Nvidia dan Krafton Umumkan PUBG Ally, Karakter AI dalam Game

- Pengembang (developer) pembuat game Player's Unknown Battlegrounds (PUBG), Krafton menggandeng vendor pembuat kartu grafis (GPU) kenamaan Nvidia untuk menghadirkan fitur kecerdasan buatan (AI).
Fitur tersebut bernama PUBG Ally dan akan tersedia di game PUBG versi PC. Sesuai namanya, PUBG Ally merupakan karakter yang dikontrol oleh sistem (komputer) yang akan menemani pengguna selama permainan berlangsung.
Karakter ini bersifat Co-Playable (CPC) dan diklaim merupakan CPC pertama di sebuah produk game. Maksud CPC di sini adalah karakter tersebut akan bergerak, berkomunikasi, mengikuti, hingga menuruti perintah pemain di dalam game, sama seperti karakter manusia.
Baca juga: Nvidia Rilis GeForce RTX 5090, 5080, 5070 Ti, dan 5070 dengan GPU Blackwell
Hal ini berbeda dengan Non-Playable Character (NPC) yang tidak bergerak dan tidak bisa dikontrol atau diperintah pengguna sama sekali. NPC sendiri biasanya bisa ditemui di banyak game, misalnya seperti penjaga toko atau tempat, pemberi misi, dan lain sebagainya.
Dalam video cuplikan (trailer) tentang PUBG Ally, Krafton dan Nvidia mengumbar bagaimana fitur yang mengandalkan Generative AI Nvidia (Nvidia Avatar Cloud Engine/ACE) ini akan bekerja di dalam game.

Ketika bermain dalam mode Duo, pemain bisa ditemani dengan karakter komputer PUBG Ally agar bisa masuk dan bertempur di dalam game. Di dalam game, karakter ini akan berjalan bersama dengan pemain atau bisa berpisah, sesuai strategi yang diatur pemain.
PUBG Ally juga bisa diperintah untuk mencari berbagai senjata, amunisi, kendaraan dan perlengkapan lainnya yang bisa dipakai untuk bertempur.
Baca juga: Tim Korea Selatan, Dplus Juara Kompetisi PUBG Mobile PMGC 2024
Selain itu, PUBG Ally juga bisa mendeteksi pergerakan musuh yang ada di sekitar, serta menjalankan strategi supaya musuh tersebut bisa dieliminasi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheGamer, Rabu (8/1/2025).
Belum ada informasi kapan PUBG Ally akan hadir di game PUBG versi PC. Namun yang jelas, ini merupakan bukti bahwa fitur AI, terutama Generative AI nantinya akan bisa dimanfaatkan pemain untuk membantu mereka menyelesaikan suatu game.
Terkini Lainnya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Apple Pastikan Bangun Pabrik di Indonesia
- Profil Achmad Zaky, Pendiri Bukalapak yang Kini Tutup Layanan Marketplace
- Sejarah Bukalapak, 15 Tahun Berdiri hingga Tutup Layanan Marketplace
- Laptop Layar Gulung Lenovo Rilis Awal Tahun Ini, Harga Rp 56 Jutaan
- AMD Ryzen Z2 Series Resmi Versi "Extreme" Pakai CPU Zen 5 dan GPU RDNA 3.5