Ketika Taylor Swift Hampir Terjebak dalam Skandal Runtuhnya Platform Kripto FTX...

- Penyanyi Taylor Swift dilaporkan hampir terseret kasus kebangkrutan FTX, salah satu bursa kripto terbesar dunia. Musababnya, Taylor Swift hampir menjadi "influencer" yang mempromosikan FTX.
FTX mengalami kebangkrutan pada November 2022 lalu, setelah dana penggunanya disalahgunakan.
Belakangan, FTX dituduh mempraktikan skema Ponzi. FTX dan pemiliknya, Sam Bankman-Fried tengah dibanjiri gugatan hukum. Influencer yang mempromosikan FTX pun ikut dibanjiri tuntutan hukum perdata. Salah satunya gugatan class action yang dipimpin oleh pengacara Adam Moskowitz.
FTX dilaporkan memang merekrut sejumlah selebriti dan influencer media sosial untuk mempromosikan platformnya. Sebut saja seperti Tom Brady, Steph Curry, Shaquille O'Neal, Gisele Bündchen, Larry David, Erika Kullberg, Ben "BitBoy" Armstrong, Kevin Paffrath, Graham Stephan, dan Tom Nash.
Baca juga: Dana Nasabah Platform Kripto FTX Senilai Rp 15 Triliun Raib
Para influencer FTX ini kini digugat karena dituduh membantu menjajakan "skema Ponzi" dengan tindakan promosi mereka yang mempengaruhi ribuan hingga jutaan konsumen nasional.
Nah, Taylor Swift disebut-sebut menjadi salah satu selebriti yang ditawari untuk mempromosikan FTX sepanjang 2021 dan 2022.
Solois wanita yang tengah menjalankan tur "The Eras" ini pun hampir menjadi "influencer" yang mempromosikan FTX dengan imbalan uang senilai 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,5 triliun).
Namun, menurut temuan pengacara Adam Moskowitz, Taylor Swift menolak tawaran tersebut, setelah menanyakan satu pertanyaan cukup sederhana soal bisnis FTX ke pengacaranya.
"Satu-satunya orang yang saya temukan (berkonsultasi dengan pengacara mereka) adalah Taylor Swift," kata Moskowitz.
"Dalam temuan kami, Taylor Swift benar-benar bertanya kepada pengacaranya: 'Bisakah Anda menjelaskan kepada saya, kalau ini (FTX) adalah bukan sekuritas yang tidak terdaftar?", cerita Moskowitz.
Baca juga: Bursa Kripto FTX Kolaps, Harga Bitcoin, Ethereum dkk Terjun
Ternyata, token kripto milik FTX, FTT, memang belum terdaftar dengan benar.
Menurut aturan AS, sekuritas adalah aset yang dapat diperdagangkan yang memiliki nilai, seperti saham atau obligasi. Semua sekuritas yang ditawarkan dan dijual di AS harus terdaftar di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities Exchange Commission/SEC).
Dalam keluhan terhadap eksekutif FTX Desember lalu, SEC mengatakan token FTT, diklasifikasikan sebagai sekuritas karena dijual sebagai kontrak investasi. Namun, FTT tidak terdaftar dengan benar. Artinya, ada masalah hukum di bisnis FTX.
Taylor Swift pun selamat dari skandal kasus kebangkrutan FTX, lantaran melakukan verifikasi terebih dahulu ke pengacaranya, sebelum menerima tawaran sebagai influencer FTX, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmodo, Senin (24/4/2023).
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Spesifikasi Minimum, Harga, hingga Cara Download Minecraft Legends
- Viral Lagu "Heart on My Sleeve" yang "Dinyanyikan" Drake dan The Weeknd, Ternyata Bikinan AI
- Laptop Gaming Acer Predator Helios 16 dan Helios 18 Resmi di Indonesia dengan Layar Mini LED
- Status WhatsApp Bisa Di-share Langsung ke Facebook, Begini Caranya
- Riset Canalys: Pasar Smartphone Lesu Awal 2023 Ini