Seperti Smartphone, Bola Piala Dunia Qatar Harus Dicas Sebelum Dipakai

- Piala Dunia 2022 Qatar, pertandingan sepak bola bergengsi telah digelar sejak 20 November 2022 lalu. Ada sejumlah teknologi baru dan berbeda dari Piala Dunia sebelumnya, salah satunya bola sepak yang dipakai.
Bola yang diberi nama “Al Rihla” (artinya perjalanan dalam bahasa Arab) ini mengandalkan sistem Video Assistant Refree (VAR/Asisten Wasit Video), yang memberikan data secara akurat.
Misalnya, mendeteksi pergerakan dan dampak dari tiap tendangan serta sundulan bola di lapangan. Kemampuan mendeteksi tersebut dimungkinkan berkat sensor yang ada di dalam bola.
Baca juga: Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya
Sensor seberat 14 gram iru berfungsi sebagai sensor pelacakan secara real time saat bola digunakan.
Karena itu, bola di Piala Dunia 2022 Qatar ini harus diisi daya (di-charge) dulu sebelum digunakan di lapangan. Jadi, selain harus dipompa dengan angin, bola tersebut juga harus dicas layaknya smartphone.
Informasi tentang sensor bola yang harus di-charge ini diunggah ke situs forum online Reddit. Foto yang menunjukkan bola sepak di Piala Dunia 2022 Qatar tersebut tengah di-charge sebelum pertandingan dimulai.

Dilansir KompasTekno dari The Sun, Rabu (7/12/2022), sensor bola tersebut dibekali baterai berkapasitas kecil yang dapat bertahan selama enam jam penggunaan aktif. Akan tetapi, jika tidak digunakan, sensor dalam bola dapat bertahan selama 18 hari.
Adapun selain membantu melacak lokasi secara real time, sensor tersebut juga membantu wasit untuk menentukan berbagai macam keputusan, seperti apakah bola keluar lapangan, melewati garis gawang, dsb.
Baca juga: Bisnis Baru Lionel Messi, Game Sepak Bola dan Jersey Bekas Pemain
Bola sepak itu diproduksi oleh Adidas yang bekerja sama dengan KINEXON, sensor yang digunakan untuk menyukseskan pertandingan Piala Dunia 2022 tersebut.
Menurut Maximillan Schmidt selaku pendiri dan direktur pengelola KINEXON, setiap kali bola ditendang, disundul, dilempar, hingga ditekan, sistem dapat mendeteksi dengan kecepatan 500 frame per detik.
Cara kerja sensor yang dipakai adalah ketika bola digerakkan, data akan dikirim langsung ke sensor local positioning system (LPS). Sensor LPS itu terdapat di antena jaringan yang dipasang di sekitar lapangann.
“Ketika bola keluar lapangan saat permainan, dan bola baru dilempar atau ditendang ke dalam menggantikan bola sebelumnya, sistem backend KINEXON secara otomatis ditransfer ke data bola yang baru tanpa perlu campur tangan manusia,” ujar Schmidt kepada Daily Mail.
Selain teknologi bola sepak, ada terdapat teknologi lainnya juga selama pertandingan Piala Dunia tahun ini, seperti teknologi offside semi-otomatis, aplikasi AR untuk pemain, teknologi AC raksasa, dan lainnya.
Untuk lebih lengkapnya, simak artikel “5 Teknologi di Piala Dunia 2022 Qatar yang Berbeda dari Gelaran Sebelumnya”.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip, Mirip Galaxy Z Flip
- Persebaran Ransomware Naik 180 Persen, Target Utamanya Pengguna Windows
- Telkomsel Rezeki Sakti, Beli Paket Internet Bonus Voucher Gopay, Shopee, dll
- Twitter Dibanjiri Ujaran Kebencian Sejak Ada Elon Musk
- Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya