Pembangunan Pusat Data Nasional di Cikarang Ditargetkan Rampung Tahun 2024

- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan pembangunan data center atau Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang (Bekasi) dan Batam (Kepulauan Riau) sudah mulai berjalan.
Untuk pembangunan PDN di Cikarang, Kominfo berharap bisa rampung sebelum Oktober tahun 2024.
"Kami targetkan Pemerintah sudah punya satu data center. Saat ini sudah ready (siap) ada dua wilayah yaitu Bekasi dan Batam. Untuk PDN di Cikarang Bekasi diharapkan sebelum Oktober tahun depan sudah diresmikan," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel A. Pangarepan dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Rabu (14/6/2023).
Pria yang akrab disapa Semmy itu menambahkan untuk pembangunan PDN di Batam, saat ini masih dalam proses tender. Rencananya, PDN Batam akan selesai dibangun pada tahun 2025.
Samuel menambahkan, ada empat lokasi PDN yang sudah ditetapkan, yakni di Cikarang, Batam, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Labuan Bajo (NTT).
Baca juga: Kominfo Siap Bangun 4 Pusat Data Nasional di Indonesia
“Di IKN dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kita masih melakukan analisis lokasi karena pertimbangan tentang kesiapan lahannya," jelas Samuel.
Ia mengatakan, pembangunan PDN merupakan upaya untuk melakukan efisiensi pengelolaan data center yang kini tersebar di 2.700 pusat data. Sebab, setiap lembaga pemerintah menyiapkan fasilitas pusat data sendiri, sehingga terjadi pemborosan.
“Kami melakukan assessment (penilaian). Semua instansi berlomba-lomba untuk menyiapkan komputerisasi dan digitalisasi akhirnya menyiapkan ruangan server, jadilah data center. Oleh karena itu, Kominfo melakukan penyederhanaan sistem ini, menjadi satu pusat data,” jelas Samuel.
Untuk saat ini, Kominfo menggunakan PDN Sementara, bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, sambil menunggu pembangunan PDN selesai.
Menurut Samuel, ada 75 kementerian dan lembaga, 20 provinsi, 169 kabupaten dan 59 kota yang menggunakan PDN Sementara tersebut.
Samuel menambahkan, lembaga dan pemerintah daerah yang sudah memiliki pusat data, masih bisa menggunakan fasilitas tersebut, namun harus tersambung dengan sistem PDN.
Adapun pusat data lembaga dan pemerintah daerah tersebut, harus sudah sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan Kominfo bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) agar bisa tetap terhubung dengan PDN secara nasional.
“Harus tetap tersambungkan dengan sistem PDN yang sudah dibangun supaya tadi integrasi semua data itu bisa kita capai melalui Satu Data Indonesia, bahwa (saat) membutuhkan data tidak lagi mencarinya tercecer,” kata Samuel.
Kebutuan akan pusat data, menurut Samuel, cenderung terus meningkat signifikan.
“Karena memang kebutuhan kita besar juga. 2.700 sequel data center. Kita waktu itu menghitungnya tahun 2018 yang lalu, hitungannya masih 70.000 Cores dan kebutuhan storages-nya sebesar 140 Pentabytes, kebutuhan elektriknya 80 Mbps,” jelasnya.
Baca juga: Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Data Center Pasca-Berlakunya UU PDP
Dikutip dari situs Direktorat Jenderal Aplikasi Informatikan Kemenkominfo, PDN merupakan sekumpulan pusat data yang digunakan oleh instansi pusat dan pemerintah daerah, dan saling terhubung.
PDN terdiri dari pusat data Kemkominfo dan pusat data instansi pusat serta pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan tertentu.
Melansir dari Antara News, pembangunan PDN merupakan program pemerintah demi menyiapkan fasilitas untuk menjalankan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Proyek ini diharapkan bisa mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia demi kepentingan negara, bukan swasta atau perorangan.
Terkini Lainnya
- Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA Terblokir tanpa Harus ke Bank
- 7 Game PS5 Menarik di Sony State of Play 2025, Ada Game Mirip GTA V
- Samsung Pinjamkan 160 Unit Galaxy S25 Series di Acara Galaxy Festival 2025
- 15 Masalah yang Sering Ditemui Pengguna HP Android
- Samsung Gelar Galaxy Festival 2025, Unjuk Kebolehan Galaxy S25 Series lewat Konser dan Pameran
- Apa Beda Login dan Sign Up di Media Sosial? Ini Penjelasannya
- Kenapa Kursor Laptop Tidak Bergerak? Begini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Oppo A3i Plus Resmi, HP Rp 3 Jutaan dengan RAM 12 GB
- 2 Cara Melihat Password WiFi di MacBook dengan Mudah dan Praktis
- Xiaomi Umumkan Tanggal Rilis HP Baru, Flagship Xiaomi 15 Ultra?
- Wajib Dipakai, Fitur AI di Samsung Galaxy S25 Ultra Bikin Foto Konser Makin Bersih
- Ramai Konser Hari Ini, Begini Setting Samsung S24 dan S25 Ultra buat Rekam Linkin Park, Dewa 19, NCT 127
- WhatsApp Sebar Fitur Tema Chat, Indonesia Sudah Kebagian
- Ini Mesin "Telepati" Buatan Meta, Bisa Terjemahkan Isi Pikiran Jadi Teks
- Begini Efek Keseringan Pakai AI pada Kemampuan Berpikir Manusia
- Harga Samsung Galaxy S21 FE 5G Turun hingga Rp 2 Jutaan, Ini Rinciannya
- Pakai Batik ke Indonesia, Bos ChatGPT: Ini Bukan yang Pertama
- Pembuat ChatGPT ke Indonesia, "Melokal" Pakai Batik dan Bicara soal AI
- Jadwal MSC 2023, Onic Esports vs Evos Legends di Perempat Final
- CEO Perusahaan ChatGPT Datang ke Indonesia Hari Ini, Bahas Teknologi AI