Daftar FUP Internet Biznet untuk Paket Home dan Metronet

- Perusahaan penyedia layanan internet kabel, Biznet, mulai menerapkan kebijakan batas pemakaian wajar (Fair Usage Policy/FUP) pada awal 2024. Menurut Biznt, kebijakan ini diterapkan demi mencegah praktik penyalahgunaan layanan internet perusahaan.
FUP Biznet berlaku untuk semua pelanggan, mulai dari pelanggan paket Biznet Home yang ditujukan untuk pelanggan rumahan, maupun pelanggan bisnis atau kantoran yang disebut Biznet Metronet.
"Pemberlakuan aturan Kuota Internet (FUP) dari Biznet ini berlaku untuk semua pelanggan Biznet Home dan Biznet Metronet," kata Rian Surachman, Vice President Marketing Biznet dihubungi KompasTekno, Selasa (13/2/2024).
Layanan Biznet Home terbaru menawarkan kuota hingga 10.000 GB (atau 10 TB), sementara Biznet Metronet hingga 100.000 GB (100 TB). Dengan adanya FUP, ketika pelanggan melewati batas pemakaian wajar, maka kecepatan internetnya akan berkurang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Biznet Mulai Terapkan Kebijakan FUP Internet
Pelanggan Biznet Home Internet 0D misalnya, mendapatkan benefit kuota 1.500 GB per bulan dengan kecepatan 50 Mbps.
Nah, ketika kuota tersebut habis sebelum masa berlangganan selanjutnya, pelanggan masih tetap bisa berinternet. Akan tetapi, kecepatannya diturunkan menjadi 5 Mbps.
Begitu pula dengan pelanggan Biznet Metronet. Mereka yang berlangganan paket Metronet 1D, mendapatkan kuota 6.500 GB per bulan dan kecepatan 100 Mbps.
Saat kuotanya habis sebelum tanggal berlangganan berikutnya, maka kecepatannya turun menjadi 8 Mbps. Berikut rincian layanan Biznet beserta jumlah kuota FUP, kecepatan serta harganya.
Daftar FUP paket Biznet
- Biznet Home Internet
Jenis layanan | Bandwidth | Harga | Kuota | Bandwidth setelah kuota habis |
Biznet Home Internet 0D | 50 Mbps | Rp 250.000 | 1.500 GB | 5 Mbps |
Biznet Home Internet 1D | 150 Mbps | Rp 375.000 | 4.000 GB | 15 Mbps |
Biznet Home Internet 2D | 250 Mbps | Rp 575.000 | 8.000 GB | 25 Mbps |
Biznet Home Gamers 3D | 300 Mbps | Rp 700.000 | 10.000 GB | 30 Mbps |
- Biznet Metronet
Jenis layanan | Bandwidth | Harga | Kuota | Bandwidth setelah kuota habis |
Metronet 1D | 100 Mbps | Rp 1 juta | 6.500 GB | 8 Mbps |
Metronet 2D | 150 Mbps | Rp 1,7 juta | 12.000 GB | 15 Mbps |
Metronet 3D | 200 Mbps | RP 2,7 juta | 20.000 GB | 20 Mbps |
Metronet 4D | 450 Mbps | Rp 6,5 juta | 50.000 GB | 50 Mbps |
Metronet 5D | 900 Mbps | Rp 12,5 juta | 100.000 GB | 100 Mbps |
Perlu diketahui bahwa daftar di atas berlaku untuk pelanggan Biznet di Zona 1, meliputi pulau Jawa, Bali, Bangka, Batam, Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung.
Biznet menerapkan paket yang sedikit berbeda untuk wilayah lainnya, meliputi Zona 2, Zona 3 dan Zona 4.
Zona 2 adalah untuk pelanggan di pulau Sumatera, Kalimantan dan provinsi Nusa Tenggara Barat. Zona 3 untuk pelanggan di pulau Sulawesi, sedangkan Zona 4 untuk pelanggan di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Harga paket untuk pelanggan di Zona 2, Zona 3 dan Zona 4 bisa dilihat pada tautan berikut ini.
Internet Biznet dijual kembali secara ilegal
Melalui situs resmi Biznet, Presiden Direktur Biznet Adi Kusma mengatakan bahwa alasan pihaknya menerapkan kebijakan FUP adalah untuk menangkal penyalahgunaan layanan internet perusahaan.
Sebab, Biznet menemukan layanannya disalahgunakan dengan dijual kembali secara ilegal.
"Saat ini, kami menemukan adanya penyalahgunaan layanan Internet kami yang dijual kembali secara ilegal, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai RT/RW Net," kata Adi dikutip dari situs resmi Biznet, Selasa (13/2/2024).
"Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut, pemberlakuan FUP Kuota Internet sangat diperlukan," imbuh Adi.
sedangkan menurut Rian Surachman, Vice President Marketing Biznet, FUP ini sudah berlaku sejak awal 2024. Rian juga mengatakan, pemberlakuan kebijakan ini karena banyaknya ketidaksesuaian atau penyalahgunaan layanan yang dilakukan sebagian oknum masyarakat.
"Pemberlakuan aturan kuota internet ini dibarengi dengan upgrade terhadap layanan yang kami berikan, yaitu memberikan kapasitas bandwidth lebih besar namun harga tetap sama," kata Rian saat dihubungi KompasTekno.
Rian juga mengatakan bahwa kuota internet yang diberikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan sesuai paket yang mereka pilih.
Terkini Lainnya
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Uji Baterai Samsung S24 Ultra, Ungguli iPhone 15 Pro Max
- Maskapai Ini Sediakan Kacamata AR untuk Hiburan di Pesawat
- Mark Zuckerberg Ikutan Review Apple Vision Pro, Dibandingkan dengan Meta Quest
- Mozilla PHK Karyawan, Putar Haluan Bisnis Jadi Seriusi AI
- Redmi A3 Meluncur, Kamera Mirip Xiaomi 13 Ultra