Pabrikan Helikopter Incar Pasar Taksi Udara dan Militer di Indonesia

SINGAPURA, - Pabrikan helikopter AS, Bell Helicopter mengatakan, pada 2018 ini pihaknya akan memfokuskan diri ke segmen militer dan air taxi alias taksi udara di pasar Indonesia. Sebab, segmen-segmen itulah yang pada tahun lalu menjadi penyumbang besar bagi keuntungan Bell Helicopter.
Saat ditemui wartawan KompasTekno Reska K. Nistanto di ajang Singapore Airshow 2018, Selasa (6/2/2018), Managing Director Asia Pacific Bell Helicopter Sameer Rehman mengatakan bahwa klien besar Bell Helicopter di Indonesia berasal dari kalangan militer, pemerintah, dan swasta.
TNI Angkatan Darat diketahui mengoperasikan belasan unit Bell 412 yang selama ini dinilai memiliki daya tahan tinggi untuk beroperasi di lingkungan yang keras, cocok untuk transportasi pasukan, serta tangguh untuk operasi dalam keadaan bencana.
Sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada September 2017 lalu juga baru saja menerima helikopter tipe Bell 426. Helikopter jenis ini cocok untuk penegakan hukum (airborne law enforcement) dan evakuasi medis.
Dari sektor swasta, maskapai swasta dan operator taksi udara di Indonesia, Whitesky Aviation, memesan sebanyak 30 unit Bell 505, yang dua di antaranya sudah dikirim pada 2017 lalu. Pada 2018 ini, Whitesky juga akan menerima pengiriman dua unit Bell 505. Helikopter ini tergolong keluarga baru di lini Bell, dan mulai dikirim ke pembeli pada 2017.
Whitesky Aviation menjadi operator pertama Bell 505 untuk kawasan ASEAN. Oleh Whitesky, Bell 505 dijadikan sebagai heli transport ringan yang bisa disewa, melalui bisnis Heli City yang diluncurkan pada Desember 2017 lalu.

Baca juga: HeliCity, Layanan Sewa Helikopter Bertarif Rp 7 Juta per 15 Menit
Sempat lesu
Bisnis penjualan helikopter sendiri pada 2017 lalu mulai kembali menanjak, setelah dua tahun sebelumnya mengalami kelesuan. Hal itu diungkapkan oleh Patrick Moulay, VP Sales International Bell Helicopter.

Moulay sendiri mengatakan Bell Helicopter mendapatkan peningkatan pemesanan helikopter sebesar 75 persen hingga akhir 2017 lalu.
Menurut dia, hal itu termasuk luar biasa mengingat industri yang sedang terseok-seok.
Mayoritas pesanan menurut Moulay berasal dari China dan negara-negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Untuk Indonesia sendiri, Moulay mengatakan bahwa pesanan Bell Helicopter dari Indonesia termasuk prestasi utama pabrikan helikopter yang bermarkas di Texas, AS itu dalam beberapa bulan belakangan, terutama dari segmen militer dan air taxi seperti dijelaskan di atas.
Terkini Lainnya
- YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- Apakah Dark Mode Bisa Menghemat Baterai HP? Begini Penjelasannya
- 3 Cara Upload File ke Google Drive dengan Mudah dan Praktis
- 7 Tips Hemat Penyimpanan Akun Google Gratis Tanpa Langganan
- 2 Cara Melihat Password WiFi di HP dengan Mudah dan Praktis
- 10 Cara Mengatasi WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka dengan Mudah, Jangan Panik
- Trump Beri TikTok 75 Hari Lagi, Cari Jodoh atau Blokir?
- iPad Dulu Dicaci, Kini Mendominasi
- AI Google Tertipu oleh April Mop, Tak Bisa Bedakan Artikel Serius dan Guyonan
- iOS 19 Rilis Juni, Ini 26 iPhone yang Kebagian dan 3 iPhone Tidak Dapat Update
- Intel dan TSMC Sepakat Bikin Perusahaan Chip Gabungan di AS
- 10 Bocoran Fitur iPhone 17 Pro, Modul Kamera Belakang Berubah Drastis?
- Cara Melihat Password WiFi di iPhone dengan Mudah dan Cepat
- Kenapa Tiba-tiba Ada SMS Kode Verifikasi di HP? Begini Penyebabnya
- Ketik Kata Ini di Google dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Bakal Muncul