Pelanggan Disney Plus Hotstar Lampaui Netflix di Indonesia

- Platform video on demand Disney Plus Hotstar belum genap enam bulan dirilis di Indonesia. Namun, layanan streaming film itu begitu cepat menarik perhatian pencinta film Tanah Air.
Menurut laporan terbaru dari firma riset Media Partners Asia, Disney Plus Hotstar menguasai pasar layanan video berlangganan di Indonesia dengan total pelanggan berbayar 2,5 juta, terpaut jauh dibanding pengguna berbayar Netflix yang mencapai 850.000 pengguna.
Netflix juga masih kalah dari platform asal Hong Kong, Viu yang memiliki 1,5 juta pengguna berbayar. Sementara itu, Vidio berada di urutan ketiga dengan 1,1 juta pengguna berbayar.
Selain harga yang bersaing dengan Netflix, pilihan film lokal yang lebih banyak dan model kemitraan dengan Telkomsel menjadi salah satu faktor pendongkrak jumlah pengguna Disney Plus Hotstar.
Baca juga: Satu Tahun Dirilis, Disney Plus Punya 73 Juta Pelanggan
Kemitraan Telkomsel dan Disney Plus Hotstar sudah dimulai sejak bulan September 2020, tepat ketika Disney Plus Hotstar dirilis di Indonesia. Kemitraan ini membuat pengguna Telkomsel lebih mudah berlangganan Disney Plus Hotstar.
Begitu pula dengan Viu yang menawarkan beragam pilihan berlangganan dengan aneka harga mulai Rp 15.000 per bulan dengan kemudahan pembayaran yang dilakukan via dompet digital seperti GoPay dan OVO.
Berbeda dengan Netflix yang sejauh ini mengharuskan penggunaan kartu kredit untuk berlangganan. Viu dan Video, di sisi lain terus mengalami peningkatan jumlah pengguna mobile.
Keduanya memiliki layanan freemium, di mana penonton bisa menyaksikan film atau serial dengan gratis dengan subsidi iklan. Vidio mendapat keuntungan dari drama lokal orisinil dan Viu memanfaatkan serial drama Korea yang memang pasarnya cukup besar di Indonesia.
Jumlah pengguna berbayar melonjak
Riset Media Partners Asia juga mengungkap peningkatan jumlah pengguna layanan streaming film yang signifikan di Indonesia.
Jumlah pengguna berbayar melonjak dari 3,4 juta menjadi 7 juta dalam waktu empat bulan, terhitung sejak 5 September 2020 hingga 6 Januari 2021. Kendati demikian, jalan Indonesia masih panjang.
"Jumlah kumulatif pelanggan baru mewakili tiga persen dari total populasi dan 10 persen dari rumah tangga," kata Wakil President Media Partners Asia dan AMPD MD Anthony Dobson, dihimpun dari Variety.
Baca juga: Daftar ISP di Indonesia yang Paling Kencang dan Lelet untuk Akses Netflix
Dalam dua tahun terakhir, sektor video on demand di Indonesia cukup seret setelah lengsernya iFlix dan HOOQ. Namun, beberapa pendatang baru tiba dengan penawaran-penawaran lebih segar.
Selain Disney Plus Hotstar, ada pula platform streaming asal China, iQIYI dan WeTV, yang disokong oleh perusahaan raksasa Tencent.
Indonesia, yang memiliki 196 juta pengguna internet menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan over the top (OTT) China dan Amerika Serikat.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Variety, Rabu (20/1/2021), apabila dirata-rata, orang Indonesia berlangganan 2,8 layanan saat ini, meningkat dari kuartal I yang tercatat sebesar 2,1 layanan.
Terkini Lainnya
- Begini Desain Pesawat Masa Depan Menurut Airbus
- Ini Daftar iPhone yang Tidak Kebagian Update iOS 19
- Microsoft Rilis Copilot Search, Mesin Pencari Berbasis AI
- Jam iPhone Selalu Tunjukkan 09.41 di Poster Iklan, Ini Fakta Menarik di Baliknya
- Microsoft Dikabarkan Tunda Proyek Data Center, Begini Nasib Cloud Region di Indonesia
- Sering Disalahartikan, 14 Emoji Ini Ternyata Punya Arti Berbeda
- 5 Perusahaan AS yang Minat Beli TikTok Jelang Deadline Pemblokiran 5 April
- Saham Apple Anjlok gara-gara "Tarif Impor Trump", Terparah dalam Lima Tahun
- Bukan "Blue Screen" Lagi, Microsoft Ubah Tampilan Error di PC
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Mi Talk Resmi Tutup, Layanan Disetop Februari 2021
- Bos WhatsApp: Kami Sadar Kebijakan Baru Membingungkan Pengguna
- Xiaomi Kembalikan Webcam ke Laptop Mi Notebook 14
- Pemerintah India Minta WhatsApp Batalkan Kebijakan Privasi Baru
- Intel Hentikan Produksi SSD Optane untuk PC Desktop