YouTube Akan Munculkan Iklan di Tengah Video Berdurasi Pendek

- Selama ini, YouTube hanya menyisipkan iklan di awal maupun di akhir video. Sementara iklan yang ada di tengah video hanya dapat disisipkan jika durasi video tersebut lebih dari 10 menit.
Namun, kini YouTube punya kebijakan baru. YouTube memangkas durasi minimum agar sebuah video bisa disisipi iklan di bagian tengah.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh pihak YouTube di halaman Google Support. Durasi minimum yang awalnya 10 menit, dikurangi menjadi 8 menit.
YouTube juga mengatakan bahwa kebijakan ini hanya ditampilkan untuk pembuat konten video yang telah memenuhi syarat.
"Mulai akhir Juli, video yang durasinya delapan menit atau lebih akan memenuhi syarat untuk ditampilkan iklan pada bagian tengah video," tulis YouTube.
Baca juga: YouTube Bisa Dibuat Bebas Iklan dengan Trik Sederhana Gara-gara Bug
Kebijakan ini akan mulai berlaku pada akhir Juli mendatang. Sama seperti sebelumnya, iklan di tengah-tengah video ini juga bisa dimatikan jika pengguna tidak ingin melakukan monetisasi.
"Jika iklan mid-roll tidak cocok untuk video Anda, Anda dapat menunjukkan preferensi ini di YouTube Studio pada tanggal 27 Juli 2020," kata YouTube.
Artinya, pemilik kanal YouTube dapat menonaktifkan opsi pemutaran iklan mid-roll tersebut sebelum YouTube menerapkan secara otomatis mulai akhir Juli nanti, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5google, Kamis (16/7/2020).
Menurut YouTube, iklan mid-roll atau iklan yang muncul di tengah-tengah video, ditampilkan secara otomatis untuk menyeimbangkan pengalaman menonton.
Pemilik channel juga akan dapat membuka setelan monetisasi video dan menyesuaikan penempatan jeda iklan secara manual.
"Meskipun sejumlah penonton mungkin terganggu dengan iklan mid-roll, kami memprediksi tempat terbaik untuk iklan sehingga gangguan saat menonton dapat diminimalkan. Kami ingin menyeimbangkan kebutuhan penonton, pengiklan, dan kreator di platform kami," tulis Youtube.
Baca juga: Marak Jual Beli Akun Netflix, Spotify, dan YouTube Premium di Indonesia, Legalkah?
YouTube nantinya akan mengandalkan teknologi machine learning untuk mendeteksi penempatan iklan mid-roll secara otomatis. Penempatan tersebut dilakukan melalui berbagai pertimbangan seperti jeda visual atau audio.
"Penempatan iklan mid-roll dapat memengaruhi pengalaman menonton dan peluang penayangan iklan. Jika jeda iklan mid-roll ditempatkan di posisi yang mengganggu dalam video Anda, sistem iklan kami mungkin akan menayangkan lebih sedikit iklan," tulis YouTube.
Terkini Lainnya
- Netflix Buka Restoran, Bawa Konsep Serial dan Film Populer
- 2 Cara Menghentikan SMS Spam Iklan Pinjol yang Mengganggu
- Cara Blokir SMS Spam dan Promosi di HP Samsung
- MSI "Pede" Jual Konsol PC Handheld Lebih Mahal dari Asus dan Lenovo
- 4 Cara Bikin Kartu Ucapan Lebaran 2025 untuk Hampers, Cepat dan Bisa Cetak Sendiri
- Unboxing Moto G45 5G, HP Pertama Motorola "Comeback" ke RI
- Tablet "Flagship" Huawei MatePad Pro13.2 Meluncur, Bawa Fitur Olah Dokumen Level PC
- Motorola Resmi Kembali ke Indonesia, Bawa HP Moto G45 5G
- Ponsel Lipat Huawei Mate X6 Meluncur, Harga Rp 31 Jutaan
- Huawei Mate XT Ultimate Resmi Rilis Global, Smartphone Lipat Tiga Harga Rp 60 Juta
- Cara Menghapus Cache di HP Xiaomi dengan Mudah dan Praktis
- iPhone SE Tidak Ada Lagi, Ini Gantinya?
- Begini Kemampuan AI di PC Gaming Handheld MSI Claw 8 AI Plus
- Bocoran 4 Saudara Kembar Oppo Find X9
- 2 Cara Beli Tiket Kapal Feri Online untuk Mudik Lebaran 2025, Mudah dan Praktis
- Trailer Game "Far Cry 6" Dirilis Setelah Sempat Bocor
- Oppo A12s Resmi Meluncur, Ini Bedanya dari A12
- Cara Mengecek Kapasitas dan Penggunaan RAM di Perangkat Android
- Membandingkan Redmi 9 dan Redmi 8, Apa Saja Peningkatannya?
- Redmi 9 Versi Indonesia Tak Punya NFC, Ini Alasan Xiaomi