hanya itu, pengaturan kontrol orang tua (parental settings) yang paling ketat pun masih memungkinkan anak-anak untuk mengakses konten dewasa. Sebut saja game dengan konten ketelanjangan atau bahkan konten yang mendukung aksi bunuh diri.
Baca juga: Peretas Diduga Masuk ke Game Roblox dengan Menyogok Pegawai
"Roblox" sebenarnya memang melarang konten yang menampilkan aktivitas seksual, kata-kata yang kasar, serta penggunaan zat ilegal. Kendati demikian, masih ada game yang melanggar dan lolos dari moderasi.
Belum tersedia di PlayStation
Pada Mei 2022, "Roblox" membuka lowongan pekerjaan untuk insinyur PlayStation, tetapi belum ada kabar lebih lanjut terkait proses pengembangan platform game tersebut untuk PS4 dan PS5.
Meskipun tidak mendukung platform PlayStation, pendapatan (revenue) "Roblox" diketahui terus meningkat.
Pada tahun fiskal 2022, pendapatan "Roblox" menyentuh angka 2,2 miliar dollar AS (kira-kira Rp 30 triliun). Angka ini mencerminkan peningkatan 16 persen dari tahun ke tahun (year-over-year/YoY).
Di sisi lain, "Roblox" juga mencatat jumlah waktu bermain mendekati 50 miliar jam, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari NME, Rabu (5/7/2023).
Terkini Lainnya
- Arti Kata "Angst" Istilah Slang yang Sering Digunakan di Media Sosial
- Cara Menolak Otomatis Panggilan dari Nomor yang Disembunyikan di HP Android
- Cara Mengatasi Last Seen WhatsApp Tidak Berubah dengan Mudah dan Praktis
- Qualcomm Umumkan Chip Baru untuk Smart Home dan IoT
- Hati-hati, Hacker Gunakan File ZIP untuk Menyusup ke Windows
- Headphone Vs Earphone, Mana yang Lebih Aman Digunakan?
- Advan ForceOne Rilis di Indonesia, PC AIO dengan AMD Ryzen 5 6600H
- Dampak Memakai Headset Terlalu Sering dengan Volume Tinggi yang Penting Dihindari
- Lantai Data Center Microsoft Pakai Bahan Kayu, Ini Alasannya
- Steam Setop Dukungan Windows 7 dan 8, Gamer Diminta Upgrade ke OS Baru
- AI Baru Buatan Induk ChatGPT Bisa Ambil Alih Komputer Pengguna
- Spotify Mulai Gaji Kreator Video Podcast
- Berapa Lama WhatsApp Diblokir karena Spam? Ini Dia Penjelasannya
- Sejarah Silicon Valley, Tempat Bersarangnya Para Raksasa Teknologi
- YouTube Rilis Fitur Saweran "Jewels", Mirip Coin di TikTok
- Cara Intel Percepat Adopsi Teknologi AI di Pasar Global dan Indonesia
- Siasat Elon Musk “Paksa” Pengguna Langganan Twitter Blue...
- Apa Itu TweetDeck yang Bakal Cuma Bisa Dipakai Pengguna Twitter Blue?
- Pakai TweetDeck Harus Bayar Mulai Agustus, Berapa?
- Daftar Game Buatan Indonesia yang Di-diskon di Steam Summer Sale 2023