Cisco Rampungkan Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber Splunk

- Perusahaan manufaktur alat jaringan dan produk software asal Amerika Serikat (AS), Cisco System Inc. telah merampungkan proses akuisisi terhadap perusahaan keamanan siber Splunk Inc.
Akuisisi ini bernilai 157 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta) per lembar saham tunai. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 28 miliar dollar AS (kurang lebih Rp 440 triliun) dalam nilai ekuitas.
Transaksi ini diharapkan menghasilkan arus kas positif dan peningkatan margin kotor non-GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) pada tahun fiskal Cisco 2025, serta peningkatan EPS (Earning per Share/laba per saham) non-GAAP pada tahun fiskal 2026.
Aksi korporasi ini juga diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan pendapatan Cisco dan ekspansi margin kotor non-GAAP.
Diwartakan sebelumnya, saat mengumumkan proses akuisisi September 2023 lalu, Cisco dan Splunk mengatakan akan ada perubahan di jajaran eksekutif.
Presiden dan CEO Splunk, Gary Steele akan bergabung dengan Executive Leadership Team Cisco, di bawah pimpinan Chuck Robbins yang menjabat sebagai Chairman dan CEO Cisco.
Baca juga: Cisco Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber Splunk Senilai Rp 429 Triliun
Tujuan utama merger kedua perusahaan ini adalah untuk memberikan solusi keamanan dan kemampuan observasi yang mumpuni, yakni dengan menyediakan tampilan lengkap dari seluruh lanskap digital secara real time.
Hal tersebut diharapkan bisa membantu pelanggan mengamankan infrastruktur penting secara proaktif, mencegah pemadaman, dan menyempurnakan pengalaman jaringan.
"Sebagai salah satu perusahaan software terbesar di dunia, kami akan merevolusi cara pelanggan dalam memanfaatkan data untuk menghubungkan dan melindungi setiap aspek dalam perusahaan mereka saat kami menggerakkan dan melindungi revolusi AI (kecerdasan buatan/artificial intelligence)," kata Chuck Robbins, dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (21/3/2024).
Respons positif atas rampungnya proses akuisisi ini juga diungkap Gary Steele. Ia mengatakan bahwa penyatuan Splunk dan Cisco akan memberikan nilai yang sangat besar bagi pelanggannya.
"Penggabungan Cisco dan Splunk akan memberikan visibilitas dan insights yang komprehensif di seluruh jejak digital perusahaan, menghadirkan ketangguhan yang luar biasa melalui portofolio produk keamanan dan observability yang paling ekstensif dan kuat di pasar," imbuh Steele.
Lindungi revolusi AI
Aksi korporasi ini juga bertujuan untuk memanfaatkan momentum adopsi teknologi AI yang hari ini kian masif. Untuk mendapatkan pemanfaatan AI yang bernas, dibutuhkan penggunaan data yang tepat dan masif secara efektif.
Hal itu disebut akan membantu perusahaan mendapatkan hasil yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Baca juga: Cisco: Indonesia Berada di Jalan yang Benar soal Adopsi AI, tapi Masih Ada PR
Untuk benar-benar mendapatkan manfaat dari AI, perusahaan disebut membutuhkan infrastruktur untuk menggerakkannya, data untuk mengembangkannya, platform keamanan untuk melindunginya, dan observability platform untuk memantau dan mengelolanya secara real time.
Cisco dan Splunk berencana akan memamerkan sejumlah produk inovasi terbaru di seluruh portofolio dalam beberapa bulan mendatang.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Pasar Smartphone Dunia Lesu, Anjlok Rp 566 Triliun
- Cara Cek Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling via Pintar BI
- Mudah Desain Rapor Menggunakan Canva, Tambah Map biar Rapi
- HP Asus ROG Phone 8, 8 Pro, dan 8 Pro Edition Resmi di Indonesia, Ini Harganya
- Penjualan Kolak Pisang Naik 21 Persen di Tokopedia di Awal Ramadhan