3 Negara dengan Harga Langganan Spotify Lebih Murah dari Indonesia

- Spotify sudah tersedia di 180 negara. Platform musik alir ini menawarkan paket eksklusif yang serupa di tiap negara tadi, seperti Paket Individual, Duo, Family, dan sebagainya.
Hanya saja, biaya langganan yang ditawarkan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, biaya langganan Spotify mulai dari Rp 54.990 per bulan (Paket Individual).
Namun di tiga negara berikut ini, ternyata harga berlangganan Spotify jauh lebih murah dibanding di Indonesia, terutama untuk paket Individual.
Bila dibandingkan dengan Indonesia, biaya langganan paket individual di tiga negara itu memiliki selisih harga cukup besar, sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000.
Baca juga: Cara Bikin Playlist Spotify dari Zodiak, Begini Cara Membuatnya lewat Zodiac Affinity
Berikut adalah tiga negara dengan harga berlangganan Spotify yang lebih murah dibanding di Indonesia, salah satunya menjadi negara dengan langganan Spotify termurah di dunia untuk paket Individual.
Pakistan
Biaya langganan Spotify Paket Individual di Pakistan 1,04 dollar AS (setara Rp 15.857) per bulan. Ini juga menjadi harga paket Individual termurah di dunia.
India
Selain Pakistan, banderol harga termurah lainnya berada di India. Harga berlangganan Spotify paket Individu di Turki adalah 1,44 dollar AS atau sekitar Rp 21.956 per bulan.
Turki
Turki memiliki harga paket berlangganan Individu Spotify yang mirip dengan India, selisihnya sangat kecil, yaitu sekitar 1,48 dollar AS atau sekitar Rp 22.566 per bulan.
Paket termahal
Sementara harga paket berlangganan Spotify termahal, ada di Britania Raya (Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales) dan Denmark. Dua wilayah itu memiliki banderol harga langganan paket individ paling mahal.
Di Britania Raya, pengguna harus mengeluarkan uang sebesar 13,97 dollar AS (sekitar Rp 213.013), sedangkan Denmark sebesar 16,11 dollar AS (Rp 245.643) per bulannya.
Apabila harga paket berlangganna di atas dibandingkan dengan harga di Pakistan, India, dan Turki, selisih biayanya bisa mencapai Rp 200.000-an.
Baca juga: Naik, Ini Harga Spotify Terbaru per Juli 2023
Kendati demikian, melansir Android Authority, seperti dihimpun KompasTekno, Rabu (6/9/2023) perbedaan harga ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.
Mulai dari tingkat daya beli di tiap wilayah, penguatan mata uang lokal terhadap nilai kurs dollar AS, dan sebagainya.
Dengan mengambil sampel 50 negara dari 180 negara, biaya langganan Spotify di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan memang terpantau lebih murah ketimbang di Eropa ataupun Amerika Serikat.
Sementara itu, negara di benua Asia yang memiliki biaya langganan Spotify paling mahal terdapat di Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura.
Terkini Lainnya
- 2 Cara Menghentikan SMS Spam Iklan Pinjol di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Begini Desain Pesawat Masa Depan Menurut Airbus
- Ini Daftar iPhone yang Tidak Kebagian Update iOS 19
- Microsoft Rilis Copilot Search, Mesin Pencari Berbasis AI
- Jam iPhone Selalu Tunjukkan 09.41 di Poster Iklan, Ini Fakta Menarik di Baliknya
- Microsoft Dikabarkan Tunda Proyek Data Center, Begini Nasib Cloud Region di Indonesia
- Sering Disalahartikan, 14 Emoji Ini Ternyata Punya Arti Berbeda
- 5 Perusahaan AS yang Minat Beli TikTok Jelang Deadline Pemblokiran 5 April
- Saham Apple Anjlok gara-gara "Tarif Impor Trump", Terparah dalam Lima Tahun
- Bukan "Blue Screen" Lagi, Microsoft Ubah Tampilan Error di PC
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia
- Motorola Edge 60 Fushion Meluncur dengan Layar Curved
- Perbedaan Status “Memanggil” dan “Berdering“ di WhatsApp saat Telepon
- Cara Mengatasi Play Store Tidak Bisa Download Aplikasi, Mudah dan Praktis
- Ini Daftar iPhone yang Tidak Kebagian Update iOS 19
- Sosok Sam Altman, Bos ChatGPT yang Jadi WNA Pertama Penerima Golden Visa Indonesia
- 2 Atlet E-sports Indonesia Berlaga di Turnamen Dunia Dota 2
- ChatGPT Kini Bisa Desain Logo, PPT, dan Iklan Pakai Template Canva
- Asus Rilis Komputer Mini NUC Pertama Setelah Dilepas Intel
- Bergadang Main "Starfield", Gamer Selamat dari Kebakaran