Perusahaan Perakit iPhone Gandeng Nvidia Bikin "Pabrik AI"

- Perusahaan perakit produk-produk Apple, Foxconn, menggandeng Nvidia untuk membangun "pabrik kecerdasan buatan (AI)". "Pabrik AI" yang dimaksud adalah data center jenis baru yang didukung oleh chip serta software buatan Nvidia.
Kepala Foxconn, Liu Young-way dan CEO Nvidia Jensen Huang, mengumumkan kerja sama pembangunan fasilitas ini. Salah satu chip Nvidia yang akan dipakai di data center ini adalah superchip GH200.
Superchip Nvidia GH200 adalah chip yang dirilis pada Agustus lalu, yang diklaim mampu menjalankan model AI yang berukuran lebih besar dari sebelumnya. Superchip ini dirancang untuk mengatasi beban kerja AI generatif paling kompleks di dunia.
Menurut Foxconn, data center jenis baru itu akan dipakai untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk mobil otonom.
"Jenis manufaktur baru sudah muncul, produksi intelijen. Dan data center yang memproduksinya adalah pabrik AI," kata CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam pameran teknologi tahunan Foxconn di Taipei, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Reuters, Selasa (24/10/2023).
Dalam kesempatan yang sama, Huang juga menjelaskan bagaimana pabrik AI bisa menerima dan memproses data dari kendaraan listrik otonom agar jadi lebih pintar.
Huang bilang kendaraan itu akan mengumpulkan lebih banyak data. Data itu dikirim ke pabrik AI, kemudian diproses agar meningkatkan kemampuan software, hingga di-update ke semua kendaraan.
"Di masa depan, setiap perusahaan, setiap industri akan memiliki pabrik AI," ujar Huang.
Baca juga: Ancaman AI Jahat Mengintai dari Korea Utara
Ekspansi jadi penyedia solusi
Adapun Foxconn selama ini dikenal sebagai perusahaan perakit aneka produk Apple. Kini perusahaan ingin melanjutkan kesuksesannya lewat produksi kendaraan listrik bagi perusahaan lain.
Untuk mewujudkan misi itu, Foxconn menggandeng Nvidia pada Januari 2023. Keduanya bekerja sama mengembangkan platform kendaraan otonom.
Saat itu, Kepala Foxconn, Liu Young-way berkata bahwa pihaknya ingin mencoba mengubah perusahaan dari jasa manufaktur menjadi perusahaan penyedia solusi platform.
Dalam kerja sama ini, Foxconn berperan memproduksi unit kontrol elektronik (ECUs) untuk mobil, didasarkan pada chip Drive Orin buatan Nvidia, kemudian dijual ke pasar global.
Oktober ini Foxconn bahkan sudah meluncurkan van kargo listrik bernama Model N sebagai prototipe keenam dari pengembangan kendaraan listriknya.
Baca juga: Abigail Bailey, Robot AI yang Jadi Asisten Kepala Sekolah di Inggris
Kepala Bisnis Kendaraan Listrik Foxconn, Jun Seki sesumbar pihaknya tengah dalam diskusi degan 14 perusahaan potensial. Namun ia tak membocorkan nama perusahaan yang dimaksud.
Seki hanya berkata bahwa India dan Jepang adalah negara yang menjanjikan untuk pengembangan kendaraan listrik.
Sebagai tahap awal, Foxconn menargetkan pangsa pasar 5 persen secara global dan pendapatan sekitar 33 miliar dollar AS (Rp 526 triliun) dari manufaktur kendaraan listrik dan komponen pada tahun 2025.
Terkini Lainnya
- Bytedance "Suntik Mati" Fitur Mirip Instagram di TikTok
- Bagaimana Cara Wireless Charging di HP Bekerja? Ini Penjelasannya
- 7 Trik Memperkuat Sinyal di iPhone
- Kenapa Pesan WhatsApp Tidak Masuk Jika Tidak Dibuka? Ini Penyebabnya
- Apa Jadinya Jika iPhone Tidak Di-update?
- 4 Cara Melihat Password WiFi di Laptop dan PC untuk Semua Model, Mudah
- 10 Game Tersembunyi di Google, Begini Cara Mengaksesnya
- 4 Fitur di HP Samsung untuk Traveling yang Wajib Kalian Tahu
- Kontroversi Foto Jadi Ghibli Pakai AI yang Bikin Dunia Animasi Heboh
- Mengenal Liang Wenfeng, Pendiri Startup AI DeepSeek yang Hebohkan Dunia
- 6 Cara Bikin WhatsApp Terlihat Tidak Aktif biar Tidak Terganggu Saat Cuti Kerja
- 10 Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini yang Diunduh Paling Banyak
- Kisah Nintendo, Berawal dari Kartu Remi ke Industri Video Game Global
- Pendiri Studio Ghibli Pernah Kritik Keras soal AI
- Riset: Orang yang Sering Chat ke ChatGPT Ternyata Kesepian
- Twitch Izinkan Streamer Live Bersamaan di Platform Pesaing
- YouTube Sebar 17 Fitur Baru, Ada Tab "You" dan Percepat Video Praktis
- Macam-macam E-mail yang Perlu Diketahui dan Fungsinya, Tak Cuma Gmail
- Generasi Baby Boomer Lebih Kebal Serangan Siber Dibanding Gen Z dan Milenial
- Ancaman AI Jahat Mengintai dari Korea Utara