Perusahaan Induk Google Dikabarkan Tertarik Beli Saham TikTok

- Induk perusahaan Google, Alphabet, dikabarkan tengah mempertimbangkan keputusan untuk membeli sebagian kecil saham yang dimiliki oleh TikTok.
Alphabet bersama sejumlah perusahaan lainnya disebut telah membentuk konsorsium dan tertarik untuk berinvestasi pada aplikasi media sosial berbasis video pendek tersebut.
Meski sempat dirumuskan, rencana tersebut kabarnya batal dilaksanakan. Masih belum jelas siapa perusahaan yang berperan sebagai pemimpin konsorsium ataupun alasan mengapa upaya itu berakhir.
Baca juga: TikTok Bikin Situs Web dan Akun Twitter untuk Sanggah Tudingan AS
Seorang sumber yang mengetahui informasi seputar rumor ini mengatakan tak tertutup kemungkinan Alphabet bakal ikut berinvestasi pada TikTok di lain kesempatan.
Dengan mengakuisisi sebagian saham TikTok yang penggunanya banyak berasal dari kalangan remaja, Alphabet disinyalir dapat memperluas jangkauannya ke audience berusia muda, sekaligus memperoleh penghasilan tambahan dari iklan.
Meski demikian, kepemilikan saham TikTok bisa menjadi pedang bermata dua mengingat jejaring sosial tersebut sedang banyak disorot dan mendapat hambatan.
Salah satunya menyangkut konten politik yang belakangan banyak berslewiran di dalamnya. Pada pekan ini saja, TikTok dilaporkan telah menurunkan lebih dari 380.000 video di AS karena dinilai telah mengandung konten ujaran kebencian.
Secara politik, kehadiran TikTok di AS telah menimbulkan kekhawatiran bagi Presiden AS, Donald Trump.
Baca juga: Diberi Nafas 45 Hari, TikTok Ancam Gugat Pemerintah Trump ke Pengadilan
TikTok dituding sebagai aplikasi yang digunakan oleh Pemerintah China untuk memata-matai warga AS dan sebagai sarana untuk menyebarkan propaganda selama masa pemilihan umum.
Alhasil, Presiden Donald Trump memberikan tenggat waktu hingga 20 September kepada induk perusahaan TikTok, ByteDance untuk menjual atau mengalihkan bisnisnya kepada perusahaan asal AS.
Selain Google, beberapa perusahaan termasuk Microsoft telah menyatakan ketertarikan untuk mengakuisisi TikTok sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNet, Senin (24/8/2020).
Microsoft secara terbuka mengumumkan tengah membahas kesepakatan untuk membeli layanan TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Proses negoisasi disebut akan selesai pada tanggal 15 September, beberapa hari sebelum tenggat yang telah ditentukan.Berdasarkan penelusuran beberapa analis, operasional TikTok di AS saja memiliki nilai bisnis mencapai hingga 50 miliar dollar AS (Rp 732 triliun).
Terkini Lainnya
- Trump Tunda Pemblokiran TikTok di AS, Beri Waktu 75 Hari Lagi
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- Rencana Blokir Ponsel BM Mulai 24 Agustus, Jadi atau Molor Lagi?
- Sony Rilis Video Iklan Perdana PS5
- Hasil Terjemahan Percakapan di Google Translate Kini Bisa Disimpan
- Samsung Indonesia Hadirkan Ruang Pameran Virtual untuk Galaxy Note 20 dkk
- Awas, Update Lightroom Bisa Bikin Koleksi Foto Hilang