Epson Indonesia Rilis Proyektor 3LCD Baru untuk Kantor dan Sekolah

- Epson meluncurkan lini proyektor interaktif terbaru seri EB-1485Fi, lewat sebuah acara peluncuran yang digelar secara online hari ini, Selasa (30/6/2020).
Senior Product Marketing Manager Epson Indonesia, Zanipar Siadari mengatakan Epson berusaha menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Untuk itu, Epson merancang proyektor EB-1485Fi ini agar maksimal digunakan di sekolah dan kantor.
"Epson memiliki solusi untuk berbagai range kebutuhan, lineup komplit dan juga tetap bisa menjadi market leader walaupun dengan kompetisi yang cukup ketat dan tinggi," kata Zanipar.
Proyektor Epson EB-1485Fi memiliki tingkat kecerahan 5.000 lumens dan mampu menampilkan gambar berkualitas Full HD, pada layar berukuran 100 inci dengan aspek rasio 16:9.
Baca juga: Epson Kuasai Pasar Proyektor Dunia
Ukuran tampilan pada proyektor juga dapat diperluas hingga sebesar 120 inci. Kendati demikian, aspek rasio yang ditampilkan akan berubah menjadi 16:6.
Proyektor interaktif ini juga telah dibekali dengan teknologi 3LCD, yang mampu mengelola warna secara keseluruhan tanpa adanya cahaya yang terbuang.
Artinya, proyektor diklaim dapat menghasilkan gambar dengan proyeksi warna yang lebih cerah, tidak menimbulkan efek bias pelangi serta lebih hemat listrik.
Dengan usia lampu hingga 20.000 jam, teknologi 3LCD dinilai lebih unggul dibanding 1-Chip DLP di proyektor pada umumnya. Pada ruangan yang luas, pengguna dapat menggabungkan dua hingga empat proyektor secara bersamaan, untuk membentuk satu kesatuan tampilan.
Untuk mendukung kebutuhan penggunaan yang masif, proyektor Epson EB-1485Fi juga turut dilengkapi dengan fitur Multi Collaboration Interactivity.
Dengan fitur ini, pengguna dapat menampilkan dan mengontrol gambar yang serupa secara bersamaan, pada proyektor yang tersebar di tempat-tempat yang berbeda.
Baca juga: Proyektor Rp 1 Miliar Epson Bisa Apa Saja?
Tak ketinggalan, Epson juga turut membawa fitur baru yang kini bisa memudahkan pengguna dalam melakukan screen capture pada area-area tertentu saja pada gambar.
Proyektor seri EB-1485Fi dapat dihubungkan dengan beragam sistem operasi laptop dan PC hingga iOS dan Android, dengan menggunakan koneksi wireless.
Selain itu, proyektor seri EB-1485Fi ini juga telah hadir dengan dual pen dan fitur finger-touch. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengoperasikan proyektor ini secara langsung menggunakan sentuhan jari ataupun pena yang tersedia.
Proyektor Epson seri EB-1485Fi akan dijual di Indonesia dengan banderol harga Rp 63,2 juta. Dengan harga tersebut, pengguna akan mendapatkan satu buah unit proyektor seri EB-1485Fi lengkap dengan satu buah mount bracket dan dua stylus pen.
Terkini Lainnya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Google Terapkan 5 Langkah Baru untuk Menjaga Privasi Pengguna
- Aturan Pajak Game Online di Indonesia Mulai Berlaku Besok
- Meluncur Hari Ini di Indonesia, Realme C11 Dijual Rp 1 Jutaan?
- Vivo Y50 Andalkan RAM 8 GB dan "Gudang" 38.000 Foto
- TikTok dan "Mobile Legends" Diblokir Pemerintah India, Mengapa?