Indonesia Hadapi 1,6 Miliar Serangan Siber dalam Setahun, Ini Malware Terbanyak

- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mempublikasi laporan tahunan bertajuk "Monitoring Keamanan Siber" untuk tahun 2021.
Laporan ini sudah dipublikasi di situs resmi Id-SIRTII/CC (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center) yang berada di bawah Direktorat Operasi Keamanan Siber BSSN di tautan berikut.
Dalam laporan itu, terungkap bahwa ada lebih dari 1,6 miliar atau tepatnya 1.637.973.022 anomali trafik atau serangan siber (cyber attack) yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2021.
Data itu diperoleh dari hasil pemantauan dan identifikasi potensi serangan siber selama 24/7 oleh Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN, mulai dari 1 Januari hingga 31 Desember 2021.
Baca juga: Menkominfo Sebut Keamanan Data Digital Jadi Tanggung Jawab BSSN
Dalam laporannya, BSSN merinci jumlah serangan siber yang terjadi setiap bulan selama satu tahun 2021.
Adapun, serang siber paling banyak terjadi pada bulan Desember 2021 dengan jumlah lebih dari 242 juta anomali. Sementara di bulan Februari, serangan siber paling sedikit terjadi dengan jumlah hampir 45 juta anomali.
Menurut perhitungan KompasTekno, bila dirata-rata, tahun lalu, ada lebih dari 136 juta serangan siber yang terjadi setiap bulannya.
Laporan BSSN Grafik jumlah serangan siber yang terjadi setiap bulannya di Indonesia sepanjang 2021.10 malware di balik serangan siber di Indonesia

Selain soal jumlah, dalam laporan tahunan "Monitoring Keamanan Siber" 2021, BSSN juga mengungkap 10 jenis anomali yang terdeteksi paling banyak terlibat dalam serangan siber di Indonesia tahun lalu.
Berikut rinciannya, sebagaimana dikutip KompasTekno dari laporan tahunan Monitoring Keamanan Siber 2021 dari BSSN, Jumat (8/4/2022):
- MyloBot Botnet
- PROTOCOL-SCADA Moxa
- MiningPool
- Win.Trojan.ZeroAccess
- Dusciver Using Socks Agent
- CVE-2017-0147
- Win.Trojan.AllAple
- RDP Account Brute Force
- Generic Trojan RAT
- ISC BIND DoS vulnerability
1. MyloBot Botnet
Dalam laporannya, BSSN mencatat, MyloBot Botnet sendiri mendominasi sebanyak 44,62 persen (lebih dari 730 juta) anomali trafik di Indonesia sepanjang 2021.

Botnet dapat
dirancang untuk pengiriman spam, pencurian data, ransomware, click fraud, Denial-of-Service (DoS), dan lain-lain.
MyloBot Botnet menargetkan sistem operasi Microsoft Windows yang menyebar melalui spam e-mail dan unduhan file yang telah
terinfeksi.
Setelah ter-instal, botnet mematikan Windows Defender dan Windows Update sambil memblokir port tambahan di Firewall.
Terkini Lainnya
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul
- Frekuensi 3G Telkomsel Bakal Dipakai untuk 4G dan 5G
- AHM Buka 12 Lowongan Kerja IT buat Lulusan Baru S1 dan D3, Ini Kualifikasi dan Cara Daftarnya
- Bank Jatim Buka Lowongan Kerja IT, Simak Posisi dan Kualifikasinya
- Oppo A96 Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Harganya
- iPhone SE 2022 Sudah Muncul di Situs Apple Indonesia