Peringatan "Whistleblower" Edward Snowden: Jangan Percaya Perusahaan Pembuat ChatGPT

- Mantan agen rahasia asal Amerika Serikat (AS) sekaligus pengungkap fakta (whistleblower) legendaris, Edward Snowden memberikan peringatan kepada khalayak agar tidak mempercayai perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) pembuat ChatGPT milik Sam Altman, OpenAI.
Peringatan Snowden ini sampaikan dalam sebuah unggahan di media sosial X (dahulu Twitter) dengan handle @snowden.
Dalam posting ini, Snowden mengekspresikan kekecewaannya terhadap OpenAI karena mereka merekrut salah satu mantan direktur di yang sebelumnya bekerja di Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Paul Nakasone ke dalam jajaran direksi OpenAI.
They've gone full mask-off: ???????? ???????????? ???????????????? trust @OpenAI or its products (ChatGPT etc). There is only one reason for appointing an @NSAGov Director to your board. This is a willful, calculated betrayal of the rights of every person on Earth. You have been warned. #
— Edward Snowden (@Snowden) June 14, 2024
"Jangan percaya lagi dengan OpenAI atau produk-produknya, seperti ChatGPT, dll. Hanya ada satu alasan mengapa OpenAI menunjuk mantan direktur NSA dan mengundangnya ke dalam jajaran direksi OpenAI," ujar Snowden.
"Ini adalah pengkhianatan publik yang disengaja dan patut diperhitungkan terhadap hak-hak setiap orang yang ada di dunia (terutama pengguna OpenAI). Anda telah saya peringatkan," imbuh Snowden.
Baca juga: Edward Snowden Sebut Kripto Bukan Aset Investasi
Snowden tak menyebut apa sebenarnya satu alasan OpenAI merekrut mantan direktur NSA Nakasone ke jajaran direksi OpenAI.
Namun kabarnya, hal ini berkaitan dengan tanggung jawab yang dipegang Nakasone kala di NSA, yang berkaitan dengan teknologi mata-mata publik secara sewenang-wenang.
Sehingga, Snowden khawatir OpenAI ke depannya mungkin akan bisa memata-matai penggunanya secara bebas, demi kepentingan badan rahasia AS.
Adapun Nakasone sendiri merupakan ketua NSA pada periode 2018-2023.
Ia direkrut ke OpenAI untuk membantu sistem keamanan siber AI di perusahaan tersebut. Dengan begitu, OpenAI bisa merespons berbagai serangan siber dengan gesit, terutama yang mengandalkan AI.
Siapa Snowden?

Terkait Snowden, ia merupakan sosok yang dikenal sebagai spesialis teknis untuk berbagai agen rahasia AS. Selain NSA, ia juga pernah bekerja di Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA).
Namun pada 2013 lalu, Snowden resmi dilabeli sebagai "whistleblower" karena membocorkan sejumlah dokumen rahasia AS.
Baca juga: Edward Snowden Jadi Warga Negara Rusia
Hal ini, yang membuat ia diekstradisi dari AS, kabarnya dilakukan karena Snowden merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh agen rahasia AS, salah satunya adalah memata-matai masyarakat secara sewenang-wenang untuk kepentingan sendiri.
Dengan begitu, wajar saja apabila Snowden memberikan peringatan kepada publik terkait masuknya mantan direktur NSA ke dalam jajaran direksi OpenAI, lantaran ia mungkin tahu betul apa yang akan direncanakan OpenAI ke depannya.
Boleh jadi, Snowden juga telah mengetahui bagaimana sifat dan sosok mantan direktur NSA Nakasone tersebut, terutama di bidang dan teknologi memata-matai khalayak secara massal.
Menyoal kritikannya terhadap OpenAI, ini bukan pertama kali ia lakukan. Pada April lalu, ia sempat mengkritik cara OpenAI yang tidak transparan terhadap sistem pelatihan data AI mereka.
"OpenAI menolak memberikan data kepada publik soal training model dan cara mereka melatih AI. Tapi ironisnya, mereka merupakan pemimpin di bidang AI. Mereka dipuja dan dihargai, meski mereka menutup diri," kata Snowden, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Fortune.com, Kamis (20/6/2024).
Snowden juga sempat melontarkan harapannya terhadap AI. Ia berharap OpenAI, begitu juga perusahaan teknologi lainnya, dapat berperan penting bagi publik, bukan menargetkan publik, terutama di bidang teknologi mata-mata dan informasi yang ia miliki.
Baca juga: Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI
Terkini Lainnya
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Aplikasi Dunia Games Telkomsel Kini Ada Live Streaming, Bisa Dapat Cuan
- Nikon Z6 III Resmi, Mirrorless Pertama dengan "Partially-Stacked CMOS Sensor"
- Jadwal Maintenance Game "Honkai Star Rail", Server Ditutup 5 Jam
- Nvidia Sebar 3,76 Juta GPU Server AI, Kuasai 98 Persen Pangsa Pasar
- Mau Dirilis, HP Realme GT 6 Malah Dirampok Saat Dikirim