Nvidia Kritik AI PC, Sebut GPU Buatannya Lebih Bertenaga

- AI PC adalah istilah untuk komputer desktop dan laptop yang dibekali kemampuan olah AI untuk menangani tugas-tugas terkait kecerdasan buatan (AI), seperti Copilot dari Microsoft. AI PC belakangan banyak digembar-gemborkan sebagai evolusi dari PC tradisional.
Bulan lalu, Intel mengungkapkan persyaratan Microsoft untuk AI PC. Salah satunya adalah memiliki kemampuan olah AI sebesar 40 TOPS (trilions of operations per second). Kabar terbaru menyebutkan bahwa Microsoft menaikkan angkanya menjadi 45 TOPS.
Pabrikan chip pengolah grafis (GPU) Nvidia belakangan dikabarkan mengkritik persyaratan tersebut karena dinilai kurang tenaga dan hanya cukup untuk menjalankan tugas-tugas AI "basic" saja secara lokal di perangkat. Misalnya, special effect video di Windows Studio.
Baca juga: Industri PC Catat Pertumbuhan, Didorong oleh AI
Hal itu disampaikan oleh Nvidia dalam sebuah acara, menurut laporan Benchlife.info, di mana Nvidia membandingkan kemampuan AI dari GPU GeForce RTX buatannya dengan unit pengolah AI (NPU) dari prosesor-prosesor buatan Intel, AMD, Apple, dan Qualcomm.
Nvidia memberikan beberapa contoh seperti photo editing, image generation, image upscaling, hingga coding assistance dengan AI yang -menurut klaim Nvidia- tidak bisa ditangani atau hanya dapat diolah secara sederhana oleh NPU di prosesor.

Sementara, sebagaimana dihimpun oleh KompasTekno dari Tom's Hardware, Jumat (3/5/2024), GPU Nvidia disebut bisa menangani tugas-tugas terkait AI itu dengan performa dan/ atau kualitas yang jauh lebih tinggi.
Wajar saja, karena GPU Nvidia memang dibekali unit pengolah AI (tensor cores) dengan kinerja jauh melewati unit NPU yang biasanya terdapat di prosesor utama. Menurut Nvidia, GPU GeForce RTX memiliki kinerja olah AI antara 100 hingga 1.300 TOPS.
Baca juga: Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100
Nvidia pun dikenal sebagai pabrikan GPU yang banyak digunakan untuk pengembangan AI di data center oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan media sosial Meta, pabrikan otomotif Tesla, hingga pembuat chat GPT Open AI.
Klaim Nvidia mungkin benar adanya. GPU discrete memang sudah memiliki kinerja olah AI jauh lebih tinggi dibandingkan SoC atau prosesor seperi Snapdragon X, Ryzen 8040, atau M3.
Meskipun demikian, definisi resmi tentang AI PC dari Microsoft tetap mencantumkan persyaratan NPU di prosesor utama, bersama dengan CPU dan GPU.
Microsoft juga bukan hanya menilai kinerja olah AI, tapi juga efisiensi dayanya. GPU RTX 4090 laptop memang kencang dalam menangani tugas-tugas terkait AI, tapi konsumsi dayanya yang mencapai 150 watt juga lebih lebih tinggi dibandingkan NPU di prosesor.
Baca juga: Nvidia Akan Bangun Pusat AI di Indonesia Senilai Rp 3 Triliun, Lokasi di Solo
Bahkan, Microsoft juga ditengarai mensyaratkan software Copilot dijalankan oleh NPU, bukan GPU, untuk menghemat daya baterai.
Masih ada kemungkinan definisi AI PC bakal berubah di kemudian waktu. Untuk sekarang, persyaratan kinerja 45 TOPS aebagai baseline melalui NPU yang efisien daya memungkinkan konsumen mainstream mengakses kemampuan AI di PC.
Namun, bukan tidak mungkin nantinya akan bermunculan lebih banyak lagi tool AI yang membutuhkan kinerja lebih dari itu sehingga menguntungkan pengguna yang sudah memiliki GPU.
Terkini Lainnya
- Perbedaan WhatsApp Web dan WhatsApp Desktop yang Perlu Diketahui
- Pengiriman Ponsel Lipat 2024 Naik Tipis, 2025 Diprediksi Menurun
- Apple Rilis iOS 18.4, Bawa Segudang Fitur Baru
- 3 Alasan Kita Sering Menonton IG Stories Sendiri Berulang-ulang
- HP Vivo Y300 Pro Plus dan Y300t Meluncur, Bawa Baterai Jumbo
- AI Gemini 2.5 Pro Kini Gratis, Bisa Dipakai Tanpa Langganan
- Keyboard Unik di Dunia Punya 1.020 Tombol, Tidak Pakai Simbol Huruf
- Cara Mematikan Status Online Instagram dengan Mudah dan Praktis
- 5 Game Seru untuk "Mabar" dengan Keluarga dan Saudara saat Lebaran
- 10 Manfaat Internet di Bidang Pendidikan yang Perlu Diketahui
- 3 Cara Beli Tiket Wisata Online Tanpa Antre Saat Lebaran
- MediaTek Genio 720 dan 520 Meluncur, Chip untuk Perangkat IoT dengan AI Generatif
- Perjalanan Bisnis Apple, Pernah Hampir Bangkrut dan Diselamatkan Microsoft
- Cara Menghapus Riwayat Pencarian di Google Maps Mudah dan Praktis
- Makin Kuat, Layar HP Gorilla Glass Kini Tahan Aspal
- Vivo Y38 5G Meluncur, HP Android dengan Baterai Jumbo 6.000 mAh
- Microsoft Investasi Rp 35 Triliun di Malaysia
- Jadwal MPL S13 Pekan Ini 3-5 Mei, Menanti "Royal Derby" Onic Esports Vs RRQ Hoshi
- Fitur Lirik Lagu di Spotify Tidak Gratis Lagi
- Ramai di Medsos, Lirik di Spotify Kini Dibatasi dan Harus Langganan Premium, Kok Bisa?