Elon Musk Tangguhkan Rencana Beli Twitter, Ini Sebabnya

- Akuisisi Twitter oleh CEO SpaceX, Elon Musk diputuskan ditunda sementara. Melalui akun Twitternya berhandle @elonmusk, orang terkaya di dunia tersebut mengatakan ia menunggu Twitter memberikan data terkait jumlah akun palsu.
Meski demikian, Musk berkomitmen untuk tetap melanjutkan pembelian saham Twitter sepenuhnya pada waktu mendatang.
"Kesepakatan (dengan) Twitter untuk sementara ditangguhkan, (karena) detail perhitungan akun spam/palsu kurang mewakili 5 persen pengguna," ujar Musk di Twitter.
Twitter deal temporarily on hold pending details supporting calculation that spam/fake accounts do indeed represent less than 5% of users#
— Elon Musk (@elonmusk) May 13, 2022
Saham Twitter sempat anjlok lebih dari 20 persen setelah Musk menyatakan menunda akuisisi Twitter. Namun setelah ia memposting cuitan kedua terkait komitmennya, saham Twitter kembali merangkak.
Baca juga: Elon Musk Mau Cabut Blokir Akun Twitter Donald Trump
Guna mengungkap data yang dibutuhkan, Musk menyatakan timnya akan mengambil sampel acak 100 follower Twitter. "Jika kita bersama-sama mencari tahu persentase bot/duplikasi persentase pengguna, kita mungkin bisa mendapatkan jawaban yang bagus," ujar Musk.
Seorang warganet bertanya mengapa Musk tidak menanyakan jumlah pengguna spam sebelum akuisisi perusahaan. Musk lantas menjawab bahwa ia "mengandalkan akurasi pengajuan publik Twitter".
Berdasarkan ketentuan, Musk memang berhak meminta data ke Twitter tentang operasinya setelah penandatanganan kesepakatan dilakukan. Bagi Musk, hal ini akan membantunya menyiapkan kepemilikan atas Twitter.
Namun praktik ini bukan bagian dari uji tuntas atau membuka kembali proses negosiasi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Sabtu (14/5/2022).
Elon Musk beli Twitter seharga Rp 44 miliar dollar AS
Elon Musk resmi membeli Twitter dengan harga 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 634 triliun, Selasa (26/4/2022). Setelah Twitter dibeli Elon Musk, Twitter akan menjadi perusahaan privat, bukan lagi perusahaan publik yang melantai di bursa saham AS.
Baca juga: Bill Gates: Elon Musk Bakal Memperburuk Twitter
Para pemegang saham akan menerima 54,20 dollar AS (sekitar Rp 750.000) secara tunai untuk per saham Twitter yang mereka miliki.
Angka tersebut sesuai dengan penawaran yang diajukan Musk dan merupakan 38 persen dari premi harga penutupan saham Twitter pada 1 April, hari perdagangan terakhir sebelum Musk mengungkap kepemilikan sahamnya di Twitter awal bulan lalu.
"Dewan Twitter melakukan proses yang bijaksana dan komprehensif untuk menilai pengajuan Elon yang berfokus pada nilai, kepastian, dan pembiayaan," kata Dewan Twitter, Bret Taylor, dirangkum dari NBC News.
"Transaksi yang diajukan akan memberikan premi tunai yang substansial dan kami percaya bahwa ini adalah jalan terbaik ke depan bagi pemegang saham Twitter," imbuhnya.
Sementara itu, Musk mengatakan bahwa Twitter memiliki potensi yang luar biasa. Dirinya berharap bisa bekerja sama dengan perusahaan barunya dan para pengguna Twitter.
"Kebebasan berbicara adalah fondasi fungsi demokrasi, Twitter adalah pusat kota digital, di mana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia, diperdebatkan di sini," kata Musk yang terbilang sangat aktif di platform microblogging itu.
Terkini Lainnya
- Menyibak Sisi Gelap Media Sosial Bagi Remaja lewat Serial "Adolescence"
- Cara Memunculkan Notifikasi WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah
- Samsung Rilis Perangkat Elektronik Rumah Tangga Bespoke 2025 dengan Visi AI Home
- Cara Membuat Nomor Halaman Romawi dan Angka di Microsoft Word dengan Mudah
- 2 Cara Menghentikan SMS Spam Iklan Pinjol di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Begini Desain Pesawat Masa Depan Menurut Airbus
- Ini Daftar iPhone yang Tidak Kebagian Update iOS 19
- Microsoft Rilis Copilot Search, Mesin Pencari Berbasis AI
- Jam iPhone Selalu Tunjukkan 09.41 di Poster Iklan, Ini Fakta Menarik di Baliknya
- Microsoft Dikabarkan Tunda Proyek Data Center, Begini Nasib Cloud Region di Indonesia
- Sering Disalahartikan, 14 Emoji Ini Ternyata Punya Arti Berbeda
- 5 Perusahaan AS yang Minat Beli TikTok Jelang Deadline Pemblokiran 5 April
- Saham Apple Anjlok gara-gara "Tarif Impor Trump", Terparah dalam Lima Tahun
- Bukan "Blue Screen" Lagi, Microsoft Ubah Tampilan Error di PC
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- Harga Anjlok, Terraform Labs Tunda Penjualan Terra Luna Coin
- Laporkan Bug di Gojek Bisa Dapat Hadiah hingga Rp 74 Juta
- Spesifikasi dan Harga iPad Air 5 di Indonesia
- WhatsApp Uji Coba Tampilan WA Status Baru di Android, Begini Desainnya
- Infinix Note 12i Meluncur dengan Mediatek Helio G85, Ini Spesifikasinya