Kominfo Akan Lelang Frekuensi 700 MHz untuk 5G Tahun Ini
- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menggelar lelang frekuensi 700 MHz untuk keperluan jaringan internet generasi kelima (5G) di Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy permadi, mengatakan lelang tersebut akan dilaksanakan pada 2022 ini.
Dedy mengungkapkan, rencana lelang frekuensi 700 MHz tersebut sebenarnya masih harus menunggu migrasi siaran televisi (TV) analog ke siaran TV digital (Analog Switch Off/ASO) rampung.
"Dengan tercapainya target ASO (migrasi TV analog), maka diharapkan segera akan dilakukan lelang frekuensi 700 MHz di tahun ini (2022)," kata Dedy melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Jumat (14/1/2022).
Baca juga: Catat, Jadwal Migrasi TV Analog ke Digital Mulai April hingga November 2022
Migrasi TV analog ini semula dijadwalkan pada 17 Agustus 2021 lalu. Namun, akhirnya dimundurkan pada 2022, tepatnya pada April 2022 mendatang.
"Pada tahun 2022, Kemkominfo akan fokus pada penuntasan Analog Switch Off dalam rangka penyediaan spektrum frekuensi 700 MHz untuk pengembangan teknologi 5G, sesuai amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," lanjut Dedy.
Mengacu pada jadwal terbaru, migrasi siaran TV analog ke digital akan dibagi menjadi tiga tahap.
Pada tahap pertama, siaran TV analog akan dimatikan paling lambat 30 April 2022. Lalu tahap kedua akan dilakukan selambat-lambatnya pada 25 Agustus 2022.
Sedangkan tahap akhir, migrasi siaran TV analog akan dilakukan selambat-lambatnya pada 2 November 2022.
Bila migrasi siaran TV analog rampung tepat waktu, maka frekuensi 700 MHz untuk keperluan menggelar 5G kemungkinan dapat dilelang oleh Kominfo paling cepat adalah setelah tanggal 2 November 2022.
Baca juga: Frekuensi 700 MHz untuk Seluler Bisa Datangkan Rp 143 Triliun bagi Indonesia
Dedy menjelaskan, penggunaan frekuensi 700 MHz untuk menggelar layanan 5G di Indonesia ini bukanlah tanpa alasan.
"Sebab, pita frekuensi 700 MHz ini memiliki karakteristik yang dibutuhkan untuk pemerataan internet di area rural (desa) atau remote area karena jangkauannya yang relatif luas," kata Dedy.
Selain itu, jangkauan pita frekuensi 700 MHz juga dinilai cocok untuk memperbaiki kualitas sinyal indoor (di dalam gedung) di daerah perkotaan yang memiliki banyak gedung bertingkat.
Pita frekuensi 700 MHz memang menjadi salah satu dari tiga layer spektrum yang disiapkan pemerintah untuk menggelar 5G di Indonesia. Pita frekuensi 700 MHz masuk ke dalam kategori Coverage Layer (low band).
Sementara dua layer lain yang disiapkan pemerintah untuk menggelar 5G adalah Super Data Layer (high band) di spektrum 26/28 GHz dan Capacity Layer (middle band) di frekuensi 2.3/2.6/3.3/3.5 GHz.
Terkini Lainnya
- 5 Besar Vendor Smartphone Dunia Akhir 2024 Versi Canalys
- OpenAI Rilis Fitur Tasks untuk ChatGPT, Ini Fungsinya
- Motorola Moto G Power 2025 Meluncur, HP Android Berstandar Militer
- Meluncur Besok, Intip Bocoran Harga dan Spesifikasi Oppo Reno 13 di Indonesia
- Viral Video Pria Transaksi Pakai Apple Watch, Apple Pay Sudah Bisa di Indonesia?
- Earbuds Nothing Ear (open) Resmi di Indonesia, Harga Rp 2,5 Juta
- Link Download Red Note, Aplikasi Pengganti TikTok yang Lagi Ramai
- Minggu, TikTok Dikabarkan Tutup Aplikasi di AS
- Induk Facebook PHK 3.600 Karyawan yang Kurang Kompeten
- Bos Instagram Bocorkan Jenis Konten yang Bakal Sering Dimunculkan di IG Tahun Ini
- Pilih Cloud Storage atau Hard Drive, Mana yang Ideal?
- Apa Itu Red Note? Aplikasi Pengganti TikTok yang Lagi Ramai di AS
- Honkai Star Rail 3.0 Meluncur, Ada 7 Update Karakter, Area, dan Mekanisme Game
- 4 Tips Hapus Jejak Digital di Internet dengan Aman
- Pemerintah Berencana Batasi Usia Bermedsos bagi Anak
- Seluruh Konsol Xbox One Tak Diproduksi Lagi
- MacBook Pro M1 Pro dan M1 Max Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harganya
- Kominfo Buka-bukaan soal Rencana dan Target 5G pada 2022
- Rayakan Ulang Tahun Ke-35 Castlevania, Konami Rilis Koleksi NFT
- Tips Menjual NFT agar Cuan Seperti Ghozali Everyday