RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

JAKARTA, - Telkomsel Enterprise juga memiliki solusi di bidang agrikultur melalui Smart Agriculture. Salah satunya adalah sistem pelacakan menggunakan radio frequency identification (RFID).
RFID tracker berguna untuk melacak pengiriman barang, seperti pupuk bersubsidi, sehingga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam rantai pasokan.
Solusi ini dibuat untuk semua pelaku industri agrikultur, baik itu perusahaan, pemerintahan, distributor, hingga bagi para petani.
"Solusi kami menawarkan sistem pelacakan pupuk bersubsidi yang kuat dan komprehensif, mengatasi risiko seperti pencurian, penyalahgunaan, dan transaksi yang tidak sah," ujar Vice President - Enterprise Product Enablement and Solutions Telkomsel, Hanang Setiohargo.
"Setiap karung pupuk ditandai dengan tag RFID, memungkinkan pelacakan real-time dari pembelian hingga distribusinya," lanjutnya.
Baca juga: Telkomsel Punya Solusi untuk Lacak Posisi Bagasi Pesawat
Ditambahkan Danang, dengan aplikasi di ponsel, sistem juga memfasilitasi transaksi pembelian antara petani dengan kiosk, memastikan bahwa pupuk bersubsidi itu sampai di tangan petani yang tepat.
Bagi perusahaan, solusi ini membantu melacak sistem tanpa adanya bottleneck, selain bisa juga mengurangi risiko kehilangan barang di gudang, serta menghemat biaya dan waktu.
Sementara bagi pemerintah, solusi RFID tracker ini bisa digunakan sebagai rujukan data distribusi yang transparan untuk analisis dan evaluasi, sehingga bisa mengoptimalkan program pupuk bersubsidi.
Bagi distributor, mereka bisa dengan mudah dan efisien melacak alokasi pupuk bersubsidi tersebut.
Terakhir bagi petani, mereka bisa mendapatkan hak mereka dengan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.
Baca juga: Solusi Smart Highway: Bayar Tol Tak Perlu Berhenti Buka Jendela
Dengan memanfaatkan teknologi RFID dan aplikasi, Telkomsel Enterprise menyediakan platform yang aman bagi para petani dan operator kios untuk melakukan transaksi yang sah, sehingga mendorong integritas dan akuntabilitas dalam rantai pasokan pertanian.
"Melalui solusi inovatif ini, kami tidak hanya melindungi sumber daya yang berharga tetapi juga memberdayakan petani dan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan demi kesejahteraan jangka panjang," pungkas Danang.
Terkini Lainnya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Saham Perusahaan-perusahaan Teknologi Rontok akibat Tarif Trump
- Sejarah E-sports di Dunia, Turnamen dan Game Pertama hingga Masuk Cabang Olahraga
- Kisah di Balik Kesuksesan Jeff Bezos, Penjual Burger yang Jadi Pendiri Amazon
- Kamera iPhone Ngeblur Saat Ambil Foto? Begini Cara Mengatasinya
- Snapdragon 8s Gen 4 Resmi, Lebih Ngebut walau Pakai CPU Lama
- Cara Beli Tiket Bioskop Online buat Nonton Film Bareng Keluarga Saat Lebaran 2025
- Ponsel Lipat Masa Depan Samsung Bisa Ditekuk Dua Arah?
- Fitur Baru Instagram Reels, Video Bisa Dikebut seperti TikTok
- Tablet Samsung Galaxy Tab S10 FE dan Tab S10 FE Plus Resmi, Pakai Exynos 1580
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Konsol Nintendo Switch 2 Diumumkan, Meluncur 5 Juni, Ini Harganya
- Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis
- Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet
- Melihat "Booth" ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi
- MediaTek Bikin Mobil Lebih Pintar dan Penuh Hiburan
- Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona