Startup Unicorn Indonesia Jadi Incaran Investor Asia

- Sejumlah perusahaan rintisan (startup) unicorn Indonesia, dikabarkan menjadi incaran investor Asia untuk melakukan penawaran umum perdana atau IPO.
Menurut bankir dan pengacara yang familiar dengan isu ini, beberapa perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPACs (special purposes acquisition companies) kabarnya mengincar Gojek, Bukalapak, dan Traveloka.
Selain itu, mereka juga mengincar startup asal Singapura, Grab. Sekadar informasi, perusahaan SPACs memiliki misi mengumpulkan pendanaan lalu mengakuisisi perusahaat privat untuk membantu mereka menjadi perusahaan publik.
Beberapa konglomerat di belakang perusahaan SPACs, seperti pengusaha asal Hong Kong Richard Li dan Peter Thiel (Bridgertown Holdings Ltd), CITIC Capital asal China, pebisnis asal Singapura, David Sin (SC Health Corporation), dan mantan manajer pengelola investasi global, George Raymond Zage (Farallon Capital Management) sedang merayu startup unicorn Asia Tenggara.
Baca juga: Tokopedia Incar Pendanaan Rp 20 Triliun sebelum IPO
"Saat ini, tidak ada obrolan tanpa membahas SPACs di Asia. Asia Tenggara adalah pasar utama mengingat jumlah perusahaan yang didukung teknologi sedang berkembang pesat" kata Sarab Bhutani, kepala perbankan investasi Asia Tenggara di Nomura Holdings.
Grab dan Gojek menolak mengomentasi isu ini, sementara Bukalapak belum memberikan tanggapan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Selasa (22/12/2020).
Sementara itu, Traveloka mengatakan akan melakukan IPO dalam waktu dekat dan sedang mengevaluasi tawaran merger dengan perusahaan SPACs sebagai salah satu pilihan.
Baru-baru ini, salah satu perusahaan SPACs, Bridgertown Holdings Ltd juga dikabarkan mendekati Tokopedia untuk melakukan merger. Bridgertown Holdings mengumpulkan 595 juta dollar AS untuk mengakuisisi sektor teknologi, layanan keuangan, dan media di Asia Tenggara.
"Sebagian besar perusahaan berkembang di Asia Tenggara menyadari 'exit strategy' SPACs dan tertarik mengeksplorasi merger dengan SPACs," kata Bhutani.
Baca juga: Ketika Startup Indonesia Jadi Idaman Perusahaan Teknologi Amerika
Menurut Peter Kuo, mitra perusahaan Canyon Bridge mengatakan bahwa perusahaan startup di Asia Tenggara masih sedikit yang berpengalaman dengan IPO. Sehingga, opsi merger dengan SPACs lebih terbuka.
Beberapa bankir di Asia memprediksi gelombang merger akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan ketika target SPACs untuk mengakuisisi startup incarannya terpenuhi, melalui sebuah proses yang dinamakan "de-SPACing".
"Ada 200 unicorn di Asia. De-SPACing akan dimulai dengan perusahaan dengan pertumbuhan tinggi," jelas Christopher Laskowski, kepala tim korporasi dan investasi perbankan Hong Kong Citi.
Dia memperkirakan hal itu akan menjadi fenomena industri yang berdampak luas. Saat ini, sejumlah perusahaan di Asia mendapatkan valuasi yang berlipat ganda setelah melakukan IPO. Sebab, para investor memanfaatkan likuiditas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: Setengah dari Startup di Indonesia Diprediksi Tumbang Gara-gara Corona
"Karena banyak perusahaan di Asia yang menunggu menjadi perusahaan publik, mereka mungkin melihat SPACs sebagai alternatif untuk melakukan IPO. Saya membayangkan akan lebih banyak (IPO) yang terjadi," jelas Jonathan Zhu, direktur pelaksana Bain Capital Private Equity, Hong Kong.
Terkini Lainnya
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- iPhone Milik Puluhan Jurnalis Disadap Spyware Pegasus
- Merger Indosat dan Tri Diumumkan Pekan Ini?
- "Call of Duty Mobile" Musim Ke-13 Dimulai, Ada Skin dan Peta Bersalju
- "Retweet" di Twitter Kini Bisa Disembunyikan, Begini Caranya
- Video Review Samsung Galaxy S21 Plus Beredar Sebelum Resmi Meluncur