Nokia Jegal Vivo di Jerman dengan Paten 4G

- Nokia menjegal Vivo di pasar smartphone Jerman, dengan gugatan pelanggaran hak paten 4G. Dengan gugatan ini, maka Vivo tidak bisa lagi berjualan ponsel 4G di Jerman.
Kabar Vivo yang hengkang dari Jerman ditandai dengan dihapusnya seluruh smartphone Vivo di situs resmi yang beralamat di vivo.com/de. Lewat situs tersebut, Vivo menulis pengumuman terkait nasib konsumen Jerman yang menggunakan smartphone Vivo.
"Sayangnya, produk Vivo saat ini tidak tersedia di Jerman. Jika Anda menggunakan produk Vivo, Anda dapat terus menghubungi customer service kami. Anda juga akan menerima pembaruan software di masa mendatang," tulis Vivo.

Baca juga: Terungkap, Produk Pertama Samsung dan Nokia Justru Bukan Ponsel
Nokia yang dimaksud dalam kasus ini adalah perusahaan telekomunikasi asal Finlandia yang merupakan pemain besar dalam peralatan telekomunikasi Eropa. Bukan merek ponsel "Nokia" yang kini lisensinya dipegang oleh HMD Global.
Dalam gugatannya, Nokia menuduh Vivo menggunakan teknologi yang dipatenkannya untuk memproses sinyal 4G tanpa membayar lisensi.
Pengadilan Jerman pun mengabulkan gugatan Nokia dan memerintahkan Vivo untuk berhenti memasarkan penjualan produk yang menggunakan paten Nokia tersebut.
Hal inilah yang membuat Vivo menutup saluran jualan online-nya itu. Kendati begitu, ponsel Vivo kemungkinan masih tersedia melalui pengecer pihak ketiga, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Senin (12/6/2023).
Senasib dengan Oppo dan OnePlus

Dalam gugatannya, Nokia menuduh Oppo dan OnePlus menggunakan teknologi yang dipatenkannya untuk memproses sinyal 4G dan 5G tanpa membayar lisensi.
Baca juga: Oppo dan OnePlus Setop Jual HP di Jerman karena Nokia
Nokia memang sempat menandatangani perjanjian lisensi paten dengan vendor ponsel asal China, Oppo, pada 2018 silam.
Perjanjian itu diyakini merupakan lisensi yang memungkinkan Oppo menggunakan paten konektivitas milik Nokia. Sehingga perangkat Oppo (serta sub-mereknya OnePlus) dapat menangkap sinyal 4G dan 5G saat digunakan oleh konsumen di Jerman.
Kesepakatan penggunaan lisensi tersebut sedianya berlaku limat tahun atau seharusnya baru berakhir pada 2023. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Nokia telah mengajukan sejumlah keluhan pelanggaran paten terhadap Oppo terkait Paten Esensial Standar (SEP) dan non-SEP.
Ini mengindikasikan bahwa perjanjian lisensi Nokia-Oppo yang diteken tahun 2018 itu telah berakhir. Paten tersebut mencakup konektivitas, antarmuka, dan fitur keamanan. Keluhan ini diajukan di pasar Eropa dan Asia.
Menurut pernyataan resmi Nokia, Oppo telah menolak tawaran pembaruan kontrak lisensi paten. Sehingga pihak Nokia harus mengambil tindakan hukum karena Oppo terus menggunakan paten tersebut di produknya.
Sementara menurut Oppo dan OnePlus, keduanya mengatakan bahwa "biaya perpanjangan kontrak yang terlalu tinggi" menjadi alasan utama keduanya tidak melakukan pembaruan kontrak lisensi dengan Nokia. Buntutnya adalah gugatan hukum seperti yang terjadi saat ini.
Terkini Lainnya
- Oppo Rilis Case dan Wallet Edisi Timnas Indonesia untuk Reno 13 F 5G
- 5 Aplikasi Al Quran untuk Mengaji Selama Puasa Ramadhan 2025
- Akamai Rilis Laporan "Defender Guide 2025" untuk Mitigasi Ancaman Siber
- Layanan Indosat HiFi Dikeluhkan Gangguan, Ada yang Sampai 9 Hari
- Cara Melihat Password WiFi di Laptop Windows 11 dengan Mudah dan Praktis
- Tabel Spesifikasi Nubia V70 Design di Indonesia, Harga Rp 1 Jutaan
- Google Bawa Fitur ala Circle to Search ke iPhone
- Microsoft Umumkan Muse, AI untuk Bikin Visual Video Game
- Chatbot AI Grok Jadi Aplikasi Terpisah, Bisa Diunduh di HP dan Desktop
- Perbedaan Spesifikasi iPhone 16 Vs iPhone 16e
- 5 Fitur Baru di DM Instagram, Sudah Bisa Dicoba di Indonesia
- Menerka Arti Huruf "E" di iPhone 16e
- Cara Download WhatsApp di Laptop dengan Mudah
- Tablet Huawei MatePad Pro 13.2 Rilis di Indonesia 26 Februari, Ini Spesifikasinya
- Daftar Harga YouTube Premium di Indonesia, Mulai dari Rp 41.500
- Jadwal Mobile Legends MSC 2023 Minggu 11 Juni
- Andalkan Indonesia, TikTok Incar "Cuan" Lebih Besar dari TikTok Shop
- Siap-siap, Pengguna WhatsApp Bakal Bisa Kirim Gambar Kualitas HD
- [POPULER TEKNO] - Video Audisi Putri Ariani AGT Tembus 12 Juta View di YouTube | Ramai Tampilan WhatsApp Berubah, Menu Chat Ada di Bawah
- Jaringan Internet Cepat Jadi Kunci Kreator Konten Raih Cuan