Google Diterpa Gelombang PHK, Karyawan Divisi Android dan Pixel Kena Imbas

- Google dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) alias layoff terhadap ratusan karyawannya pekan ini.
Berdasarkan laporan dari The Information, ratusan karyawan yang di-PHK ini berasal dari divisi Platform dan Devices. Divisi ini mencakup beberapa layanan dan produk Google, mulai dari smartphone seri Pixel, sistem operasi (OS) Android, hingga peramban (browser) Chrome.
Tidak disebutkan secara spesifik berapa orang yang terkena layoff. Tak diumbar juga karyawan Google di negara mana saja yang terkena PHK.
Namun, gelombang PHK ini terjadi usai Google memberikan opsi pengunduran diri sukarela (buyout) terhadap sekitar 25.000 karyawan yang ada di divisi Platform dan Devices pada Januari 2025 lalu.
Juru bicara Google mengatakan bahwa PHK ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan pasca penggabungan divisi Platform dan Devices yang dilakukan beberapa tahun lalu.
Baca juga: Elon Musk Ganti Posisi ASN yang Kena PHK dengan Chatbot AI
"Sejak penggabungan ini, kami fokus untuk menjadi lebih efisien dan efektif. Ini termasuk melakukan beberapa pengurangan pekerjaan, selain program buyout yang kami tawarkan pada bulan Januari lalu," kata juru bicara Google, dikutip KompasTekno dari Reuters, Sabtu (12/4/2025).
Ini bukan pertama kalinya Google melakukan PHK. Pada 2023 lalu, raksasa mesin pencari internet ini juga melakukan layoff terhadap sekitar 12.000 karyawannya atau sekitar 6 persen dari total karyawan mereka secara global.
CEO Google, Sundar Pichai pada saat itu mengatakan PHK besar-besaran ini mau tak mau harus ditempuh Google demi menghindari "masalah" yang lebih besar. Hal ini disampaikan Pichai dalam sebuah pertemuan internal dengan karyawan.
Pichai juga mengatakan bahwa dirinya sudah berkonsultasi dengan para pendiri dan dewan perusahaan dalam memutuskan PHK 12.000 karyawan tersebut.
Baca juga: AMD PHK 1.000 Karyawan, Imbas Lini Gaming Anjlok?
"Jika Anda tidak bertindak dengan jelas dan tegas dan dini, kami dapat memperparah masalah dan membuatnya jauh lebih buruk. Ini (mem-PHK 12.000 karyawan) adalah keputusan yang perlu saya buat," kata Pichai pada saat itu.
Tak disebutkan secara spesifik apa masalah besar yang dijadikan alasan Pichai di atas.
Namun, tampaknya ini berkaitan dengan pertumbuhan bisnis Google yang melambat di tengah ketidakpastian ekonomi global, penuruan belanja online, serta ketatnya persaingan di bidang teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI).
Terkini Lainnya
- Google Diterpa Gelombang PHK, Karyawan Divisi Android dan Pixel Kena Imbas
- Kenapa WhatsApp Web Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebabnya
- iPhone Buatan Negara Mana? Begini Proses Pembuatannya
- 5 Penyebab Touchpad Laptop Tidak Berfungsi yang Perlu Diketahui
- Harga dan Spesifikasi iPhone 16e di Indonesia, Mulai 12 Jutaan
- 10 Cara Mendinginkan HP yang Panas dengan Aman dan Mudah
- Menkomdigi Minta Masyarakat Migrasi dari Kartu Seluler Fisik ke e-SIM
- Alasan Konsumen Masih Mau Beli iPhone 16 di Indonesia Meski Terlambat 7 Bulan
- WhatsApp Web Vs WhatsApp Desktop, Lebih Baik Pakai yang Mana?
- iQoo Z10 dan Z10x Resmi, HP Menengah dengan Baterai Jumbo
- HP Vivo V50e Meluncur dengan 3 Kamera 50 MP
- Ini Alasan Mengapa Apple Rakit iPhone di China, Bukan di Amerika
- Manfaat Mode Gelap di HP yang Perlu Diketahui
- Apple TV+ Sebar Diskon, Hanya Rp 29.000 per Bulan
- 10 HP Terlaris di Indonesia
- Menkomdigi Minta Masyarakat Migrasi dari Kartu Seluler Fisik ke e-SIM
- iQoo Z10 dan Z10x Resmi, HP Menengah dengan Baterai Jumbo
- Alasan Konsumen Masih Mau Beli iPhone 16 di Indonesia Meski Terlambat 7 Bulan
- Harga dan Spesifikasi iPhone 16e di Indonesia, Mulai 12 Jutaan
- Warna iPhone 16 yang Jadi Favorit di Penjualan Perdana Hari Ini
- Begini Cara Samsung Ciptakan Lapangan Kerja dan SDM Indonesia Berkualitas